Little Queen

Little Queen
#162



Setelah selesai bersiap siap Dinda langsung turun ke lantai bawah, dan saat di anak tangga Dinda melihat sudah ada seorang pria yang duduk menunggu diri nya di ruang keluarga.


"Mas " ucap Dinda.


Iya, Dominic yang menunggu di sana dan saat mendengar suara istri nya Dominic langsung memutar badan yang sebelumnya dia membelakangi tangga.


"Sudah siap sayang " ucap Dominic saat melihat Dinda yang sudah rapi dengan pakaian nya.


"Sudah, mas sudah lama sampai " ucap Dinda.


"Baru saja, ayo kita berangkat sekarang " ucap Dominic.


"Bibik sudah di siapkan puding nya " ucap Dinda.


"Sudah nyonya, semua nya di dalam paper bag ini " ucap maid.


"Ayo kita berangkat " ucap Dinda.


Mereka langsung berangkat menuju mansion Ara yang kebetulan tidak jauh dari mansion utama BENATA.


***


Sedangkan Ara dan Devan yang berada di mansion nya sedang berada di ruang keluarga dengan Ara yang berbaring membuat paha Devan sebagai alas kepalanya.


"Sayang, apa hanya perasaan mas saja jika sayang akhir akhir ini berubah " ucap Devan sambil membelai rambut Ara


Ara yang semulanya fokus pada kartu yang dia tonton langsung menatap suaminya dengan tajam.


"Seperti sekarang sayang tidak suka nonton kartun tapi lihatlah sekarang sayang malah mencari kartun, apa sayang tidak merasa ini aneh " ucap Devan.


Yang sudah lama merasa keanehan istrinya, tapi baru sekarang dia mengungkapkan isi hatinya.


"Apa perlu kita periksa ke dokter " ucap Devan lagi.


"Ara tidak sakit mas ini hal wajar " ucap Ara lagi.


"Wajar " ulang Devan .


Tapi belum juga Ara jawab bel pintu berbunyi dan Ara langsung bangun dari posisi baring nya karna dia sudah bisa menebak jika siapa yang datang.


Ting Tong ....


"Sayang tunggu jangan lari lari nanti jatuh " ucap Devan sambil menyusul istrinya.


Dan saat Ara sudah sampai di depan pintu utama tanpa menunggu lagi Ara langsung membuka pintu nya.


Ceklek....


"Bunda " ucap Ara langsung memeluk tubuh Dinda.


"Sayang jangan terlalu kuat bunda tercekek " ucap Dinda lagi.


"Maaf bunda, habis Ara rindu " ucap Ara langsung mengurangi pelukannya.


"Memangnya dengan Daddy tidak begitu " ucap Dominic iri karna tidak di peluk oleh putri nya.


"Daddy juga " ucap Ara langsung bergantian memeluk tubuh Dominic.


"Eh,, iya Ara sampai lupa ayo dad, bun masuk " ucap Ara.


Mereka langsung masuk saat sudah di persilahkan masuk oleh tuan rumah.


"Apa itu puding yang Ara inginkan " ucap Ara saat melihat dua maid yang membawa paper bag.


"Benar nona muda " ucap maid.


"Tolong siapakah di dapur ya bik " ucap Ara.


"Baik nona " ucap maid.


Langsung menuju dapur, karena dia sering datang ke mansion Ara jadi dia sudah hafal di mana letak dapur di mansion Ara.


"Nak Devan tidak bekerja " ucap Dominic membuka topik pembicaraan .


"Tidak dad, mungkin besok " ucap Devan.


"Lalu Ara tidak kuliah " ucap Dinda lagi.


"Ara mual mual tadi pagi Bun, jadi Ara izin " ucap Ara.


"Apa kau sudah periksa sayang " ucap Dinda.


Dinda langsung tersenyum saat mendengar jika Ara mual mual.


"Emmm,,, belum " ucap Ara yang paham arah mana pembicaraan Dinda.


"Periksa apa Bun, apa Ara memiliki riwayat penyakit " ucap Devan khawatir.


"Tidak nak Devan Ara baik-baik saja " ucap Dinda.


"Syukurlah " ucap Devan lagi


"Permisi tuan nyonya " ucap maid dengan membawa puding yang di buat oleh Dinda dan tak lupa minuman yang sudah dia buat.


"Terima kasih bik " ucap Ara.


"Waw,,, ini pasti enak " ucap Ara langsung mengambil puding dan memakan nya.




"Bagaimana sayang " ucap Dinda.


"Enak Bun " ucap Ara .


Setelah mereka mengobrol dan para wanita langsung menuju dapur untuk menyiapkan makan siang di Bantu maid dan setelah selesai makan siang berbincang sampai sore hari baru mereka pulang tapi tidak untuk maid yang berangkat bersama mereka.


Tentu maid dan chef tinggal di sana untuk menyiapkan makan malam bersama keluarga besar BENATA dan gak lupa mereka mengundang keluarga Pratama sekali.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain