Little Queen

Little Queen
#64



Sedangkan Devan yang sedang menunggu seseorang di tak kunjung menampakan batang hidung nya.


Tapi tak lama berselang pintu ruangan nya di ketuk oleh seseorang .


Tok Tok Tok


"Masuk " ucap nya.


Ceklek ....


Pintu ruangan terbuka , seorang pria berpakaian petugas kemanan yang datang ke ruangan nya, siapa lagi jika bukan security yang dia tunggu-tunggu kedatangan nya.


"Bagaimana, bapak sudah memberi nya minum " ucap Devan.


"Sudah pak Devan, tapi maaf dia tidak mengatakan alasan kenapa dia di hukum " ucap security.


"Baiklah saya mengerti pak, terima kasih sudah memberi nya minum, dan ini " ucap Devan menyerahkan uang berapa lembar merah.


"Maaf pak Devan ingin titip beli sesuatu " ucap security.


"Tidak, ini untuk bapak, anggap saja ini sebagai hadiah karna bapak sudah berhasil memberi nya minum karna saya tau dia tidak mudah menerima pemberian orang lain " ucap Devan..


"Tidak apa apa pak, saya iklas bantunya kalau begitu saya permisi " ucap security.


"Pak tunggu " ucap Devan menghentikan security yang ingin pergi.


"Jika bapak tidak ingin menerima uang ini sebagai hadiah, anggap saja ini rezeki untuk putri bapak saya dengar sekarang sedang berada di ruang sakit " ucap Devan .


"Dari mana bapak tau, setau saya tidak ada beritahu siapa pun " ucap security.


"Bapak tidak perlu tau dari siapa, mohon di terima ya pak " ucap Devan.


"Terima kasih pak, semoga rezeki bapak semangkin lancar dan apa yang bapak inginkan terwujud " doa security.


"Aamiin aamiin terima kasih atas doa nya, semoga putri bapak lekas sembuh " ucap Devan.


"Terima kasih pak, semoga kita semua di lindungi oleh tuhan " ucap security.


"Aamiin "


***


Sedangkan di sekolah, bertepatan dengan waktu istirahat tiba, saat semua mahasiswa sudah mulai bubar akan menuju kantin atau di mana pun, tiba-tiba terdengar suara pengumuman .


Pengumuman :


Bagi nama yang di sebutkan untuk datang ke ruang BK sekarang.


Vanya putri


Evina putri


Di tunggu di ruang BK sekarang .


Domani dan Demian langsung memandang adik bungsu nya, why kenapa harus ruang BK.


"Vanya kenapa kau di panggil ke ruang BK " ucap Domani.


"Iya, apa kau melakukan kesalahan " uvap Demian.


"Kakak, Vanya tidak melakukan apapun Vanya di fitnah " ucap Vanya.


"Vanya kenapa kau tidak bilang pada kami " ucap Domani.


"Vanya takut " ucap Vanya.


Pengumuman :


Di beritahu kan pada siswi bernama Vanya untuk segera datang ke ruang BK.


"Kakak Vanya harus ke sana sekarang, kakak jangan khawatir Vanya sudah beritahu kak Ara " ucap Vanya langsung menuju ruang BK .


"Apa mungkin bunda dan Daddy tidak tahu hal ini " ucap Domani.


"Mungkin saja, bunda pasti khawatir jika mengetahui hal ini " ucap Demian.


"Ku benar " ucap Domani.


"Apa kita perlu ke ruang BK " ucap Demian.


"Sepertinya tidak, tapi bagaimana jika kita tunggu di luar saja " ucap Domani.


"Kau benar, ayo " ucap Demian.


Ruang BK .


Di sana sudah ada Evi dan satu wanita paruh baya yang menunggu kedatangan nya


Tok Tok Tok


"Masuk " ucap guru BK.


"Dasar lama " ucap Evi.


"Oh jadi dia yang curi ponsel mu sayang " ucap wanita paruh baya.


"Kau tidak perlu duduk , kau tahu kami tidak selevel dengan orang miskin seperti mu " ucap wanita paruh baya.


"Betul begitu Bu Jasmine " ucap wanita paruh baya.


"Sekarang kau harus mempertanggung jawabkan atas perbuatan mu " ucap wanita paruh baya.


"Nyonya, bagaimana saya ingin mempertanggung jawabkan hal yang tidak pernah saya lakukan " ucap Vanya.


"Hi turunkan suara mu saat bicara dengan mommy ku " ucap Evi.


"Dan kau juga, kau main fitnah orang lain tanpa mencari tahu yang sebenarnya " ucap Vanya.


