Little Queen

Little Queen
#80



"king " ulang Mila.


" Astaga mati aku " Devan membatin.


"Tunggu, king maksud nya cucu ku membangun mafia begitu " ucap Sena


"Indah, horeee " ucap Sena langsung memeluk tubuh indah.


Oh my God, ada ala dengan grandma satu ini kenapa dia heboh sekali .


"Sena aku bisa mati jika kau cekek begini " ucap indah.


"Up,,, sorry indah " ucap Sena .


Kembali lagi dengan keadaan yang serius, karna Brayen dan Alexander sudah menatap Devan dengan berbagai macam pertanyaan.


"Dad, grandpa , Devan bisa jelaskan " ucap Devan.


"katakan " ucap Brayen.


"Iya, Benar Devan membangun markas di hutan bagian selatan, tapi dad tenang saja Devan tidak menerima pekerjaan yang tidak baik, kami ingin menegakan kebenaran " ucap Devan.


"Sejak kapan " ucap Brayen tegas.


"Belum sampai 2 bulan " ucap Devan menunduk takut.


"Apa yang membuat mu, nekat begini kau tau mafia menaruhkan nyawa tidak jauh beda dengan abdi negara ,dan bagaimana jika kau membangun markas secara ilegal kau ingin mendekam di penjara, itu yang kau mau " ucap Brayen.


"Dad, kita bicarakan ini pelan pelan kasian, putra kita dia masih terluka " ucap Mila.


"Mom ini sudah keterlaluan dia mengambil keputusan yang begitu berat tanpa izin dengan kita terlebih dahulu memangnya dia anggap kita " ucap Brayen.


"Maaf dad " ucap Devan.


"Nak Brayen, mafia tidak terlalu bahaya seperti apa yang kau bayangkan, ya memang sebelum izin dengan negara kita akan di kejar seakan tersangka kriminal, tapi percayalah jika sudah mendapat izin negara bahkan kita yang di lindungi oleh negara' " ucap indah.


"Tapi mom, dia tidak dapat izin dari negara " ucap Brayen.


Ya memang Brayen memanggil indah dengan sebutan mom, karna mommy nya berteman baik dengan indah .


"Meminta izin negara tidak mudah di dunia bisnis nak, kita harus membuktikan jika kita benar membangun markas bukan untuk kepentingan pribadi tapi untuk masyarakat " ucap indah.


"Tunggu, seperti nya mom sangat paham di dunia mafia " ucap Brayen.


"Tentu saja, dia seorang Queen " ucap Sena lantang.


Tak hanya Brayen, Devan bahkan sangat terkejut mengetahui kebenaran ini.


Devan langsung menatap Ara , yang duduk diam di kursi roda nya.


"Kenapa menatap ku begitu " ucap Ara.


"Jangan bilang ,,,, " Devan menjeda ucapan nya.


"Apa " ucap Ara.


"Pasti kau, karna tidak mungkin kakak mu dia sangat berbeda " ucap Devan.


"Hi,,,, selamat anda berhasil mengetahui Queen naga putih " ucap Ara.


Betapa bahagia nya Devan saat mengetahui siapa sebenarnya Ara, karna Ara sangat licin menyembunyikan identitas nya, siapa sangka wanita cantik yang sudah membuat nya pusing 7 keliling adalah seorang Queen.


Padahal saat dia membangun markas, dia hanya ingin memastikan jika wanita nya nanti akan aman bersama nya.


Tapi sekarang bisa jadi dia yang meminta perlindungan dari wanita nya.


"Kami sudah izin negara sejak saat aku masih remaja, dan semua itu karna ayah ku seorang abdi negara " jelas indah.


"Aku bahkan sudah melihat surat izin mu, di agen rahasia kau tunggu saja " ucap indah.


Keluarga yang sangat keren, apa yang tidak mereka miliki mungkin sudah semua.


"Dan dari semua cucu ku hanya Ara yang dari kecil sangat menggemari pistol, dan sekarang akan mulai pengikut baru " ucap indah.


"Siapa " ucap Dominic.


"Siapa lagi jika bukan Vanya " ucap Ara.


"Vanya " ucap Dinda.


"Astaga, bukan nya dad bilang nunggu selesai sekolah " ucap dominic.


"Hehe, sorry dad " ucap Ara cengengesan.


Sekarang kebenaran demi kebenaran sudah terungkap, karna ini sudah mulai siang dan Ara harus perlu istirahat sebelum bermainnya dengan sampah .


Tidak melupakan Steve bukan, sekarang mungkin dia sudah bertemu dengan Daddy nya .


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain πŸ™


mohon support dan dukungan nya