Little Queen

Little Queen
#113



Saat sudah waktunya makan malam , di keluarga BENATA masing-masing dari mereka langsung duduk di kursi mereka.


"Ayo kita mulai " ucap Alaric.


Makan malam berjalan dengan hikmat dan hanya dentingan sendok saja yang mengisi kesunyian mereka.


Dan saat sudah selesai mereka langsung menuju ruang keluarga, ini rutinitas mereka sebelum istrirahat Meraka akan berkumpul bersama.


"Kakak bagaimana ingin nikah " ucap Vanya.


Sasa yang di tanya demikian langsung menatap adik bungsu nya yang cengengesan .


"Happy " ucap Sasa .


" Jangan berpikir ingin menikah, sekolah saja belum selesai " ucap Demian.


"Kan Vanya hanya bertanya saja " ucap Vanya.


"Sudah lah, kenapa kalian selalu bertengkar " ucap indah.


"Dia dulu grandma " ucap Vanya


"Bagaimana urusan pernikahan kantor nak " ucap Dinda.


"Alhamdulillah, semua nya berjalan dengan lancar bunda " ucap Sasa


Ya, selama ini Sasa yang sering tidak bersama sibuk urusan dengan pernikahan kantor dan lain sebagainya.


Apa lagi mereka harus pergi ke sana kemari untuk meminta izin pada komandan dan harus bolak balik.


"Alhamdulillah, jadi sekarang tinggal menunggu hari H nya saja " ucap Dinda.


"Alhamdulillah bunda " ucap Sasa.


Sedangkan Ara hanya tersenyum melihat menanggapi dan sekali kali dia tersenyum kecil saat melihat ponsel nya .


Ada apa dengan ponsel mu wahai Ara ?


"Itu siapa kak " ucap Vanya


Meraka langsung menatap Vanya saat mendengar pertanyaan Vanya yang tiba-tiba.


Sedangkan Ara langsung menyembunyikan ponselnya dan langsung memakan buah yang ada di dekat nya.


"Kakak Vanya ingin liat siapa pria itu " ucap Vanya lagi


"Tidak ada Vanya " ucap Ara.


"Pria mana " ucap Dominic.


"Itu dad, di ponsel Kaka " ucap Vanya lagi


Ternyata tidak hanya bar-bar dia juga sangat kepo ternyata.


"Memang nya ada apa " ucap Dominic .


"Ada pria " ucap Vanya lagi .


"Paling juga pak dosen " tebak indah.


"Bukan grandma, dia manjat tangga " ucap Vanya.


"Sayang jangan bilang jika yang tadi berlanjut " tebak Dinda.


Ara hanya cengengesan membenarkan apa yang di katakan oleh Dinda.


"Kasian nak " ucap Dinda.


"Nanti akan Ara pikiran " ucap Ara.


"Ara pergi keluar sebentar " ucap Ara langsung bangun dari duduk nya.


"Ikut " ucap Vanya langsung menyusul Ara dari belakang.


"Kaka hanya ingin beli keperluan kuliah Vanya " ucap Ara.


"Tidak apa, Vanya ingin ikut " ucap Vanya.


"Sudahlah, bawa saja Ara kan hanya beli barang tidak lama " ucap Dominic.


"Daddy terbaik " ucap Vanya .


"Kakak juga ikut " ucap Sasa.


"Baiklah " ucap Ara.


"Hati-hati jangan pulang larut malam " teriak Dinda.


Ara hanya mengacungkan jempol merespon ucapan bunda nya.


"Manja sekali dia " ucap indah saat melihat cucu bungsu nya yang selalu nempel pada Ara.


"Dulu juga Ara sangat manja pada Sasa " ucap Dinda.


"Iya, sekarang mereka sudah dewasa " ucap indah lagi.


Setelah mereka berada di garasi mobil, mereka langsung masuk dalam mobil dengan Ara yang menyetir mobil .


Selama di perjalanan Vanya sangat antusias menceritakan keseharian nya di sekolah dengan banyak wanita yang memberikan kado untuk kedua kembaran nya .


"Lalu kau yang menerima hadiah itu " ucap Sasa.


"Hehe,, iya dong kaka kan sayang rejeki di tolak " ucap Vanya cengengesan.


"Pantas saja, di kamar mu banyak Snack Kaka liat" ucap Sasa.


"Itu Vanya beli dengan uang saku Vanya " ucap Vanya.


"Lalu Snack yang di kasik kau habis semua " ucap Sasa


"Tidak, Vanya kasik pada orang orang " ucap Vanya.


"Alhamdulillah " ucap Sasa .


"Kita sudah sampai " ucap Ara.


ya mereka sudah sampai di sebuah toko buku, benar jika Ara ingin membeli keperluan kuliah nya.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon support dan dukungan nya πŸ’ž