"Kau " geram Evi langsung bangun dari duduk nya.


"Evi duduk " ucap Jasmine.


"Hi, di mana sopan santun mu kau tau siapa kami, dia Bu Jasmin adalah saudara ku jika kau masih membela diri mu sendiri kau dengan mudah mengeluarkan mu dari sekolah ini " ucap mom Evi.


"Nyonya, anda bertanya di mana sopan santun saya, tentu saja ada karna kami di ajarkan untuk menghargai orang yang lebih tua dari kami " ucap Vanya.


"Di mana buktinya jika kau punya sopan santun, kau bilang orang tua mu mengajarkan mu sopan santun aku meragukan itu " ucap Jasmine.


"Ibu, anda seorang guru seharusnya anda mencari tahu masalah yang terjadi tapi apa yang anda lakukan , malah sebaliknya " ucap Vanya.


"Pencuri memang tidak pernah mau ngaku " ucap Evi.


"Kau diam, aku cukup sabar menghadapi Kalian " ucap Vanya meninggi.


"Kurang ajar " geram mom Evi.


PLAKKKK


" Ttuueeeh " sekeras apa tamparan yang di terima sampai mengeluarkan dArah segar di pelipis bibi nya.


Ceklek ...


Pintu terbuka , menampilkan dua sosok pria tampan yang berada di ambang pintu.


"Sayang " ucap Evi langsung berlari menuju Demian.


Domani menatap nanar wanita ondel-ondel yang tidak tau malu bergelut manja di tangan saudara nya.


"Lepaskan tangan mu, aku jijik melihat wanita seperti mu " ucap Demian.


"Ada apa ini " ucap Domani.


"Kain keluar, kami tidak ada urusan dengan kalian " usir Bu Jasmine.


"Tentu saja ini urusan kami, kalian sudah melukainya " ucap Demian.


"Memang nya siapa dia " ucap Bu Jasmine.


"Hi aku muak dengan semua ini, aku tidak mau tau aku akan membawa ini ke jalur hukum " ucap mom Evi.


"Cepat mom penjarakan saja dia " ucap Evi tersenyum miring.


"Kalian tidak memiliki bukti, bisa bisa kalian yang akan di penjarakan karena sudah mencemarkan nama baik seseorang " ucap Domani.


"Kalian kira aku takut, kau tahu suamiku " ucap mom Evi.


"Mom cepat suruh dad ke mari, biar dia di bawa ke penjara " ucap Evi.


"Ini yang kalian mau bukan, tunggu saja " ucap mom Evi langsung menghubungi suami nya.


"Kau tidak ingin menghubungi orang tua kalian, biar memohon " ucap Evi.


"Vanya kau tunggu di sini " ucap Demian , dia juga akan menghubungi seseorang.


****


Sedangkan di lapangan kampus seorang wanita yang masih menjalankan masa hukumannya, akhirnya berakhir saat mendengar jam mata kuliah berakhir.


"Astaga kaki ku " ucap Ara langsung duduk di lapangan, tapi tiba-tiba seseorang berlari menghampiri nya .


"Ara " teriak Ica.


"Ica ada apa kenapa kau lari-lari " ucap Ara, padahal dia baru saja istirahatkan kaki nya yang pegal akibat berdiri terlalu lama .


"Ini ponsel mu dari tadi bunyi, maaf aku membuka tas mu" ucap Ica.


Ara langsung mengambil ponselnya yang ada di tangan Ica, dan benar saja banyak panggilan tidak terjawab dari adik nya.


"Demian "


"Astaga, Vanya " ucap Ara langsung berkati menuju motor nya.


"Ara tunggu aku, mau ikut " ucap Ica.


Dan tanpa menunggu jawaban dari Ara, ucap sudah naik di atas motor sport Ara.


"Cepat gunakan helm ini " ucap Ara, karna dia tidak membawa helm serap mau tak mau dia memberikan helm nya pada Ica karna dia tau Ica tidak terbiasa menggunakan motor.


"Pegangan " ucap Ara, dan benar saja Ara langsung menancap gas full, adiknya sedang dalam masalah sekarang.


"Aaaarrrrggggg "


Next part selanjutnya KK mohon maaf atas keterlambatan update nya πŸ™πŸ»


Note : yang sudah mengikuti giveaway baik menggunakan FB , Ig, tiktok, Snack Vidio jangan lupa untuk DM author terlebih dahulu , karna sebagai tidak terlihat karna tidak di follback karna akun IG terkunci .