Little Queen

Little Queen
#91



Masih di suasana yang sama di Taman belakang mansion milik keluarga BENATA.


"Boleh bunda bertanya sesuatu " ucap Dinda.


"Tentu saja " ucap Ara sambil mencomot kue kesukaan nya.


"Bagaimana perasaan mu dengan nak Devan " ucap Dinda .


Uhuk uhuk uhuk


"Sayang, maaf maaf kan bunda " ucap Dinda dengan sigap mengusap belakang Ara.


"Minum lah " ucap Dinda menyodorkan air di tangan kiri nya.


"Maaf sayang bunda tidak Sengahja membuat mu tersedak " ucap Dinda saat Ara sudah mulai mendingan .


"It's okey Bun " ucap Ara dengan mata yang mengeluarkan air mata .


"Tidak perlu di jawab sayang pertanyaan bunda tadi " ucap Dinda


"Bunda, sebelum melanjutkan ucapannya Ara menggenggam tangan Dinda, ara tidak memiliki perasaan dengan pak Devan selain dosen dan mahasiswa saja " ucap Ara.


"Lalu bagaimana jika nak Devan melamar mu, apa kau menerima nya " ucap Dinda.


Jelas siapa pun yang melihat Devan, cara menatap dan memperlakukan Ara sangat istimewa itu sebabnya dia penasaran dengan perasaan putrinya pada Devan setidaknya jika tida memiliki perasaan Devan tidak merasa tersakiti.


"Bunda, Ara tidak tau jodoh jika Ara benar berjodoh dengan pak Devan , Ara akan menerima nya dan membuka hati dengan iklas " ucap Ara .


"Lalu bagaimana jika tiba-tiba Devan datang meminang mu " ucap seseorang yang datang menghampiri mereka.


Dinda dan Ara langsung membalikan badan melihat siapa yang bicara, walau suaranya sudah bisa di tebak siapa.


"Grandma " ucap Ara.


"Mom" ucap Dinda.


Indah langsung duduk di kursi yang kosong di samping cucu nya.


"Pertanyaan grandma belum di Jawab sayang " ucap indah.


"Ara serahkan semua nya pada bunda dan Daddy , karna Ara yakin pilihan bunda dan yang lain pasti yang terbaik untuk Ara " ucap Ara bijak.


"jadi kau menerima nya " ucap indah.


"Grandma tidak membuat sesuatu tanpa sepengetahuan Ara kan " selidik Ara.


"Tentu saja tidak " ucap indah langsung menyomot kue kesukaan nya.


"Grandma di panggil " ucap indah langsung pergi karna dia tak tahan di tatap oleh cucu nya.


Dinda yang dari tadi melihat ibu mertua nya aneh bingung.


"Bukan nya tidak ada yang manggil grandma mu, atau bunda tidak dengar " ucap Dinda.


"Mungkin grandma ingin ke toilet kali " ucap Ara asal.


"Sayang apa kau merasa grandma menyembunyikan sesuatu " ucap Dinda.


Ok fix , sekarang tidak salah lagi jika bunda nya yang tidak peka dengan sekitar sekarang menyadari hal ini maka dia akan mencari tau apa yang grandma nya lakukan.


"Entah lah bunda, oh iya kue nya enak " ucap Ara.


"Benarkah, jika enak habiskan masih banyak di belakang " ucap Dinda.


"Tentu saja, nanti buatkan lagi yang banyak untuk Ara " ucap Ara.


"Dengan senang hati " ucap Dinda.


Sedangkan indah yang langsung menuju kamar nya, langsung menghempaskan tubuhnya di kasur king size miliknya .


"Are you okey mom " ucap alaric.


"Astaga, dad mengagetkan saja " ucap indah.


"Bukan kah dad sudah dari tadi di sini, mom tidak menyadari nya " ucap alaric.


"Hehe ,,,, sorry dad " ucap indah cengengesan.


"Minum lah,mom sudah seperti di kejar setan saja " ucap alaric menyodorkan segelas air putih.


"Terima kasih dad " ucap indah langsung meneguk habis air yang di berikan suaminya.


"Setan tidak seram, tapi tatapan mata cucu kita lebih seram " ucap indah.


"Kan mom yang mengajar kan itu semua " ucap Alaric


"Dad menyebalkan " ucap indah langsung menuju kamar mandi.


Alaric hanya menggeleng kepala melihat tingkah laku istrinya, kenapa seperti ABG saja yang merajuk jika keinginan nya tidak di turuti.


Next part selanjutnya KK dan mohon maaf jika masih belum bisa double up karna author harus belajar sesuatu , mohon di maklumi πŸ™πŸ»