
Setelah acara menentukan hari pernikahan putrinya, mereka memutuskan untuk istirahat.
Dinda yang sudah menyelesaikan semua nya langsung menuju kamarnya, sedangkan Dominic lebih dahulu masuk.
"Mas " ucap Dinda.
Dia pikir suaminya sudah tidur ternyata masih berada di balkon kamarnya, entah apa yang membuatnya belum tidur Selarut ini.
"Sayang " ucap Dominic.
"Kenapa mas belum tidur " ucap Dinda.
"Sayang, Sasa ingin menikah " ucap Dominic.
"Iya Sasa ingin menikah, lalu " ucap Dinda.
"Seperti yang sayang tau, Sasa bukan putri kandung mas apa sebaiknya kita beritahu ayah biologis nya jika putrinya ingin menikah " ucap Dominic.
Dinda langsung diam, dia mengerti tapi apa dia siap bertemu dengan orang yang sama .
"Sayang ..... " ucap Dominic.
"Baiklah lebih baik kita istirahat saja, jangan di pikirkan " ucap Dominic.
"Beritahu dia mas " ucap Dinda.
Dominic dan Dinda yang tadinya jalan beriringan langsung berhenti saat mendengar ucapan istrinya.
"Sayang, jika sayang belum siap bertemu dengan nya mas akan melakukan nya" ucap dominic, Dinda menggeleng.
"Tidak mas, biar bagaimanapun dia berhak tahu putrinya akan menikah dan jangan pikirin kan Dinda, Dinda baik-baik saja " ucap Dinda.
"Lalu bagaimana dengan Ara " ucap Dominic.
Sekarang tak hanya satu hati yang dia jaga, Tiga hati yang tersakiti dan dia harus menjaga itu .
"Jangan pikirin Ara mas, yang terpenting Sasa " ucap Dinda.
"Tapi Ara juga harus di pikiran " ucap Dominic.
"Mas, bukan bearti Dinda tidak memikirkan perasaan Ara, tentu saja Dinda memikirkan perasaan Ara tapi sebelum itu Ara pernah bertemu dengan nya " ucap Dinda.
"Bertemu, lalu " ucap dominic.
"Seperti yang kita lihat Ara baik-baik saja, tapi yang tidak baik-baik saja sekarang sepupu Ardian " ucap Dinda.
"Sepupu, dia memiliki sepupu " ucap Dominic.
"Dinda tidak tau pasti karna Dinda tau dari Ara, dan saat Dinda perhatikan wajah mereka mirip " ucap Dinda.
"Maksud sayang, pernah melihat wajahnya " ucap Dominic.
"Ya tadi di supermarket " ucap Dinda.
"Apa " ucap Dominic shock.
"Tak hanya itu, Dinda juga bertemu dengan Missya istri Ardian, saat dia melihat Steve ya Steve nama nya, missya langsung pergi " ucap Dinda.
"Bagaimana Ara bisa mengenal nya " ucap Dominic.
"Di mahasiswa baru di kelas nya " ucap Dinda
"Mahasiswa, bukanya dia seumuran dengan Ardian bagaimana bisa menjadi mahasiswa baru " ucap dominic bingung.
"Lebih baik besok kita bahas ini lagi " ucap Dominic.
"Baiklah, ayo kita istirahat " ucap Dinda.
Sedangkan Ara berada di kamarnya, walau sudah larut malam dia masih betah berkutik dengan laptop nya, tiba-tiba ponselnya bergetar.
"Ica "
"Ada apa di nelpon malam-malam begini " ucap Ara.
"Hello " ucap Ara.
"Hello Ara, apa aku mengganggu istirahat mu " ucap Ica di sebrang sana.
"Tidak, ada apa Ica " ucap Ara.
"Tadi mommy ku bilang jika bertemu dengan mu, apa benar " ucap Ica.
"Iya benar, kami tidak Sengahja bertemu di supermarket " ucap Ara.
"Tapi selain itu, apa kau bertemu dengan Steve mahasiswa baru itu " ucap Ica lagi.
"Ya, kebetulan dia juga di sana " ucap Ara.
"Bukan kebetulan lebih tepatnya, dia mengikuti ku " Ara membatin.
"Ara sepertinya nya kau harus hati-hati " ucap Ica.
"Kenapa memangnya " ucap Ara.
"Dad ku, bukan maksud ku Daddy mu berpesan untuk hati-hati " ucap Ica .
"Dia Daddy mu juga Ica, dan katakan pada Daddy mu terima kasih sudah mengingatkan Ara " ucap Ara.
"Ara setelah mengetahui kebenaran ini apa kau masih mau berteman dengan ku " ucap ica di sebrang sana.
"Ica bicara apa kau, seharusnya aku yang bertanya pada mu Setelah mengetahui kebenaran ini apa kau masih mau berteman dengan ku " ucap Ara.
"Aku tidak tau terbuat dari apa hatimu, aku yakin ibumu pasti sangat baik buktinya kau sangat baik" ucap Ica.
"Ica jika kau mengetahui kebenaran tentang ku, mungkin kau menyesal sudah memuji ku, dan jika kau penasaran dengan bunda yang telah melahirkan ku datang lah ke mansion utama kami " ucap Ara.
"Memang nya kami boleh berkunjung di mansion mu " ucap Ica.
"Tentu saja mansion kami selaku terbuka untuk umum " ucap Ara.
"Terima kasih Ara " ucap Ica.
"Sudah ini sudah larut, istirahat lah nanti kau sakit " ucap Ara.
"Kau juga, by Ara " ucap Ica Setelah mengakhiri sambungan telepon nya.
"Mom dan dad pasti bahagia jika tau kabar gembira ini " ucap Ica Setelah menyelesaikan telpon nya.
"Tapi tunggu, apa maksud dari ucapan Ara tadi "
"Aku akan menyesal jika mengetahui kebenaran tentang nya "
Next part selanjutnya KK mohon maaf atas keterlibatan update kali ini ππ»
jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain π