
"MUTIARA Ayu Azalia Putri BENATA , Will you marry me " ucap Devan.
Ara bukan nya menjawab lagi-lagi dia menatap seluruh anggota keluarga nya, dari dominic , indah, alaric dan semuanya.
Semua anggota keluarga nya mengangguk kepala, kecuali si Vanya yang bergumam kan sesuatu.
Ara yang paham dengan apa yang di ucapkan adik bungsu nya, ingin tertawa.
Yang benar saja adik nya menggeleng dan mengatakan , jangan dia tua kakak tapi saat indah menatap adik nya, Vanya langsung mengalihkan pandangannya pada arah lain karna takut.
" Kenapa grandma menatap kita seperti itu " bisik Demian yang kebetulan di samping Vanya.
"Tidak tau, tanya saja pada grandma " bisik Vanya balik.
"Jangan pura-pura tidak tau Vanya, ini semua karna mu yang ingin menghantui kakak " ucap Demian .
"Dasar Vanya bar-bar " ucap Demian.
Sedangkan Ara yang sudah mendapat persetujuan dari semua anggota keluarga nya, menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan.
Lagi Ara menatap ayah nya, ingin meminta persetujuan biar bagaimanapun Ardian tetap ayah biologis nya bukan dan Ardian juga mengangguk , sedangkan missya dan Ica tersenyum seakan dari senyum nya mengatakan jawaban tergantung pada mu .
Jangan di tanya bagaimana kaki Devan mungkin sudah kesemutan, kram, atau apa lah itu, apa Ara kasian akan hal itu tentu saja tidak, dengan berjongkok bis melatih seseorang untuk menembak .
"Ara " panggil Devan lagi.
"Ya " ucap Ara polos.
Astaga, Vanya sudah ingin menyembur tawa nya tapi langsung di bungkam oleh Domani, yang langsung mendapat pelototan dari indah .
Bahkan indah langsung menghampiri ketiga cucu nya , yang bisa-bisa membuat ulah .
"Diam, atau grandma tarik semua pasilitas yang kalian punya " ucap indah pelan tapi menusuk.
"Tidak, tidak, Vanya saja kami tidak mengganggu " ucap Demian takut.
"Mangka nya Diam, jika tidak ingin jadi gembel " ucap indah.
"Tidak mau, Vanya diam " ucap Vanya langsung menutup mulut nya sendiri.
"Ara Will you marry me " ucap Devan lagi.
Ara kembali menatap wajah Devan yang terlihat ketulusan dari mata nya .
Sedangkan anggota keluarga Devan, sudah harap harap cemas, karna ini adalah momen langka selama putra nya lahir dia tidak pernah mendekati yang nama nya wanita, bahan sempat mereka jodohkan Devan malah pergi ke Indonesia itu sebab nya mereka jera menjodohkan putra nya, tapi sampai detik ini Devan tidak kembali ke Australia karna pernah mereka jodohkan.
" Yes l Will " ucap Ara.
"Ha ,,,,, " ucap Devan.
"Horeeee,,,, " ucap Sena bahagia.
Sena uang melihat cucu nya bingung, langsung menghampiri cucu nya .
"Dasar tengik, dia menerima mu " ucap Sena.
"Benar kah " ucap Devan polos.
Dia merasa ini hanya mimpi, bukan dia tidak mendengar ucapan Ara tentu saja dia mendengar dengan jelas tapi dia masih tidak percaya dengan semua ini.
Setelah itu baru dia bangun dan saat ingin memeluk tubuh Ara, indah dengan cepat menarik cucu nya dan menyerahkan Sena biar di peluk Devan.
"Terima kasih , Terima kasih " ucap Devan tanpa sadar dia sudah memeluk grandma.
Bughhhh bughhhh bughhhh
Saat mendapat pukulan di punggung nya, Devan langsung melepaskan pelukan nya.
"Dasar cucu tengik, kau ingin membunuhku sebelum aku melihat mu menikah " kesal Sena saat Devan sudah melepaskan pelukan nya.
"Grandma " ucap Devan bingung, bukan nya tadi Ara yang di hadapan nya tapi kenapa ?
"Kenapa " ucap Sena.
"Ara di sana " ucap Sena menunjukkan Ara yang tersenyum di samping indah
"Enak saja main peluk-peluk cucu ku, nanti jika sudah sah menjadi suami istri " ucap indah.
"Hihi,,,, maaf " ucap Devan menggaruk tengkuknya tidak gatal.
"Buahahahahaah " pecah sudah tawa mereka semua.
Setelah selesai acara lamaran dadakan, akhirnya mereka merayakan hari kelahiran Ara sampai selesai.
Okey Bagaimana part kali ini, tidak di gantungkan kayak jemuran basah oleh otor yang Solehah bin baik hati ini 🤭
otor mah tidak apa-apa jika di langkahi oleh Ara, iklas mah otor nya 🤭🤭
Doa kan semoga tubuh otor sehat selalu biar bisa sering-sering double up 🤗