Little Queen

Little Queen
#45



Saat pagi hari tiba semua orang akan memulai aktivitas mereka masing-masing, dan begitupun dengan semua anggota keluarga BENATA, Setelah selesai mereka langsung menuju tujuan mereka masing-masing.


"Ara " teriak seseorang .


Ara yang berada di parkiran langsung memandang seseorang yang menuju ke arah nya.


"Ada apa " ucap Ara.


"Kau sudah tahu jika di kampus kita akan ada anak baru, sekarang dia sudah berada di ruang dekan " ucap Ica antusias.


"Terus " ucap Ara, sambil berjalan menuju kelas mereka.


"Kau tidak tertarik pada nya, dia sangat tampan " ucap Ica.


"Memangnya kau sudah melihat wajah nya " ucap Ara.


"Hehehe, belum sih aku kan dengar mahasiswa lain yang membicarakan nya " ucap Ica cengengesan.


"Lain kali, jangan hanya mendengar kau juga harus melihat bagaimana pria tersebut kau mana tau jika dia hitam, giginya panjang lebar " ucap Ara sambil duduk di kursinya.


"Masak dia seperti itu sih " ucap Ica.


"Kau hanya mendengar bukan, setidaknya setelah kau melihat dia dengan mata kepala mu sendiri baru kau bisa menilai jika dia tampan atau apa lah terserah saja " ucap Ara.


"Baiklah nanti aku akan buktikan pada mu jika dia benar Tampan secara dia menggunakan mobil sport mahal " ucap Ica.


"Terserah kau saja " ucap Ara.


Dia lebih tertarik pada buku yang sedang dia baca, dan tak lama jam mata kuliah akan segera di mulai.


"Pagi " ucap dosen yang bertugas dan di ikuti oleh seorang pria tampan yang menjadi perbincangan seluruh kampus


"Apa dia pangeran turun dari langit "


"Ya ampun dia sudah seperti oppa oppa "


"Mau dong jadi kekasih nya "


Dan masih banyak lagi teriakan demi teriakan, tapi pria yang menjadi topik pembicaraan hanya memandang wanita yang berada di pojok sana.


"Ara dia memandang mu " bisik Ica.


Mendengar apa yang Ica katakan, dia langsung memandang pria yang membuat heboh kampus nya.


Dan untuk pertama kalinya, Ara tersenyum pada pria yang memandang nya, jangan di tanya pria yang menatapnya jantung nya sudah mulai tidak karuan.


"Jantung ku " ucap pria tersebut.


"Perkenalkan nama mu " ucap dosen.


"Hi,,,, nama ku Steve " ucap Steve singkat.


"ada pertanyaan lain " ucap dosen lagi.


"Di mana kau tinggal " ucap mahasiswa lain.


"Tidak jauh dari area kampus " ucap Steve.


"Kau sudah mempunyai kekasih " ucap mahasiswa lain.


"Sekarang belum, tapi sudah memiliki calon " ucap Steve percaya diri.


"Yaaaa " ucap mereka lemah.


Pupus sudah hadapan mereka mendengar ucapan pria bernama Steve .


"Masih ada pertanyaan lain " ucap dosen lagi.


"Apa nama mu hanya Steve saja " ucap wanita bernama Tina.


"Iya " ucap Steve singkat.


"Nanti di lanjutkan perkenalan nya, nak Steve silahkan duduk " ucap dosennya .


Steve lngsong menuju kursi kosong di samping Ara, yang dari tadi hanya fokus melihat ke arah luar.


"Aku boleh duduk di sini " ucap Steve.


Ara yang merasa Mendengar seseorang bicara, langsung memandang pria yang sudah berdiri di samping nya, dan melihat kursi yang lain .


"Itu kursi ku , kau duduk di sini saja " ucap Ica langsung pindah di samping Ara.


Sedangkan Ara hanya mengangkat bahu acuh, tentu saja Ica berkata demikian karna dia sudah di beri kode melalui mata Ara .


"Baiklah " ucap Steve.


Padahal banyak mahasiswa lain yang ingin duduk di samping Steve tapi, tidak dengan Ara.


"Jika bukan karna misi ku aku tidak akan berada di sini "


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain biar author tambah semangat update nya πŸ’ž


dan terima kasih yang sudah setia menemani author sampai sekarang πŸ€—