Little Queen

Little Queen
#156



Masih pada posisi yang sama ruang keluarga BENATA di mana semua anggota keluarga BENATA berkumpul kecuali Sasa dan suami yang masih menikmati masa honeymoon mereka di Dubai.


"Oh iya, kami ingin mengatakan sesuatu pada semua orang di sini " ucap Ara .


Semua orang langsung menatap Ara saat ingin mengatakan sesuatu, apa itu apa sudah ada calon baby ?


"Apa baby sudah hadir " ucap indah.


Bagaimana bisa pertanyaan seperi itu di ajukan oleh grandma indah.


"Aamiin, semoga saja segera hadir " ucap Ara dan Devan bersamaan.


"Maaf grandma hanya bercanda sayang " ucap indah.


"Nikmati dulu masa pacaran kalian masalah baby tuhan tahu kapan waktu yang tepat " ucap Dinda.


Ara tersenyum karna keluarga BENATA tidak menuntut keturunan atau apa lah itu, karna bagi mereka sekuat apa pun kita berusaha jika masih bukan rezeki kita maka buah hati yang di harapkan tidak akan hadir.


Tapi begitu pun sebaliknya, selemah apa pun diri kita jika memang sudah rezeki dan takdir yang digariskan untuk kita maka kita pasti akan memiliki nya.


"Dan jangan lupa berusaha " ucap Dominic lagi.


Para laki-laki langsung tersenyum penuh arti, kecuali dua D yang hanya saling pandang, apa lah daya yang masih di bawah umur jadi sudah lah .


"Pasti dad " ucap Devan semangat.


Giliran yang enak-enak saja para laki-laki sangat cepat, tapi giliran susah pada mau ngilang.


Kembali lagi pada pertanyaan Ara yang sudah di potong oleh anggota keluarga nya.


"Lalu apa yang ingin kau sampai sayang " ucap Dinda.


Sebelum menjawab pertanyaan wanita hebat yang sudah menjada nya, Ara menarik nafas terlebih dahulu sebelum Mendapat tanggapan yang berbeda-beda.


"Kami berencana ingin pindah " ucap Ara.


"Apa pindah "


"Di mana "


"Kapan"


"Dengan siapa "


Pertanyaan demi pertanyaan mereka ajukan untuk Ara dan Devan, dan mereka sudah menebak jika semua anggota keluarga nya shock secara mereka baru menikah dan sudah ingin pindah secepat itu.


"Secepat mungkin, dan tadi siang kami sudah melihat mansion yang mas Devan siapkan " ucap Ara.


"Kami hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kelian, apa pun yang terjadi selesai dengan kepala dingin " ucap indah.


"Iya grandma mu benar, ujian saat sudah menikah pasti ada dan selesai dengan baik-baik masalah nya, bukan hubungan nya " ucap alaric lagi.


"Mansion BENATA akan selalu terbuka untuk kalian " ucap Dominic.


"Terima kasih dad, semua nya " ucap Ara dan yang lain.


Sedangkan Dinda masih diam, Ara yang melihat itu langsung menghampiri bunda nya dia tahu ini yang pertama kali nya mereka akan berpisah tapi dia sudah menikah dan dia juga harus mengikuti kemana pun perginya suami nya.


"Bunda " panggil Ara.


"Bunda tida apa-apa, tapi Ara harus janji hati datang ke mansion ini saat Ara sedang tidak sibuk " ucap Dinda hang sudah menahan tangis.


"Ara tidak bisa janji, tapi Ara akan berusaha setiap Minggu datang kemari " ucap Ara Sambil memeluk tubuh Dinda .


"Di mana alamat mansion baru Kalian " ucap Dominic.


"Tidak jauh dari sini dad, hanya memerlukan 30 menit saja " ucap Devan.


"Jangan bilang mansion baru itu " tebak indah.


"Grandma tahu mansion baru di jalan xxx " ucap Ara setelah selesai berpelukan.


"Tentu saja tahu, banyak teman grandma yang menginginkan itu tapi sayang sudah di beli , dan ternyata astaga itu mansion cucu ku, nak Devan memang pandai memilih " ucap indah.


"Apa cantik grandma " ucap Vanya.


"Sangat, seperti hotel " ucap indah.


"Vanya ingin nginap boleh " ucap Vanya.


"mana boleh " ucap indah.


"Tentu saja boleh siapa pun boleh nginap di sana " ucap Devan.


"Kakak ipar memang terbaik " ucap Vanya bahagia.


"Nanti kita akan sama-sama pergi ke sana " ucap Ara.


"Asikkkk " ucap Vanya.


"Dengan senang hati " ucap mereka.


Karena mereka juga penasaran dengan mansion baru Ara dan Devan dan mereka sangat bersyukur karena Ara sangat bahagia terlihat jelas kebahagiaan yang terpancar di wajah Ara.


Dan setelah selesai berbicara dan malam sudah larut mereka memutuskan untuk istirahat di kamar mereka masing-masing.


****


Saat pagi hari sudah tiba seperti biasa mereka akan melakukan sarapan pagi bersama dan setelah selesai mereka langsung menuju ruang keluarga yang kebetulan sekarang hati libur jadi mereka bisa sedikit santai menunggu waktu tiba pengantin baru satu nya.


"Bunda kapan kita akan berangkat " ucap Vanya yang sudah dari pagi siap dengan pakaian santai nya.


"Masih satu jam lagi sayang " ucap Dinda.


"Lama sekali ya, apa pesawat nya macet di atas " ucap Vanya.


Apa pak pilot tidak tahu jika dia sudah tidak sabar ingin ke bandara, tapi kenapa lama sekali.


"Tidak baik bicara begitu sayang " tegur Dinda.


"Sabar Vanya, sebentar lagi kita berangkat kok " ucap Ara.


"Benar kah " ucap Vanya.


"Benar Vanya sayang " ucap Ara.


Dan tak lama Ara bicara demikian akhirnya sudah saat nya mereka berangkat ke bandara menjemput kedatangan pengantin baru yang pulang dari honeymoon.


"Ayo kita berangkat " ucap Alaric.


"Ayo " ucap mereka.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya