Little Queen

Little Queen
#95



Sedangkan di mansion wanita cantik yang sedang asik membuat kue , tiba-tiba menghentikan kegiatannya saat ponsel nya bergetar.


Drrrrr Drrrrrr


"Bibik tolong selesai ini " ucap Dinda.


"Baik nyonya" ucap maid.


Saat Dinda membuka ponsel nya, dia kira yang mengirim pesan pada nya suaminya tapi ternyata mantan .


ARDIAN


Dinda, boleh aku membawa Ara dan Sasa liburan , tidak jauh kok mungkin d taman atau di pantai saja .


Dinda


Maaf tuan, Dinda tidak bisa pastikan, tapi bagaimana jika tanya langsung pada orang nya saja .


ARDIAN


Tadi aku kirim pesan pada Ara, dia bilang izin pada bunda.


Dinda


Baiklah, nanti Dinda akan bicara pada nya.


ARDIAN


Terima kasih Dinda.


Setelah mengirim pesan pada mantan suaminya nya, Dinda langsung menyimpan kembali ponselnya nya dan langsung menghampiri maid yang sudah menyelesaikan kue nya.


"Sudah selesai bik " ucap Dinda.


"Sudah nyonya, tinggal nunggu Mateng " ucap maid.


"Terima kasih bik, sudah melanjutkan " ucap Dinda.


"Sudah tugas kami nyonya " ucap maid.


Tiba-tiba dari arah depan, terdengar teriak yang ah,,, sudah seperti orang hutan saja.


"Bunda,,,, yuhuuuu Putri cantik jelita nya bunda datang, bawa banyak apa ya ini banyak pokok nya " teriak Vanya.


"Vanya , astaga bisa kau pelan kan suara mu yang cempreng bin ajaib ini " ucap Demian.


"Putri putra bunda sudah pulang " ucap Dinda.


"Bunda " ucap Vanya langsung memeluk tubuh Dinda.


"Vanya bau Acem bunda " ucap Demian.


"Mana ada " ucap Vanya tak terima.


"Sudah, sudah sana mandi atau ganti baju saja , bunda ingin mandi baru selesai buat kue " ucap Dinda.


"Kue,,, horeeee makan kue lagi " ucap Vanya bahagia.


"Bunda memang paling pandai buat kami gendut, baiklah kami akan ganti pakaian terlebih dahulu " ucap Domani.


"Nanti habis itu turun ya sayang, kita makan kue bersama " ucap Dinda.


"Baik bunda " ucap mereka bersamaan.


Sedangkan Ara yang baru saja sampai di mansion nya, langsung melepas helm nya dan langsung masuk .


"Selamat datang kembali nona " ucap maid yang membukakan pintu untuk Ara.


"Terima kasih bibik, tapi tidak perlu setiap Ara datang bibik bukan kan pintu, bibik kan pasti capek " ucap Ara.


"Bibik tidak capek nona, bahkan bibik senang " ucap mid lagi.


"Baiklah , di mana bunda dan yang lain " ucap Ara.


"Nyonya dan nona muda sedang di kamar " ucap maid.


"Baiklah, jika begitu Ara ingin naik ke atas sebentar " ucap Ara.


"Baik nona " ucap maid.


"Kakak, sini sini duduk di samping Vanya " ucap Vanya langsung menarik tangan Ara biar duduk di samping nya.


"Makan kue buatan bunda, enak Lo Kaka " ucap Vanya.


Sepertinya Vanya sudah Cocok jadi sales kue, buktinya saja dia mempromosikan kue hasil buatan bunda nya pada kakak nya.


"Sebelum kau lahir pun, kakak sudah tau kue buatan bunda enak " ucap Demian .


"Kakak suntik saja si playboy satu ini " ucap Vanya kesal.


"Enak saja, kau itu yang patut di suntik biar kau tidak seperti orang hutan " ucap Demian.


"Bunda,,,,, " rengek Vanya.


"Sudah lah kakak, suntik saja merek berdua " ucap Domani.


"Kulkas " kesal mereka bersamaan.


"Sudah lah triple D " ucap Sasa .


"Oh iya Ara, apa Daddy ada mengirim pesan mengajak kita pergi " ucap Sasa.


"Ada " ucap Ara dengan mulut yang penuh mengunyah kue .


"Dad Dominic , atau om Ardian " ucap Vanya kepo.


"Daddy Ardian " ucap Sasa.


"Kau punya waktu senggang " ucap Sasa.


"Besok sore bisa, pagi Ara ada kelas " ucap Ara.


"Tapi apa bunda izinkan " ucap Ara.


"Tentu saja sayang " ucap Dinda.


"Terima kasih bunda " ucap Ara


Ya, mereka langsung mengabari jika besok sore akan pergi liburan bersama .


****


Dan saat siang berganti malam, Terdengar deru mesin mobil yang baru sampai.


"Daddy " ucap Vanya langsung berlari menuju pintu Utama.


Dan benar saja Dominic yang baru sampai dan saat dia keluar dari mobil nya , dia sudah melihat putrinya yang berlari menghampiri nya, dan di ikuti oleh yang lain.


Saat saat seperti ini yang membuat Dominic bahagia, secapek apa pun dia bekerja seakan semua hilang, melihat keluarga kecilnya .


"Mas " ucap dinda.


"Daddy " ucap mereka semua.


"Sayang " ucap Dominic .


"Emmm,,,,dad apa tidak ada oleh oleh " ucap Vanya celengek celenguk melihat di dalam mobil.


"Astaga, apa perut mu gentong atau apa , kau sudah makan kue banyak tapi masih nanya oleh oleh " ucap Demian tak habis pikir.


"Iri bilang bos " ucap Vanya.


"Sudah, sudah tentu semua nya ada di bagasi mobil " ucap Dominic membuka bagasi mobil.


Pergi seharian seakan Dominic pergi berbulan bulan, oleh oleh nya sesuai dengan putri nya pesan .


"Wow , banyak sekali " kagum Vanya.


"Terima kasih Daddy " ucap mereka.


"Sama-sama sayang " ucap Dominic.


"Ayo kita bawa masuk " ucap Dinda.


"Ayo, les gooo " ucap Vanya.


Hi reader kesayangan author πŸ€— mohon pencerahannya bimbang ini mau uji keberuntungan di mana πŸ™πŸ» eh ,,,, jangan lupa mampir ya di karya author yang lain dan yang sudah mampir dan menjadi kan favorit thanks you very very much πŸ₯°πŸ₯°πŸ’ž