
"Auauaua ,,, kakak sakit " pekik Vanya saat kuping nya di tarik oleh seseorang.
"Hehehe,,, bunda " ucap Vanya cengengesan saat melihat siapa yang menjewer nya.
Sedangkan Ara yang melihat kuping adiknya di jewer bukan nya kasian malah tertawa.
"Dasar anak nakal, apa yang kau lakukan di sini " ucap Dinda .
"Itu,,, itu ,,,,,," Vanya menatap Ara meminta bantuan .
"Itu apa " ucap Dinda.
"Sayang ada apa " ucap seseorang.
Mereka semua langsung membalikan badan saat mendengar suara seseorang.
"Daddy " ucap Vanya langsung berlari bersembunyi di balik tubuh Dominic.
"Apa yang terjadi " ucap Dominic.
"Ayo sayang jelaskan apa yang kau lakukan " ucap Dinda.
"Sayang ada apa " ucap Dominic.
"Vanya nguping " ucap Vanya menunduk takut.
"Sayang, bisa kau jelaskan pada Daddy , dad tidak paham " ucap Dominic.
"Vanya ,,, nguping kamar kak Sasa " ucap Vanya jujur.
"Astaga, lalu apa yang kau dapat sayang" ucap Dominic.
"Tidak, Vanya kan baru saja nguping tidak dengar apa pun, suer " ucap Vanya sambil mengangkat tangan nya.
"Lain kali jangan lakukan itu lagi, kau belum saat nya tahu semua ini " ucap Dinda lembut.
"Maaf bunda " ucap Vanya.
"Sudah, pergi istirahat sana dan jangan di ulangi lagi " ucap Dinda.
"Vanya ingin ikut kakak " ucap Vanya.
Dinda dan Dominic langsung menatap Ara .
"Ara ingin pergi ke lantai bawah sebentar " ucap Ara.
"Bukan nya nak Devan sudah menyelesaikan dekor nya " ucap Dominic.
"Hehehe,, Ara masih belum melihat nya lagi " ucap Ara.
"Kan bisa besok sayang " ucap Dinda .
"Sayang Bagai tidak kenal dengan putri kita saja sayang " ucap Dominic.
"Baik lah, jangan lama-lama " ucap Dinda.
"Siap " ucap Ara dan Vanya bersamaan.
Dinda dan Dominic langsung masuk kembali ke dalam kamar mereka yang kebetulan berdampingan dengan kamar Sasa .
Sedangkan Ara dan Vanya langsung melanjutkan tujuan mereka untuk ke lantai bawah melihat hasil dekorasi Devan .
Saat mereka sudah sampai di lantai di mana akan acara pernikahan Ara nanti , Ara langsung membuka ruangan tersebut.
"Amazing " ucap Ara takjub.
"Kakak apa ini bener oom tua yang dekor " ucap Vanya takjub melihat hasil karya dari tangan Devan.
"Ini luar biasa " ucap Vanya langsung berlari kesana kemari melihat dekorasi yang wow , ini sangat luar biasa menurut nya.
"Selamat malam nona muda " ucap petugas keamanan .
"Malam " ucap Ara.
"Maaf nona kami tidak tahu jika nona muda akan turun ke bawah " ucap petugas kemanan takut.
Secara pemilik hotel yang turun ke lantai bawah, dia tidak tahu .
"It's okey, kami hanya turun sebentar saja " ucap Ara sambil mengitari seluruh ruangan tersebut.
"Kakak, ini sangat luar biasa " ucap Vanya saat sudah selesai mengelilingi ruangan tersebut.
"Selamat malam Nona muda " ucap petugas hotel.
"Kakak apa ini masih malam kan ini sudah pukul satu dini hari jadi Vanya harus jawab apa " bisik Vanya yang masih di dengar oleh petugas kemanan.
Petugas keamanan yang mendengar ucapan nona muda nya, menggaruk tengkuknya tidak gatal.
"Apa ini sudah pagi, tapikan masih gelap " pikir nya.
"Terserah Vanya saja, mau nya jawab pagi, siang malam iya kan pak " ucap Ara.
"Hehehe, iya benar nona " ucap petugas.
"Baiklah pak, kami sudah selesai bapak bisa lanjut kan pekerjaan bapak ,jika sudah selesai bapak boleh istirahat " ucap Ara.
"Baik nona " ucap petugas.
"Vanya ayo kita pulang, selamat malam pak " ucap Ara.
"Malam nona " ucap petugas.
Setelah kepergian Ara dan Vanya, petugas langsung mengunci kembali gedung tersebut .
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain ππ»