
"Sepertinya kita akan menonton pria tertidur " ucap Sena.
Sedangkan Ara yang dari tadi hanya diam memperhatikan Devan, rasanya dia ingin tertawa sekeras mungkin tapi dia tahan karna luka nya .
"Boleh Ara minta air nya " ucap Ara.
Devan yang mendengar suara Ara, jantung nya sudah mulai tidak karuan.
" apa yang ingin dia lakukan dengan air itu " Devan membatin.
"Sayang ingin minum " ucap Dinda langsung dengan sigap mengambilkan air yang sudah di sediakan di setiap ruangan.
"Sayang ini air nya " ucap Dinda menyerahkan air segelas.
"Terima kasih bunda " ucap Ara.
"Sama-sama sayang " ucap Dinda.
Ara langsung menerima air yang di berikan Dinda, dan saat Dinda ingin bangun dari posisi jongkok nya Ara langsung menahan tangan Dinda dan membisikan sesuatu .
"Mom, sini biar Dinda bantu Ara " ucap Dinda setelah Ara membisikan sesuatu pada nya.
"Baiklah " ucap indah langsung menggeser posisi nya.
"STOP bunda " ucap Ara tepat berhenti di samping Devan.
"Astaga dia mendekat " Devan membatin.
"Sayang hati-hati " ucap Dinda saat Ara ingin berdiri.
Bukan nya kesakitan dengan luka nya Ara malah santai mendekatkan mulut nya pada telinga Devan.
"Hi, king naga hitam sampai kapan king akan berpura-pura tidur begini, apa perlu Ara suntik mati sekalian , kasian keluarga king yang menunggu " bisik Ara pelan.
Dan benar saja Devan Langsung membuka matanya saat Ara menyiramkan air sedikit di wajah tampan Devan,
Setelah melihat Devan membuka mata Ara Langsung duduk kembali di kursi rodanya.
"Devan " ucap Mila.
"Dasar cucu nakal kau menipu kami ternyata " ucap Sena.
Bughhhh bughhhh
"Auuu, grandma sakit " rengek Devan.
"Astaga, mom hentikan kasihan Devan " ucap Mila.
Bughhhh
"dasar cucu nakal, kau ingin membuat kami jantungan, haaa " kesal Alexander.
"Sini biar bunda bantu " ucap Dinda saat Ara ingin memundurkan kursi rodanya.
"Dasar anak nakal, kau tidak Kasian dengan mommy mu " ucap Brayen.
"Maaf " ucap Devan.
"Jadi kita semua nya di tipu " ucap Dominic.
"Bukan begitu, bagaimana ya " ucap Devan bingung ingin menjelaskan pada semua orang.
"Mungkin dia takut mengatakan apa penyebab luka nya " ucap Ara sambil minum air di yang di berikan bunda nya.
"Jelas kan pada kami, kenapa kau bisa terluka " ucap Sena.
"Katakan apa sebenarnya yang kau rahasia sampai tidak ingin kembali ke Australia " ucap Brayen lagi.
Devan sesudah seperti tindakan kriminal yang harus menjelaskan pada semua orang .
"Mungkin tuan Devan tidak nyaman dengan kehadiran kami, kami akan keluar " ucap Jeni .
Good, ini yang Devan tunggu mana mungkin dia mengatakan identitas nya di semua orang.
"Ayo " ucap Jeni .
"Baik aunty , ayo dad mom Ica " ucap Sasa.
"Apa aku di lupa kan " ucap Arga yang dari tadi menyimak.
"Maaf mas Arga, ayo " ucap Sasa.
Setelah kepergian mereka, tinggal lah keluarga inti, ya anggap saja begitu .
"Sekarang katakan rahasia apa yang kau sembunyikan kan " ucap Sena.
"Sayang, coba jelaskan pada kami apa yang terjadi sebenarnya " ucap Mila lembut.
"Itu ,,, " Devan malah menjeda ucapan nya.
Saat semua orang yang berada di ruangan nya, menatapnya seperti tindak kriminal .
"Dasar cucu nakal, kami sudah menunggu mu tapi kau malah diam saja " kesal Sena.
"Grandma sakit " ucap Devan saat Sena mencubit pinggang nya.
"Mom, Bagaimana Devan ingin menjelaskan jika mom mencubit nya " ucap Brayen.
"Kau membela putra mu, astaga jadi di sini mom yang salah " kesal Sena.
"Sena putra mu benar, tenang lah " ucap indah.
"Astaga, indah kau tau baru aku kembali ke Australia karna apa karna dia selalu pulang malam, entah apa yang dia lakukan saat di luar sana dan saat ku tanya dia selalu menghindar " kesal Sena.
"Pak Devan, sudahlah katakan yang sejujurnya nya sebelum kepala anda di tembak oleh grandma Sena " ucap Ara.
"Pak Devan " ulang Mila.
"Iya, Mila sayang kau tahu putra mu seorang dosen di sebuah kampus terkenal di kota ini " ucap Sena.
"Devan " ucap Brayen.
"Dad, itu Devan hanya menjadi dosen penganti saja, dad tenang saja Devan tidak melupakan tugas Devan sebagai CEO di perusahaan " ucap Devan.
Sedangkan Ara tersenyum puas, melihat Devan yang semangkin pucat.
"Sepertinya dia kekurangan kekurang tugas " ucap Sena mengompori .
"Grandma " rengek Devan.
"Bagaimana bisa seorang king manja begini " ucap Ara lagi.
"King "
Next part selanjutnya KK biar author tambah semangat double up bagaimana jika mampir di karya author yang lain dan jangan lupa untuk di jadikan favorit ♥️