
Door
"Aaaarrrrggggg " teriak Steve.
Ara yang belum menembakan peluru nya, langsung memandang asal tembakan tersebut.
"Siapa dia " Ara membatin.
Pria berjubah hitam dengan pistol di tangannya, menghampiri mereka.
"Sepertinya aku datang terlambat " ucap nya.
"Dia " ucap Ara.
Tentu dia mengenal jelas suara yang sering dia dengar hampir setiap hari .
"Bagaimana tembakan ku sempurna " ucap nya lagi.
"Ku akui tembakan mu sangat baik, dan tepat sasaran " ucap Ara
"Terima kasih " ucap Ara.
Bughhhh ...
"Queen " teriak mereka.
Saat Ara memegang perut bagian kirinya darah segar semangkin banyak yang keluar.
"Queen anda cedera " ucap anggota nya.
"Kalian urus dia, biar Queen bersama mu " ucap pria itu.
Ara mengangguk kepala , untuk meyakinkan Anggota nya .
"Tunggu aku di sana " ucap Ara.
Dan saat Ara ingin mencoba bangun, pria berjubah hitam langsung mengendong Ara.
"Pegangan " ucap nya.
Ara hanya menurut saja, bahkan sekarang matanya mulai berkunang-kunang tapi sebisa mungkin dia bertahan, satu nama yang dia ingat.
"Bunda "
Dia tak ingin membuat bunda nya khawatir, tuhan jika dia mati sekarang dia hanya ingin melihat bunda nya satu kali untuk yang terakhir kalinya.
"Bertahan lah " ucap pria tersebut langsung memasukan Ara di kursi penumpang.
Setelah Ara duduk dengan tenang, baru dia masuk di kursi pengemudi .
"Apa kita perlu ke ruang sakit " ucap pria tersebut sambil menjalankan mobilnya.
"Tidak, bawa aku ke jalan x " ucap Ara pelan.
"Tapi itu jauh " ucap nya.
Walau dia ngebut sekalipun pasti memerlukan waktu yang cukup lama, paling tidak 2 jam .
"It's okey, aku bisa menahan nya " ucap Ara.
Saat matanya menemukan sesuatu di dalam tas pria berjubah hitam, dia ingin menggapai nya .
"Kau perlu sesuatu " ucap pria tersebut.
"Jangan hiraukan aku, kau cukup menyetir alamat yang aku berikan " ucap Ara .
Setelah berhasil mengambil botol tersebut Ara langsung menyingkap baju nya, yang sekarang darahnya semangkin keluar dengan banyak.
"Kau bukan seorang dokter bukan , tapi bagaimana benda ini ada di dalam mobil mu " ucap Ara sambil menumpahkan sesuatu di bagian luka tembak yang dia dapat.
"Astaga " ucap Ara menahan sakit .
"Are you okey " ucap pria berjubah .
"Okey " ucap Ara.
Saat dia merogoh saku celana nya dia tidak menemukan ponsel nya.
"Pasti tinggal di mobil " ucap Ara.
"Boleh aku minjam ponsel mu sebentar " ucap Ara.
"Tentu saja , ini " ucap pria tersebut, menyerahkan ponselnya .
Dia tidak mungkin menghubungi bunda nya, bisa-bisa bunda nya khawatir.
"Domani "
Ya, Domani adik nya yang selalu tenang walau apa pun yang terjadi, untung saja dia mengingat nomor ponsel adiknya, Setelah mengetikkan nomor Domani Ara langsung menghubungi dan tak butuh waktu lama panggilan nya di jawab.
"Hello " ucap seseorang di sana.
"Hello " ucap Ara.
"Kakak " ucap Domani.
"Ara " ucap seseorang .
Dan Ara mendengar itu, itu suara bunda nya dan bearti bunda nya tidak tidur .
"Domani sayang, tolong datang ke mansion aunty sekarang " ucap Ara.
"Baik kakak, kakak hati-hati " ucap Domani.
Jika sudah datang ke mansion aunty nya bearti kakak nya tidak baik-baik saja, tapi sebisa mungkin dia untuk tenang apa lagi dia melihat Dinda yang sudah tak henti hentinya menangis.
Setelah mendengar ucapan adiknya, Ara langsung memutuskan sambungan telepon nya .
***
Sedangkan di mansion BENATA, Setelah Domani sambungan telepon terputus sebelum mengucapkan sesuatu.
"Bunda, dad ayo kita pergi ke mansion aunty " ucap Domani.
"Kakak " ucap Dinda.
"Sayang apa yang terjadi pada kakak mu " ucap Dinda.
"Domani juga tidak tahu Bun " ucap Domani.
"Dad ayo kita ke sana " ucap Dinda.
"Ayo sayang " ucap Dominic tenang.
Walau jika datang ke mansion kakak ipar nya pasti terjadi sesuatu tapi sebisa mungkin Dominic tenang , dia tidak ingin membuat istrinya tambah khawatir .
"Vanya ikut " ucap Vanya.
"Aku biar mengikuti dari belakang " ucap Demian .
"Hati-hati bawa motor nya " ucap Dominic.
"Baik dad " ucap Demian.
Mereka langsung menuju ke mansion Jeni .
***
Sedangkan Ara yang sudah berada di gerbang menjulang tinggi milik mansion utama Michel dan Jeni.
Tok Tok
"Paman saya Ara " ucap Ara langsung memotong ucapan security yang ingin mengatakan sesuatu.
"Nona muda " ucap security .
"Silahkan masuk nona muda " security langsung membuka gerbang untung Ara .
"Buka topeng mu sebelum kau di bilang tersangka " ucap Ara langsung keluar dari dalam mobil menuju pintu utama.
"Dia mengenali ku "
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain π
mohon dukungan dan support nya ππ»π₯°