Little Queen

Little Queen
#166



7 bulan kemudian.


Sekarang perut Ara semangat membuncit dan menambah **** tubuh Ara yang membuat Devan sangat kelimpungan melihat itu semua .


Dan keperluan untuk bayi mereka sudah mereka siapkan dari jauh sebelumnya, tidak hanya mereka anggota keluarga nya ikut serta menyiapkan perlengkapan bayi mereka.


Jadi semua keperluan baby sudah di siapkan dan saat sudah saat nya Ara ingin melahirkan Tinggal membawa tas besar perlengkapan bayi nya.


Semenjak hamil tubuh istrinya sangat menggoda menurut nya dan saat kehamilan istrinya membesar Devan memutuskan untuk mengambil cuti baik di kampus maupun di kantor nya.


Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada istrinya yang sekarang sedang hamil besar dan dia berusaha akan selalu bersama istrinya saat melahirkan buah hatinya mereka yang sudah mereka nantikan kehadiran nya di muka bumi ini.


Dan sesuai dengan keinginan Ara jika dia ingin pergi ke pantai Sebelum bayi mereka lahir dan di sini lah mereka di tepi pantai menikmati ombak, angin yang sepoi-sepoi.


"Sayang apa kau bahagia " ucap Devan.


"Sangat bahagia terima kasih mas " ucap Ara.


"Seharusnya mas berterima kasih karna sayang sudah selalu bersama mas " ucap Devan.


"Sudah menjadi tugas seorang istri untuk selalu bersama suaminya dan jika selama Ara menjadi seorang istri mas dan Ara melakukan kesalahan jangan sungkan untuk menegur Ara " ucap Ara.


"Dan begitu pun sebaliknya, kita sama-sama saling mengingatkan " ucap Devan


"Iya mas benar " ucap Ara.


Saat mereka dengan memperhatikan dan menikmati keindahan pantai Ara merasa sedikit mules rasanya perutnya di aduk sesuatu.


Dan tak lama saat perut nya terasa mules tiba-tiba sesuatu keluar dari celana nya.


"Mas " ucap Ara.


"Sayang apa sayang ngompol " ucap Devan panik melihat celana istrinya yang sudah basah.


"Tuan itu air ketuban " ucap maid yang memang selalu mengikuti mereka.


"Apa itu ketuban " ucap Devan .


Entah kenapa dia merasa otak nya Blang tidak bisa mencerna apa yang di katakan boleh pembantu nya.


"Ini pertanda Jiak nona ingin melahirkan " ucap maid lagi


"Melahirkan " ucap Devan lagi


Dan selama tiga detik Devan baru sadar jika bayi mereka akan segera melihat dunia.


"Ayo kita ke ruang sakit sekarang " ucap Devan dengan sigap mengendong Ara menunju mobil mereka


"Telpon bunda, dan berita jika Ara akan segera melahirkan " ucap devan langsung menyetir mobil nya menuju ruang sakit terdekat.


Yang untung nya pantai yang mereka kunjungi tidak jauh dari ruang sakit.


***


Sedangkan seorang wanita cantik yang sedang menonton televisi dengan perasaan yang tidak enak dari pagi hari dan satu lagi perut nya seakan di aduk sesuatu padahal dia tidak makan makanan yang aneh .


"Kenapa dengan perut ku ini " ucap Dinda.


"Bunda ada apa " ucap Vanya yang melihat Dinda mengusap dada nya.


"Entahlah kenapa bunda merasa tidak enak " ucap Dinda.


Tapi belum juga Vanya mengucapkan kata yang ingin dia sampaikan tiba-tiba ponsel Dinda bergetar.


Drrrr Drrrr


"hello " ucap Dinda pada orang di sebrang sana.


"........"


"Apa , di rumah sakit mana " ucap Dinda by langsung berdiri dari duduk nya.


"......"


"Okay, saya akan ke sana sekarang tolong jaga putri saya selagi saya belum sampai " ucap Dinda.


Setelah selesai sambungan telepon langsung terputus dan langsung menatap putrinya.


"Bunda apa yang terjadi pada akak " ucap Vanya yang ikut khawatir.


"Apa cucu ku akan melahirkan " ucap indah yang baru sampai di sana.


"Iya grandma ayo kita liat adik oek Oek Oek lahir " ucap Vanya


"Ayo kita berangkat " ucap Dinda.


Mereka langsung berangkat hanya membawa ponsel saja, walau begitu tenang semuanya ada di ponsel jadi tida membawa dompet atau tas juga tidak Masalah.


Dengan indah yang menyetir mobil seperti bisa wanita paruh baya akan menunjukkan bakat yang jago dalam menyetir .


"Wooo,,, keren grandma pembalap " ucap Vanya.


"Memang nya kau yang tidak keren " ucap indah.


Tidak tahu saja dia jika cucu satunya ini masih belum menunjukkan taringnya, jika sudah bereaksi bisa-bisa dia akan mengangak.


"Awas saja jika Vanya sudah memiliki SIM, Vanya akan mengalahkan grandma " ucap Vanya.


"Grandma menunggu itu " ucap indah.


Sedang Dinda tidak merespon dia sangat khawatir dengan putri nya yang akan melahirkan bayi yang mereka rahasiakan jenis kelamin nya.


Dan bertepatan dengan mobil yang berhenti di parkiran rumah sakit, mereka langsung keluar dari dalam mobil memasuki area rumah sakit


"Kaka di sana " ucap Vanya yang kebetulan mendapat di mana ruangan persalinan Ara.


"Itu bibik " ucap Vanya saat melihat maid yang sangat dia kenal.


"Bibik bagaimana " ucap Dinda.


"Tuan masih belum keluar dari tadi nyonya " ucap maid yang menunggu dari tadi.


Sedangkan di ruang persalinan dengan Ara yang terbaring di brankar rumah sakit dan Devan di samping nya.


"Sayang " ucap Devan.


"Nona sudah saat nya, pembukaan sudah normal " ucap dokter yang menangani Ara.


"Sayang pasti bisa " ucap Devan memberikan semangat pada Ara.


Cup


Ara langsung mengatur nafas nya saat dokter memberi instruksi pada nya.


Dan saat sudah terlihat sudah saat nya Ara berjuang mengeluarkan baby mereka untuk memperlihatkan dia ke dunia.


"Nona tarik nafas dalam-dalam tahan dan keluarkan " ucap dokter.


"Aaaaaaarrrggggg "


Teriakkan pertama gagal, lagi Ara tidak menyerah dia berjuang untuk baby mereka.


"Aaaaaaarrrggggg "


Lagi dan lagi hanya terlihat sedikit saja, tidak menyerah walau sakit yang luar biasa Ara rasakan.


"Sayang pasti bisa " ucap Devan.


"Mas sangat mencintai mu " ucap Devan.


"Mas akan selalu di sisi sayang " ucap Devan lagi.


"Aaaaaaarrrggggg " dan berhasil teriakan yang ketiga akhirnya bayi yang mereka nantikan akhirnya keluar juga.


Seakan akan ucapan cinta dari Devan adalah segalanya dan baby nya langsung keluar mungkin sudah tidak sabar untuk bertemu dengan mommy dan Daddy nya.


Oek Oek Oek


"Alhamdulillah, sayang terima kasih " ucap Devan langsung mencium seluruh pipi Ara.


Sedangkan Ara hanya tersenyum dan menormalkan nafas lega setelah berhasil mengeluarkan baby nya.


"Nona sekali lagi "


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain