Little Queen

Little Queen
#77



Akhirnya matahari mulai memancarkan cahaya nya, dan semua anggota keluarga BENATA sudah mulai siap menuju ke ruang rahasia .


Sedang di ruang rahasia, wanita cantik yang entah sajak kapan sudah membuka mata dengan wanita cantik yang dari tadi memeluk tubuh nya dengan erat.


"Vanya bangun " ucap Ara


Ya Ara sudah sadar dari masa kritis nya, dan tidak ada yang tahu jika wanita tangguh sudah sadarkan diri.


Bahkan triple D yang ingin menjaga nya juga tidak menyadari itu, satu yang sudah ngorok satu lagi sudah ileran, anggap saja begitu .


"Vanya bangun, perut Kaka sakit jika kau peluk begitu erat " ucap Ara lagi.


Tapi percuma, masih gagal dasar kebo memang sudah untuk di bangunkan .


Tapi saat Maya nya menemukan ponsel Vanya, dia langsung menggapai nya.


Setelah membuka password ponsel Vanya, Ara langsung mencari nomor seseorang.


Drrr Drrrr


Domani yang merasa ponselnya bergetar, dengan mata yang masih terpejam menekan tombol hijau tanpa melihat siapa yang menghubunginya .


"Emmmm " ucap Domani


"Bisa kau buka mata mu terlebih dahulu " ucap ara.


Domani uang mendengar suara yang sangat dia kenali langsung terbelalak, melihat siapa yang menghubungi nya dan langsung melihat kasur.


Yang menghubungi nya Vanya, tapi di kasur malah Ara yang melambaikan tangan nya dengan senyum yang mengembang.


"Kakak " ucap Domani.


"Selamat pagi " sapa Ara.


"Kaka sudah sadar " ucap Domani.


"Tidak kau hanya mimpi " ucap Ara menutup kembali matanya.


"Kakak " ucap Domani.


"Horeee ,,, kakak sudah sadar " teriak Domani.


Oke, sekarang mungkin saraf adik nya ada yang lepas, karna biasanya yang membuat rusuh adakah Vanya tapi sekarang gantian Domani.


"Kulkas, kuping Vanya sakit " ucap Vanya dengan mata yang masih terpejam.


"Hi, kebo bangun lihatlah kakak sudah sadar " ucap Domani bahagia.


Dan Baner saja, bahkan yang tadinya Demian tidur langsung membuka mata saat mendengar Kaka nya sadar.


"Kaka, kak benar sudah sadar " ucap Demian.


"Kakak, sudah buka mata horeeee " teriak Vanya langsung memeluk tubuh Ara.


"Auuu " pekik Ara.


"Aaa,,, kakaa sorry stoberi " ucap Vanya


"Panggil aunty " ucap Domani.


Baru saja Meraka ingin memanggil Jeni, pintu ruangan Ara terbuka.


Ceklek ...


"Sayang " ucap Dinda langsung berlari menuju Ara.


"Pagi bunda " sapa Ara.


"Sayang, kau sudah sadar " ucap Dinda langsung memeluk tubuh putri nya dengan sayang.


"Sayang kau sudah bangun " ucap Jeni.


"Tidak aunty, Ara ngigau " ucap Ara.


"Kau sudah membuat kami jantungan Ara " ucap Jeni.


"Sorry " ucap Ara.


Jika orang lain akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk sadarkan diri terkena tembakan, tapi lihatlah wanita tangguh ini hanya memerlukan waktu yang bahkan tidak sampai 24 jam .


Sedang kan indah yang menunggu kedatangan sahabat nya di ruang keluarga melihat anggota keluarga Pratama yang sudah terlihat segar.


"Pagi grandma " sapa Sasa


"Pagi nyonya " sama missya dan Ardian bersamaan.


"Pagi " ucap indah.


"Kalian ingin keruangan Ara, ini kartu mu sayang " ucap indah.


"Sama-sama sayang " ucap indah.


"Nyonya menunggu seseorang " ucai missya.


"Iya, teman saya akan datang kemari , kalian pergi lah terlebih dahulu " ucap indah.


"Kami duluan grandma , Terima kasih kartu nya " ucap Sasa.


"Sama-sama sayang " ucap indah .


Setelah kepergian Sasa ke ruang rahasia, akhirnya bel pintu berbunyi .


Ting Tong


"Itu pasti mereka " ucap indah langsung bangun dari duduk nya.


"Bik, biar saya saja yang buka pintu nya " ucap indah, saat melihat maid mansion yang ingin menuju pintu utama.


"Baik, nyonya " ucap maid.


Ting Tong


"Tunggu sebentar " ucap indah.


Sedangkan Sena dan Anggota keluarga lainnya yang menunggu di depan pintu utama.


"Mom sabarlah " ucap Alexander suaminya Sena.


"Habis lama dad " ucap Sena tidak sabar.


Ceklek ...


"Indah " teriak Sena.


"Sena , astaga aku sangat merindukanmu " ucap indah langsung memeluk tubuh Sena.


"Emmm " ucap alaric yang sudah rapi dengan pakaian santai nya.


"Oh liat siapa yang datang, alex " ucap alaric.


"Alaric, astaga sudah lama sekali kita tidak pernah ketemu " ucap Alexander tos ala pria .


"Kapan kami akan bertemu dengan putra kami " ucap Mila.


"Sayang " ucap Brayen malu.


"Maaf maaf, saya sampai lupa ayo masuk lah " ajak indah.


"Apa langsung menuju ruang Devan " ucap indah.


"Kalau boleh, kau tau menantu ku sudah hujan selama di perjalanan " bisik Sena.


Kenapa temannya tidak pernah berubah, dari dulu sampai sekarang.


"Ayo " ucap indah menuju ke lift.


"Astaga canggih sekali, harus menggunakan kartu segala " ucap Sena kagum


"Turun " ucap Sena, padahal di sana angkanya 9 tapi lift nya malah turun.


"Dad, kita harus buat ini di mansion " ucap Sena pada suaminya.


"Terserah mon saja " ucap Alexander.


"Dad memang terbaik " ucap Sena.


Akhirnya mereka sampai di ruang rahasia rahasia yang di khususkan untuk keluarga BENATA, tapi kali ini semua keluarga berkumpul dalam keadaan berbeda.


"Ruang cucu mu di sebelah sana " ucap indah.


"Kami akan ke sana " ucap Mila dan Brayen.


"Indah aku menemui cucu ku duku batu kami ke ruang cucu mu " ucap Sena.


"Silahkan " ucap indah.


Sedangkan indah langsung menuju ruang cucu nya yang berdampingan dengan ruang Devan


Ceklek..


"Biar aku saja " ucap Ardian.


"Aku juga Daddy nya, biar aku saja " ucap Dominic tidak mau mengalah.


"Apa-apa ini "


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon dukungan nya 🥰