
Dan akhirnya mereka sampai di mansion utama milik keluarga BENATA setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari bandara.
Dan saat mereka sampai Sasa da Arga menuju kamar mereka terlebih dahulu untuk membersihkan tubuh mereka habis perjalanan jauh.
Sedangkan anggota keluarga lain menunggu di ruang keluarga dan si triple D tentu duduk di sana sambil membuka koper berisi hadiah.
"Yuhuuu,,, Vanya dapat buku cantik " ucap Vanya bahagia.
Apa lagi saat cover buku nya bewarna pink, dan dia menebak itu buku cerita lumayan untuk mengisi kekosongan di hati nya .
Hati, apa bebeb nya juga menjaga hati untuk nya, oh iya memangnya dia punya bebeb ?
"Buku apa itu " ucap Demian.
"Cara biar tidak menjadi Playboy " ucap Vanya.
Astaga, rasanya mereka ingin tertawa mendengar ucapan Vanya bagaimana bisa dia berkata demikian dengan suara tinggi lagi.
"Untung saja pilot tadi tidak menerima mu klau iya betapa malu nya dia memiliki wanita seperti mu " ucap Demian kesal.
"Pilot siapa " ucap Sasa dan Arga yang berjalan menghampiri mereka
"Iya kakak masak Vanya nembak pilot " ucap Demian.
Dan mereka bisa menebak jika respon yang Sasa tunjukan shock, karna tidak habis pikir atas apa yang di lakukan adik nya.
Bagaimana bisa adik nya melakukan hal konyol seperti itu, dia masih sekolah dan sudah berani menyatakan cinta apa lagi dengan pria yang tidak dia kenali.
"Pantas saja dia senang saat ingin menjemput mu sayang " ucap indah.
"Tapi grandma kemarin malam ada seorang guru yang bijak, tapi itu hanya berapa detik sekarang dia sudah mulai menunjukkan kekonyolan pada orang lain " ucap Demian.
Sedangkan yang di bicarakan bukan nya merasa malah fokus pada buku yang dia pegang.
"Apa di sana ada orang " ucap Ara .
Vanya yang asik membaca buku hanya melirik dan kembali fokus pada bukunya.
Perpustakaan mereka tidak akan penuh oleh buku-buku yang di bawa oleh setiap orang yang pergi ke negara asing.
Karna habis mereka baca mereka membawa buku buku itu di yayasan yang di bangun oleh indah dan itu sebabnya perpustakaan tidak akan penuh oleh buku yang di bawa oleh siapa pun.
"Di sana hanya ada tembok Kaka, Kaka tidak lihat wajah nya datar kayak tembok " ucap Demian.
"Di sini ada Vanya , si cantik jelita sejagat raya putri bungsu benata " ucap Vanya
"Siapa bilang bungsu, di dalam perut bunda ada baby loo " ucap Dominic.
"Tidak mau, bunda " rengek Vanya
"Mas, Daddy hanya bercanda sayang " ucap Dinda.
"Blueekkk " dengan menjulurkan lidahnya pada Daddy nya yang suka membuat nya kesal.
Kembali lagi pada pembahasan yang mereka bahas tadi yang sempat terpotong oleh saudara nya.
"Memang nya pilot mana yang dia sukai " ucap Arga.
"Kakak " kesal Vanya
"Kenapa Vanya, sini kakak pinjam ponselnya " ucap Sasa.
Dan dengan cepat Vanya menyembunyikan ponselnya di paha nya, mana boleh ponselnya di buka oleh siapa pun.
"Kakak cuma mau cek no rekening mu kok sayang " ucap Ara lagi.
"Bohong, kakak kan tahu no rekening Vanya " ucap Vanya lagi.
Giliran masalah uang saja Vanya akan cepat tanggap, tapi jika bahas tentang pilot saja dia pura-pura tidak dengar .
"Cuba lihat ini " ucap Ara sambil memperlihatkan ponselnya pada semua orang.
"Tampan kan " ucap Ara.
Devan yang tadi nya cek email dari asisten nya dengan cepat melihat apa yang di tunjukkan istrinya pada semua orang.
"Iya dia sangat tampan " ucap Sasa lagi.
"Tidak, dia tidak tampan sayang " protes Devan.
"Iya dia jelek sekali " ucap Arga lagi.
Mereka yang mendengar itu langsung tertawa terbahak-bahak, bagaimana bisa mereka bisa terpancing dengan candaan istri mereka.
"Buahahahhhhhh "
Vanya yang tadi pura-pura fokus jadi penasaran dengan gambar yang di tunjukkan oleh kakak nya.
"Kakak, dia pak pilot Vanya " ucap Vanya saat sudah melihat foto seorang pria tampan.
"Kakak curang, curi foto pilot Vanya " ucap Vanya merajuk.
"Curi, ini bukan milik Vanya lo mana tau dia sudah menikah " ucap indah lagi.
"Ih,,,, grandma menyebalkan " ucap Vanya.
"Dia belum nikah Vanya harus rajin belajar biar pilot nya mau sama Vanya " ucap Ara lagi
Vanya yang mendengar ucapan Vanya langsung menatap kakak nya dan tanpa aba-aba langsung duduk di dekan kakak nya
"Sorry kakak, Vanya ingin duduk " ucap Vanya tanpa dosa.
"Iya, jangan lama-lama ya nanti kakak rindu " ucap Devan sambil menggeser tempat duduk nya .
"Emmm,,, akan Vanya pikiran " ucap Vanya.
"Kakak mana foto nya " ucap Vanya.
Karna posisi dia mengambil gambar nya berbeda dengan kakak nya yang pas dan itu membuat nya sangat tampan sekali.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya ππ»