
Setelah mendapat perintah mereka langsung memegang Marni .
Sedangkan Vanya memasukkan obat dalam jarum suntik yang ada di pegang nya dan Ara memperhatikan itu tanpa mencegah apa yang adiknya lakukan tapi tiba-tiba ponselnya nya berdering ..
Saat Ara sudah melihat siapa yang menghubungi nya dia langsung menjauh takut orang di sebrang sana mendengar apa yang di lakukan .
"Saat nya dokter bereaksi " ucap Vanya tersenyum jahat .
"Emmmm kalau dokter suntik pasien nya di mana " ucap Vanya .
"Di tangan, di punggung belakang " ucap anggota Ara.
"Emmmm,,, di mana aku harus suntik jarum ini " bingung Vanya.
"Di leher nya " ucap anggota Ara.
"Leher " ucap Vanya memikirkan saran dari anggota kakak nya.
Sedangkan Ara menghubungi seseorang di sebrang sana terkejut saat mendengar teriakkan seseorang.
"Aaaaaaarrrggggg"
"Horeeee,,, dokter sudah berhasil " ucap Vanya bahagia.
"Aku akan menghubungi mu nanti " ucap Ara langsung memutuskan sambungan telpon secara sepihak.
"SAKIT BOD*H " teriak marni .
Bughhhh ...
"Seharusnya aku memang sudah membunuh mu lebih dulu " geram Ara.
"Dasar cucu pembawa sial " marah Marni.
"Mommy " teriak seseorang.
Ara langsung mundur saat mendengar teriakkan seseorang.
" Ya,, ada oom " ucap Vanya lemah.
Tentu saja, kan dia tidak bisa bermain-main lagi dengan si nenek lampir ini.
"Ardian , tolong mommy , mereka lihat dia menyekap mommy " ucap Marni.
"Mom, Stop " ucap Ardian sedih.
"Mom, sudahi semua nya ini semua salah mommy , hidup Ardi berantakan juga karna mommy, please sudahi ini semua minta maaf pada orang-orang yang sudah mommy sakiti " ucap Ardi memohon.
"Iya betul , sudah bau tanah juga " ucap Vanya.
"Vanya " tegur Ara.
"Sorry " ucap Vanya.
"Dasar anak kurang ajar " geram Marni.
"Mommy STOP , cukup mom jangan buat hidup mommy di penuhi dengan dendam Ardi mohon , jika bukan untuk Ardi coba mommy ingat grandma ,,, semua grandma lakukan untuk mommy tapi apa yang mommy buat , mom mau Ardi mengabaikan mommy seperti mommy mengabaikan grandma " ucap Ardian.
Ingat dengan jaksa Jessi , wanita yang rela melepas karir yang susah payah dia dapatkan dan hancur karna ulah suami dan putri nya .
"Grandma memang tidak pernah sayang pada mommy, bukti nya grandma mu meninggalkan mommy di sini seorang diri " ucap Marni sedih.
"Apa dia bisa nangis " ucap Vanya pelan.
"Aku pikir dia tidak bisa nangis " ucap Vanya lagi.
"Mom apa semua yang mommy dapatkan tidak cukup baik untuk membuat mommy sadar " ucap Ardian.
"Ini semua karna anak pembawa sial itu , hidup mommy hancur karna mereka " ucap Marni.
PLAKKKK
Ardian langsung menarik kembali tangan nya, saat dengan reflek menampar wajah Marni.
Ara langsung shock saat Ardian dengan lancang menampar wajah Marni, sedangkan Vanya jangan di tanya dari bahagia sekali menonton adegan apa yang emmm,, apa pun itu yang penting bukan adegan pacaran tapi dia masih kepo dikit .
Astaga Vanya , kau masih kecil jadi tolong jangan buat hal biar kuping mu tidak di jewer oleh bunda kesayangan mu.
Sedangkan Marni yang tida menyangka jika putra kesayangannya nya, yang selalu menuruti apa pun yang dia perintahkan dan sekarang menampar wajah nya.
"Mommy Ardian tidak Sengahja " ucap Ardian.
"Hahahaha,,,, lihat putra yang mommy besarkan dengan kasih sayang dengan berani melayangkan tangan nya karna membela anak pembawa sial ini " ucap Marni .
Bughhhh ...
Next part selanjutnya KK dan mohon maaf atas keterlambatan update hari ini mohon pengertian nya ππ»