
Setelah menghabiskan waktu dan tenaga yang begitu nikmat luar biasa, tak terasa matahari sudah mulai memperlihatkan sinar matahari.
Devan yang lebih awal membuka mata langsung memisahkan diri dari istrinya yang tadinya mereka berpelukan dan setelah selesai menggunakan bokser Devan langsung menuju kamar mandi tapi sebelum itu.
Cup ...
"Terima kasih atas segala nya " ucap Devan.
Walau tidak ada jawaban dari istrinya, Devan tidak masalah dan langsung menunjuk kamar mandi.
Dan setelah 30 menit di kamar mandi Devan keluar dengan wajah yang sudah segar.
"Sayang bangun ayo kita jalan jalan " ucap Devan.
Sedangkan Ara yang masih terpejam langsung membuka mata nya dan tersebut di balik selimut putih yang melilit tubuh polos nya.
"Jalan jalan " ucap Ara .
"Iya, jalan jalan " ucap Devan.
"Okey, Ara mandi dulu " ucap Ara langsung bangun dengan langkah yang sedikit tertatih dan saat melihat itu Devan langsung..
"Aaaaaaarrrggggg " kaget Ara
"Pegang sayang nanti jatuh " ucap Devan.
Iya, Devan langsung mengendong Ara tanpa aba-aba dan itu sebabnya Ara terkejut.
"Mas tunggu d luar jika perlu sesuatu panggil saja mas " ucap Devan saat Ara sudah di kamar mandi.
"Okey, terima kasih mas " ucap Ara.
Cup ....
Ara langsung menutup pintu kamar mandi setelah mencium pipi Devan.
Sedangkan Devan yang mendapat vitamin langsung tersenyum bahagia, dia pikir jika istrinya akan malu tapi dia salah besar istrinya sangat luar biasa.
"Kenapa aku tidak menikah dari dulu, ini sangat menyenangkan " ucap Devan langsung menuju kasur tempat dia menyatukan diri tapi pergerakan terhenti saat menemukan bercak merah.
"Aku orang yang pertama " ucap Devan langsung melepas seprai nya biar tidak ada yang melihat semua ini.
sedangkan Ara yang berada di kamar mandi, setelah 45 menit membersihkan diri akhirnya Ara menyudahi semua nya dan langsung keluar dari kamar mandi.
"Sudah selesai sayang " ucap Devan sambil menyiapkan sarapan mereka yang sudah dia pesan saat Ara sedang mandi.
"Sudah mas, sini biar Ara bantu seharusnya Ara yang melakukan ini " ucap Ara.
"Tidak, sayang duduk saja, dan siapa bilang laki-laki tidak boleh melakukan ini semua " ucap Devan.
"Tapi ....." ucapan Ara langsung terpotong oleh Devan.
"Sttttttt,,,,mas akan melakukan apa pun yang mas bisa kecuali melahirkan dan mengandung karna itu tidak bisa laki-laki lakukan " ucap Devan saat sudah berjongkok di hadapan Ara.
"Memangnya mas ingin punya baby " ucap Ara.
"Tentu saja, dan jangan bilang sayang tidak ingin baby " ucap Devan
"Jika boleh Ara ingin punya baby sekarang malah " ucap Ara tak mau kalah.
"Jadi kita harus segera punya baby, itu tandanya .... " Devan menjeda ucapannya.
"Kita akan sering melakukan nya " ucap Ara.
"Istri mas memang cerdas, ayo kita makan biar bertenaga saat main kuda-kudaan " ucap Devan vulgar.
"Nanti jika sudah pulang jangan sampai berbicara vulgar apa lagi di hadapan Vanya " ucap Ara.
"Janji sayang, ayo kita sarapan mas sudah lapar sekali " ucap Devan.
"Ayo " ucap Ara.
Karna jujur dia juga sudah sangat lapar, apa lagi tenaga nya di kuras habis oleh suaminya yang sudah mengambil kesucian yang dia jaga sampai sekarang tapi tunggu kenapa dia tidak menemukan bercak merah di seprai mereka ...
"Mas ... " ucap Ara.
"Mas sudah suruh petugas hotel mengganti seprai nya sayang, dan untuk bercak merah nya sudah mas gosok sebelum petugas sampai " ucap Devan .
"Maaf mas tidak seharusnya mas melakukan itu " ucap Ara.
"Itu juga karna mas yang buat, jadi tidak masalah seharusnya mas berterima kasih sudah menjaga untuk mas " ucap Devan.
"Sama-sama, dan bukan hanya Ara saja semua wanita akan melakukan hal yang sama, sudah lanjut makan nya Ara sudah tidak sabar untuk jalan jalan " ucap Ara.
Meraka dengan cepat menghabiskan sarapan mereka dan setelah selesai mereka langsung pergi jalan jalan sesuai dengan apa yang Devan katakan.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya