Little Queen

Little Queen
#98



Mereka harus menggunakan lift untuk berada di lantai atas.


Ting


"Di mana bunda berada " ucap Ara saat mereka sudah sampai di lantai atas.


"Ayo kita ke balkon " ucap Sasa


Saat ingin menuju balkon, Ara semangkin bingung dengan apa sekitar nya.


Karpet merah yang mereka jalani dan tak lupa bunga-bunga yang bertaburan di sekitar nya.


Seperti nya ini bukan acara makan malam saja, sudah seperti lamaran tapi kembali lagi, Kakak Sasa nya sudah di kamar bahkan hari pernikahan nya semangkin dekat tapi ini, untuk siapa , adik nya kah atau ...


Ah,,, sudah lah seperti nya ini tidak perlu di perkirakan lagi, dan saat mereka sampai di balkon restoran berbintang benar di sana sudah banyak keluarga nya yang tersenyum menyambut kedatangan mereka.


"Maaf kami terlambat " ucap Sasa.


"Kami belum mulai , ayo duduk sayang " ucap Dinda.


Sedangkan Vanya yang melihat Kaka nya berbeda dari hati biasanya, menatap Ara dengan senyum yang mengembang dan tak lupa dia mengerjakan mata lucu bahkan Ara sampai risih di tatap demikian .


"Kakak cantik " puji Vanya .



"Kakak memang cantik dari lahir, tidak seperti mu yang sudah seperti orang hutan " ucap Demian.


Bughhhh bughhhh


"Dasar Playboy cap kakap, kau memang menyebalkan " kesal Vanya.


"Vanya hentikan " ucap Demian.


"Jika di depan rezeki tidak boleh berantem sayang , tidak baik " ucap Dinda.


Dan benar saja Vanya langsung menghentikan pukulan nya yang di berikan pada gembarannya.


"Ayo kita mulai " ucap alaric.


Dan bertepatan dengan itu, lampu balkon langsung padam , tapi tunggu kenapa Ara mendengar langkah kaki seseorang dan juga tumben adiknya tidak teriak misterius bukan kah adik bungsu nya takut akan kegelapan.


" Bunda " panggil Ara.


Sunyi, tak ada jawaban dari bunda nya tapi samar-samar dia mendengar suara langkah kaki yang mulai mendekat pada nya .


Dan, tiba-tiba lampu mulai hidup kembali tapi hanya tertuju pada nya, Ara yang merasa silau langsung menutup mata nya dan saat itu juga terdengar suara seseorang yang bernyanyi lagu ulang tahun , Ara langsung membuka mata nya.


Dengan kue ulang tahun di tangan Dinda , dan semua anggota keluarga nya yang ikut menyanyikan lagu ulang tahun untuk nya.


Happy birthday to you


Happy birthday to you


Happy birthday , happy ,,,,


Bla,,, bla,,,,bla,,,,bla


"Eitttt,,,, jangan nangis ,,, ini hari bahagia bukan hari sad, sad ,,, sad ,,,, " ucap Vanya.


Saat Ara yang sudah ingin menetes kan air mata bahagia, tapi gagal karna ucapan adik nya .


"Happy birthday sayang " ucap Dinda dengan kue ulang tahun di tangannya.


"Happy birthday cucu grandma " ucap indah.


"Happy birthday putri Daddy " ucap Dominic.


"Happy birthday adik kakak yang paling imut " ucap Sasa.


"Happy birthday kakak " ucap triple D bersamaan.


"No,,,, no ,,,, Vanya juga imut tapi berhubung hari ini hari kelahiran kakak yang ke 20 tahun , UPZ,,,, ternyata kakak udh tua ckckck " ucap Vanya sambil menutup mulut nya.


"Astaga, gara-gara kau kakak tidak jadi nangis, ini momen langka tau " ucap Demian.


" Kakak, seperti nya adik durjana mu harus di beri lakban , biar bisa menghargai suasana melow ,,, kan langka bisa liat Queen sedih " ucap Domani kesal.


"Dasar kulkas, kau juga sama menyebalkan " ucap Vanya dan Demian bersama.


"Sayang, ini lilin nya sudah meleleh , tiup dulu lilin nya " ucap Dinda.


Lilin ya guys , bukan lili nanti di bilang nama otor pulak 🀭 ingat nama otor gak ada huruf N , okey πŸ‘


"Sayang ayo tiap lilin nya " ucap mereka .


Sebelum meniup lilin nya, Ara memejamkan mata mengucapkan doa , doa yang entah otor juga tidak tau, mungkin Ara mendoakan otor biar ketemu dengan jodoh otor yang sekarang mendaki di hati siapa 🀭


Setelah proses meniup lilin nya, akhirnya proses pemotongan kue dan potongan kue yang pertama akan di serahkan pada wanita hebat , siapa lagi jika bukan Dinda.


"Ini untuk Bunda " ucap Ara menyerahkan kue dan menyuapi Dinda.


"Terima kasih sayang, doa bunda selalu menyertai mu " ucap Dinda.


Tak terasa putri nya yang dulu sangat kecil, dan sangat menggemaskan sudah dewasa .


"Terima kasih bunda " ucap Ara.


Dan potongan kue yang selanjutnya akan di serahkan pada pria pertama yang memberi nya kasih sayang, tanpa memandang siapa dia .


"Daddy " ucap Ara menyerahkan sepotong kue.


"Untuk Daddy " ucap Dominic.


"Iya, terima kasih untuk semua yang telah Daddy berikan pada Ara " ucap Ara.


"Sama-sama sayang, tetap lah jadi Ara yang seperti dulu yang sangat menggemaskan " ucap Dominic.


Dan seterusnya masing-masing dari keluarga BENATA mendapatkan kue dari Ara .


Tapi saat mereka akan duduk kembali di posisi masing-masing , lampu kembali padamu .


Apa yang terjadi kali ini , ayo kita saksikan nanti next part selanjutnya ,,, mohon maaf atas keterlambatan update hari ini ,karna otor ada urusan sedikit dan terima kasih reader yang selalu mengingatkan otor update melalu akun sosial media otor πŸ₯°