Little Queen

Little Queen
#142



Setelah selesai sarapan mereka semua langsung mengantar Ara dan Devan ke bandara.


Lalu bagaimana dengan Sasa dan Arga, apa mereka tidak honeymoon juga?


Ya, mereka juga akan pergi honeymoon hanya saja berbeda dengan Ara yang jadwal keberangkatan.


"Jaga diri di sana baik-baik " ucap Dinda.


iya, sekarang mereka sudah berada di bandara internasional.


"Baik bunda, bunda juga jaga diri baik-baik " ucap Ara.


"Jangan khawatir, kan ada Daddy dan yang lain " ucap Dinda.


"Iya benar sayang, honeymoon lah sepuasnya dan buatkan grandma penerus yang hot " ucap indah.


"Penerus hot itu apa grandma, apa ada api nya di atas kepala " ucap Vanya.


"Kumat, penyakitnya sudah datang " ucap Demian.


"Kenapa kita punya adik Seperti dia " ucap Domani.


"Vanya dengar " ucap Vanya.


"Sudah lah, jangan bertengkar atau bunda jewer lagi kuping kalian semua " ucap Dinda.


Dan benar saja si triple D langsung diam jika tidak ingin kuping mereka di jewer dan plus malu nya tidak ketulung.


"Sudah saatnya kami pergi " ucap Ara saat mendengar pesawat yang akan menuju Jepang akan segera berangkat.


"Hati-hati, semoga pulang membawa kabar baik " ucap indah.


"Doa kan saja grandma " ucap Ara.


Setelah berpamitan mereka langsung menuju pesawat.


"Kenapa Vanya tidak minta Tiga ya kan biar sekalian ikut " ucap Vanya yang di dengar oleh Dinda.


"Jangan pernah berpikir untuk liburan, jika sekolah belum selesai " ucap Dinda.


"Yaaaa,,, bunda " ucap Vanya lemah.


"By kakak " teriak Vanya saat pesawat yang membawa Devan dan Ara sudah mulai berangkat.


"Ayo kita pergi " ucap indah.


"Ayo " ucap mereka semuanya.


Saat mobil BENATA sudah berbaris, Vanya langsung menghampiri kakak nya.


"Kakak ku yang paling tampan Vanya boleh nebeng tidak " ucap Vanya.


Ucapan Vanya langsung menghentikan pergerakan semua anggota keluarga BENATA.


"Pergi main bentar boleh ya dad " ucap Vanya.


"Tidak, main mu pasti berbeda dari orang lain " ucap indah.


"Grandma, yang cantik jelita sejagat raya janji hanya sebentar kok " ucap Vanya lagi.


"Tidak ada main " ucap Dinda lagi


"Bunda, satu jam saja " ucap Vanya tidak menyerah.


"Demian akan selalu bersama Vanya bunda tenang saja " ucap Demian.


"Baiklah " ucap Dinda langsung masuk dalam mobil dan di ikuti oleh yang lain.


"Awas saja jika kau macam-macam, kakak mu akan menghukum mu " ucap indah yang sudah bis menebak kemana cucu nya pergi.


"Hehehe,,, janji " ucap Vanya.


"Ayo kita pulang " ucap indah.


Setelah kepergian semua anggota keluarga BENATA baru Vanya juga ikut meninggalkan area bandara.


"Ayo kita berangkat " ucap Vanya.


"Mau ke mana " ucap Demian dan dengan sigap memasangkan helm pada Vanya.


Biar bagaimanapun dia tetap sayang pada kembaran yang kadang menyebalkan ini.


"Ikuti saja apa kata Vanya " ucap Vanya.


"Sudah siap " ucap Demian


"Gooooo " teriak Vanya semangat.


Si Domani tidak ingin ketinggalan dia mengikuti motor Demian dari belakang.


"Lebih cepat kakak, belok kiri " teriak Vanya.


"Pegangan " ucap Demian.


Vanya langsung menurut berpegang dan saat itu Demian langsung gas full motor kesayangan.


Sedangkan Domani yang melihat kembaran lebih cepat, dia juga gas full mobil nya.


"Kemana sebenarnya mereka " ucap Domani penasaran tapi saat dia melewati hutang-hutang.


"Apa jangan-jangan mereka pergi .... " Domani tidak melanjutkan ucapannya saat bisa menebak kemana Mereka pergi.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain πŸ™πŸ»