Little Queen

Little Queen
#103



Sedangkan sebuah mobil hitam yang berada tidak jauh dari mereka langsung mengeluarkan ponsel nya dan Merekam apa yang sudah mereka saksikan.


"Tadi nya ingin bermain eh, kita terlambat jadi hanya bisa menyaksikan saja " ucap pria yang berada di dalam mobil tersebut.


"Kau benar , ini tidak bisa di lewatkan " ucap pria yang merekam semua video ini.


" Seperti nya dia cukup berani dengan ancaman queen " ucap pria di dalam mobil hitam


"Itu untuk orang yang tidak tau siapa Queen maka mereka akan menganggap remeh " ucap pria yang merekam video .


Sedangkan Ara yang masih menodongkan pistol nya, pada lawan Devan


"Tembak saja aku , dan dia akan ikut mati di tangan ku " ucap lawan Devan dengan tenang.


"Benarkah " ucap Ara tersenyum meremehkan.


"Lalu bagaimana jika kau melihat ini " ucap Ara.


Ara langsung maju satu langkah , dengan pistol tetap berada di kepala lawan Devan, Ara langsung menunjukan sesuatu pada lawan Devan


"Naga put,,,tih " ucap nya terbata.


Come on, siapa yang tidak mengenal logo naga putih, bahkan nama nya sudah berada di mana saja .


Mereka sangat berbahaya, dalam hitungan detik mereka dengan mudah mendapatkan musuh nya


"Kenapa diam, di mana keberanian mu tadi " ucap Ara.


"Aku tidak pernah mengusik mu, lalu kenapa kau mengusik ku " ucap kawan Devan .


"Iya, kau cukup pintar tapi kau sudah mengusik ,,,, " Ara melangkah mendekati lawan Devan yang mungkin jika di perkirakan seumuran dengan Kaka nya .


"Kau sudah mengusik calon suami ku " bisik Ara tepat di telinga lawan Devan.


Oh,,,, jangan di tanya bagaimana respon Devan yang sudah tersenyum bahagia , bangga ah ,,,, pokok nya hatinya berbunga-bunga saat mendengar ucapan Ara .


Walau Ara berbisik tapi setiap kata yang terucap di bibir nya sangatlah tajam .


"Lepaskan senjata mu, atau kan ku buat mati berdiri " ancam Ara lagi.


Dan benar saja, lawan Devan langsung berjongkok menyimpan senjata nya di bawah, Dan saat itu Ara langsung menendang jauh senjata lawan depan.


"Bagus , pilihan yang tepat " ucap Ara lagi.


"Dan kalian , keluar dari dalam mobil atau kalian juga akan ku tembak " teriak Ara.


Dan benar saja pria bertubuh kekar saat mendengar suara Ara langsung keluar dengan topeng yang menutupi wajahnya.


"Urus sisa nya, kalian terlambat " ucap Ara langsung pergi kembali menuju mobil Devan


Sedangkan anggota Ara yang ketahuan hanya menggaruk kepalanya tidak gatal.


"Queen memang tidak bisa di remehkan " ucap anggota Ara yang melihat kepergian Ara dan Devan.


"Sudah lah ayo kita bereskan ini , sebelum Queen putar balik " ucap anggota Ara yang lain nya.


"Iya,, ya,,, ya " ucap anggota Ara lemah.


"Sejak kapan mereka berada di sana " ucap Devan memecah kesunyian di dalam mobil.


"Tidak lama, mungkin saat bapak sudah melumpuhkan setengah dari mereka " ucap Ara .


"Emmm,,,, bolehkan jangan panggil aku bapak , seperti nya aku sangat tua sekali jika di panggil bapak " ucap Devan.


"Memang tua bukan " ucap Ara santai.


Buaaahahahaah ...


"Sorry ,,,, sorry maksud Ara panggilan apa yang di ingin kan " ucap Ara lagi.


"Emmm,,, terserah asal jangan bapak , nanti saya di kira ayah mu " ucap Devan.


"Emmm,,,, baiklah nanti akan Ara pikiran " ucap Ara lagi.


"Terima kasih " ucap Devan .


Dan bersamaan dengan mereka yang sudah sampai di gerbang pintu masuk untuk memasuki kawasan mansion utama BENATA.


"Selamat datang kembali tuan , nona muda " ucap security yang bertugas .


"Terima kasih pak , kami masuk dulu " ucap Ara


"Silahkan nona muda " ucap security lagi.


"Ternyata dia sangat ramah " Devan membatin.


"Jangan suka bicara dalam hati sendiri pak, lebih baik bicara saja biar lebih jelas " ucap Ara .


"Ha ,,,,, " ucap Devan .


"Baiklah , terima kasih sudah Sudi mengantar Ara malam ini " ucap Ara langsung keluar dari dalam mobil.


Sedangkan Devan masih bingung, bagaimana bisa wanita tau apa jika dia bicara sendiri.


Tok Tok Tok


Saat kaca mobil Devan di ketuk seseorang, Devan langsung menurunkan kaca mobil nya.


"Bapak ingin mampir " ucap Ara menawarkan.


"Ha ,,, tidak tidak ini sudah larut malam, tolong sampaikan maaf ku pada aunty dan uncle karna terlambat " ucap Devan.


"It's okey, nanti akan Ara sampai kan " ucap Ara.


"Baiklah daya pulang dulu " ucap Devan.


"Hati-hati " ucap Ara.


Setelah kepergian Devan dari sana , Ara langsung masuk ke dalam .


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain biar author lebih semangat lagi update nya πŸ’žπŸ’ž