Little Queen

Little Queen
#76



Saat mereka sudah sampai di pintu utama, Sasa langsung menekan bel pintu.


Ting Tong


"Sebentar " ucap Jeni, langsung bangun dari duduk nya .


"Mungkin dia Sasa " tebak indah.


Mereka berdua langsung menuju pintu utama, dan benar saja tebakan indah jika yang datang kali ini Sasa .


Ceklek


"Grandma, aunty " ucap Sasa.


"Sasa " ucap Jeni, tapi mata nya bingung menatap orang asing yang berkunjung di mansion.


"Masuklah, bunda dan Daddy mu sedang istirahat " ucap indah.


"Triple D " ucap sasa.


"Di ruang rahasia " ucap indah.


Jika di ruang rahasia triple D lalu siapa yang terluka.


"Silahkan masuk " ucap Jeni.


"Terima kasih " ucap Ardian, tapi jujur dia sedikit takut pada Jeni yang tentu tak jauh lebih ganas nya dari indah.


"Queen " ucap Jeni.


"Mereka sudah berdamai " ucap indah.


"Kapan, kenapa Dinda begitu mudah memaafkan nya " ucap Jeni.


"Kau tau adik mu, ah aku juga bingung terbuat dari apa hatinya tapi jika dia dendam sampai kapan dia akan tenang Jen, kau juga harus memaafkan nya bukan begitu " ucap indah.


"Jika dia tidak berubah mungkin aku akan membunuh nya " ucap Jeni.


"Aku yakin keponakan mu sudah mencari tau semua nya, dan itu sebenarnya dia berkunjung di mansion Ardian yang kebetulan putri nya teman Ara kuliah " ucap indah.


"Hohoho,,, keponakan ku memang the best " ucap Jeni.


"Iya hanya ku saja yang tidak the best " ucap indah.


"Queen " protes Jeni.


"Kenapa, ayo kita susul mereka " ucap indah.


Saat sudah sampai di depan lift, mereka semua masih di sana .


"Grandma " panggil Sasa.


"Ada apa sayang, tidak membawa kartu nya " ucap indah.


Ya, karna untuk masuk ke ruang rahasia di mansion Jeni harus memiliki kartu yang hanya di miliki oleh anggota keluarga BENATA saja.


"Hehehe,,, iya Sasa lupa " ucap Sasa.


"Ini sudah larut sayang, lebih baik kalian istirahat saja lagian Ara perlu istirahat " ucap Jeni.


"Baiklah " ucap Sasa.


"Sasa tunjukan kamar tamu untuk nak Arga dan Ardian sekeluarga , Ica biar tidur dengan mu " ucap indah.


"Baik grandma " ucap Sasa.


"Maaf sudah merepotkan nyonya " ucap missya dan Ardian.


"Tidak apa, wajar karna putri mu terluka " ucap indah memaklumi.


Sedangkan Jeni hanya datar saja, aunty satu ini seperti nya masih memiliki dendam pada mereka.


Setelah kepergian Sasa dan yang lain, tinggal Jeni dan indah yang berada di ruangan nya.


"Queen, mengenal pria yang terluka itu " ucap Jeni penasaran.


"Tentu saja , memangnya kenapa " ucap indah sambil memainkan ponselnya.


"Siapa dia, apa dia kekasih Ara " ucap Jeni penasaran.


Indah yang tadinya memainkan ponselnya langsung menyimpan nya di atas meja.


"Maksud mu, apa kau menemukan sesuatu yang aneh menurut mu " ucap indah.


"Bukan aneh lagi, bahkan sangat aneh malah " ucap Jeni.


"Di mana letak aneh nya " ucap indah.


"Begini, saat aku ingin melangsungkan Operasi untuk Ara, dia malah mengecup kening Ara, apa mereka pacaran " ucap Jeni.


"Oh my God, Sena cucu mu sudah mengambil start duluan " ucap indah.


"Ini tidak boleh di biarkan, aku harus menyuruh Sena datang ke sini " ucap indah.


"Queen, apa mansion ku kali ini akan kedatangan tamu lagi " ucap Jeni.


"Hehe, tentu saja sudah sana siapakah kamar untuk sahabat ku " ucap indah.


"Baiklah " pasrah Jeni langsung menghubungi maid .


Sedangkan satu keluarga yang sedang berada di pesawat akan terbang ke Indonesia, saat mendapat kabar jika putra mereka terluka.


"Dad, putra kita " ucap wanita cantik yang terus menangis selama di perjalanan.


"Mom, sudahlah tenangkan diri mu putra kita akan baik-baik saja " ucap pria tampan .


"Mila tenangkan diri mu, percaya pada sahabat mommy jika Devan akan baik-baik saja " ucap Sena menenangkan menantu nya.


"Tapi mom " ucap Mila, ibu Devan.


"Sayang, mommy benar keluarga BENATA tidak bisa di ragukan, kita hanya perlu berdoa atas keselamatan putra kita " ucap Brayen ayah Devan.


"Devan pasti kesakitan dad " ucap Mila lagi.


"Putra kita tidak lemah sayang " ucap Brayen memenangkan istrinya.


"Sudahlah Mila, kau istirahat saja nanti jika putra mu melihat mata mu bengkak begini, dia akan menyalahkan suamimu " ucap Sena.


"Iya, sayang apa kau tidak kasihan pada suami mu ini " ucap Brayen.


"Maaf dad " ucap Mila.


"Tidak apa sayang, sudah tidur lah " ucap Brayen.


Dan benar saja mungkin saking lelahnya menangis Mila langsung terlelap tidur, karna perjalanan menuju Indonesia juga masih sangat lama .


Next part selanjutnya KK dan semoga suka dengan part kali ini πŸ™πŸ»πŸ€—