
Sedangkan di ruang sebelah, dengan seorang wanita cantik yang terbaring tak sadarkan diri, Dinda dan yang lain sedang berada di ruang rawat Ara.
"Ara sayang, ini bunda nak " ucap Dinda pelan.
Tidak ada air mata yang menetes seperti sebelumnya, karna dia tak ingin membuat putrinya tambah khawatir.
Dan satu lagi, Ara tidak ingin membuat bunda nya meneteskan air mata, jika dia melihat satu tetes saja air mata Dinda maka dia akan menyalahkan diri nya.
"Sayang bunda mohon buka mata mu nak, bunda tahu kau putri bunda yang kuat " ucap Dinda lagi.
"Sayang benar apa yang bunda bilang nak, kau putri dan kakak yang kuat, kau hanya tidur kan sayang " ucap Dominic.
"Bunda, Daddy ini sudah larut bagaimana jika bunda dan dad istirahat saja, biar kami yang menjaga kakak " ucap Domani.
"Itu benar bunda, Daddy nanti jika Kaka bangun kami akan beri tahu bunda, dan Daddy " ucap Demian yang sudah sampai berapa menit yang lalu.
"Tapi " ucap Dinda terpotong oleh Dominic.
"Itu benar sayang, lebih baik kita istirahat nanti kita gantian menjaga Ara " ucap Dominic.
"Baiklah " ucap Dinda.
Tapi sebelum itu, Dinda membisikan sesuatu pada putri nya.
"Sayang bunda tinggal sebentar, tapi Ara harus janji saat bunda datang kembali Ara harus membuka mata untuk bunda, jika Ara masih menutup mata bunda akan merajuk pada Ara " bisik Dinda.
Anggap saja itu ancaman yang Dinda berikan pada putrinya.
***
Sedangkan Ara yang berada di alam sadarnya, samar-samar dia mendengar ancaman dari seseorang, bunda, ya dia sangat mengenal jelas suara wanita yang tak pernah lelah menjaganya .
Tapi percaya lah, dia di sini sedang bersama seseorang yang dia juga tidak mengenal nya, tapi dia merasa sangat dekat dengan nya.
"Sayang, kembali lah nak, kau sudah di tunggu oleh bunda mu " ucap seseorang berbaju putih.
"Nenek, tapi Ara ingin di sini sebentar saja boleh " ucap Ara .
"Tapi berjanjilah untuk kembali sayang, kau menyanyi bunda mu bukan " ucap seseorang berbaju putih.
"Tentu saja Ara sangat menyayangi bunda, Ara tidak ingin kehilangan bunda " ucap Ara.
"Dan begitu pun bunda mu nak, kau dengar dia mengancam mu tadi, nenek tau kau cucu nenek yang kuat masih banyak yang harus kau jaga sayang , nenek titip bunda mu dan aunty mu, titip salam rindu pada mereka sayang " ucap seseorang berbaju putih dan tak lama mengucapkan kata nya dia langsung menghilang.
"Nenek, nenek di mana " teriak Ara
"Nenek kenapa Ara di tinggal " teriak Ara lagi.
***
Sedangkan triple D yang sedang duduk menjaga Ara, dengan Vanya yang berbaring di samping kasur Ara dan membisikan sesuatu.
"Kakak sayang, Vanya sudah berhasil membawa bunda dan Daddy pulang dengan selamat tapi lihatlah kenapa harus kakak yang tidak selamat, seharusnya Vanya ikut serta membantu kakak tadi Vanya kan sudah bisa menembak walau suka meleset ,,, hihi " ucap Vanya .
Kenapa dia melakukan itu, karna kedua orang tua mereka akan mengizinkan untuk menyentuh barang berang seperti itu saat sudah selesai sekolah sedangkan dia masih sekolah.
Karna dia orang tidak sabaran maka dia memaksa kakak cantiknya untuk mengajari nya menembak, dan tenang saat Meraka latihan indah selalu memperhatikan mereka di balkon kamar nya.
"Kakak Vanya boleh bertanya sesuatu pada kakak, tidak apa kakak tidak menjawab nya sekarang tapi kata aunty jika kakak mendengar apa yang kami ucapan dan bahagia nya lagi, aunty suruh sering sering berinteraksi dengan kakak maka kakak harus siap-siap mendengarkan ocehan Vanya, hehehe, Vanya cerewet ya Kak, iya Vanya akui tapi kakak juga begitu bukan saat kecil suka membuat heboh seluruh Mension " ucap Vanya.
"Vanya tidur lah, kenapa kau selalu mengoceh " ucap Demian.
"Stttttt,,, kakak jangan bicara nanti kak Ara tidak mau bangun, secara playboy cap kakap yang bicara " ucap Vanya.
"Kau " geram Demian.
"Kenapa kau tidak ingin mengalahkan, sudah lah kau diam saja berinteraksi lada seseorang yang kritis memang di anjurkan untuk memancing kesadaran seseorang, dan Vanya melakukan itu " ucap Domani.
"Kak kulkas benar, playboy Vanya juga melakukan apa yang aunty suruh " ucap Vanya.
"Ya ya , aku harap kakak tidak bosan mendengar suara cempreng mu " ucap Demian.
Sedangkan Sasa yang Setelah di beri kabar saat seluruh Anggota keluarga BENATA ke mansion Jeni , dia langsung menuju mansion Jeni dengan Arga yang siap mengantarnya ke mana pun, dan tak lupa dia sudah memberi kabar Andrian .
Dan benar saja di depan mereka sudah ada sebuah mobil asing, yang sedang menghalangi mobil mereka.
"Tunggu sebentar, mungkin itu Daddy " ucap Sasa langsung keluar dari mobil.
"Sasa sayang " ucap Ardian.
Ya, benar Ardian yang berada di dalam mobil tersebut.
"Dad " ucap Sasa.
"Pak, izinkan mereka masuk mereka anggota keluarga BENATA " ucap Sasa lada security.
"Tapi nona " ucap security.
Jelas security ragu, karna ini untuk pertama kalinya Ardian berkunjung di mansion Jeni.
"Bapak percaya pada saya kan pak, mereka Sasa yang suruh datang ke mari , dan jika nanti aunty marah Sasa yang akan tanggung " ucap Sasa.
"Baiklah, maaf nona " ucap security.
"Sekarang buka gerbang nya pak " ucap Sasa.
"Baik nona, maaf tuan " ucap security.
"Tidak apa-apa pak, Terima kasih pak " ucap Ardian.
Sasa langsung berlari masuk kembali ke dalam mobil Arga, saat mobil Ardian mulai masuk ke area mansion utama Jeni.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain ππ
yang sudah mampir di karya author terima kasih banyak π€