
"Buahahahhhhhh "
"Kenapa "
"Bagaimana cara nya "
"Hi bar-bar kau tahu kulon di mana " ucap Demian di sela tawa nya.
Rasanya dia ingin mencuci otak adik nya, yang kadang cerdas dan sekarang kenapa berubah jadi ya begitu lah memungkin otak nya tinggal di toilet.
"Memang nya di mana" ucap Vanya santai.
"Oh my God " ucap Demian
"Sayang apa kau sedang sakit " ucap dinda sambil menyentuh kening Putri nya mana tau sedang tidak enak badan.
"Bu da, Vanya tidak sakit Vanya sehat Walafiat " ucap Vanya.
"Mom" ucap Dominic.
Saat Indah dan Ara yang baru saja sampai di balkon hotel.
"Mom juga tidak mengerti kenapa cucu grandma jadi begini " ucap Indah pusing.
"Grandma kapan kita liburan ke kulon " ucap Vanya.
"Vanya seperti nya kau kurang istirahat ayo kita istirahat " ucap Ara langsung membawa pergi Vanya dari sana sebelum banyak pertanyaan aneh yang keluar dari mulut adik nya.
"By semua " ucap Ara.
"Mom bagaimana bisa Vanya ingin ke kulon " ucap Dominic.
"Entah lah, mom juga asal tadi nya tapi kau lihat putri ku yang dengan semangat nya ingin ke kulon dan mom juga tidak tau itu di mana" ucap Indah.
"Pasti dia buat ulah lagi " ucap Dinda yang sudah hafal dengan tingkah laku putri nya.
"Apa aku buat nya dengan gaya aneh jadi nya seperti itu " pikir Dominic.
Bahkan sampai terbesit pikiran seperti itu, secara putri bungsu nya sangat aneh bin ajaib.
"Dasar Vanya aneh " ucap Domani.
"Bagaimana bisa aku punya kembaran aneh Seperti nya " ucap Demian yang melihat kepergian Ara dan Vanya.
***
Sedangkan Ara dan Vanya yang baru sampai di dalam kamar hotel .
"Sudah tahu tidak bisa tidur larut malam malah maksa diri " ucap Ara sambil memperbaiki posisi tidur Vanya yang tidak benar.
"Kakak sayang pada mu " ucap Ara.
Cup .
Walau kadang menyebalkan tapi dia sangat menyayangi adik nya .
Setelah menyelimuti tubuh Vanya, Ara langsung masuk ke kamar mandi ingin membersihkan diri nya karna keringetan.
Setelah menghabiskan waktu 30 menit di dalam kamar mandi dan Ara langsung menggunakan pakaian santai untuk bergabung dengan keluarganya.
"Sayang di mana adik mu " ucap Dinda saat melihat Ara yang datang seorang diri.
"Vanya sedang tidur " ucap Ara.
"Kebiasaan kalau tidak cukup tidur pasti melantur " ucap Demian.
Ara langsung duduk di kursi yang kosong dan langsung menikmati kue yang sudah ada di atas meja.
"Sayang bagaimana dekorasi pernikahan kalian " ucap Dinda penasaran.
Tidak hanya Dinda, semua orang juga penasaran karna ruangan untuk acara pernikahan Ara di kunci dan kunci nya Ara yang pegang.
"Sudah beres bunda, nanti jika sudah waktunya bunda akan tau " ucap Ara.
"Kenapa harus main rahasia si dek " ucap Sasa.
"Hehehe,,, sorry " ucap Ara
"Iya Kak kami kan penasaran bagaimana hasil nya " ucap Demian.
"Sabar nanti akan terjawab kan penasaran mu " ucap Ara.
"Baik lah " ucap Demian pasrah.
Ara tetap pada pendiriannya dia tidak ingin menunjukkan hasil jerih payah Devan yang ah,,, sudah lah biar nanti di hari H nya saja .
"Kami sudah tidak sabar untuk melihat hasil nya " ucap Dinda.
"Nanti bunda akan melihat nya sabar dikit lagi " ucap Ara lagi
"Baiklah " pasrah mereka.
Next part selanjutnya KK dan sebentar lagi kita akan undang ini jangan lupa bungkus kado buat otor ya biar semangat update nya π