
Seorang pria yang telah di beri lampu hijau oleh wanita nya dia langsung kembali ke apartemen nya, dan Sekarang di sinilah dia
"Sayang ada apa kau mengumpulkan kami di sini " ucap Mila.
"Iya, grandma mau istirahat " ucap Sena, entah apa yang dia lakukan di luar sampai sangat lelah begini.
"Devan ingin menikah " ucap Devan to the point.
"Menikah " ulang Mila.
"Dengan siapa kau ingin menikah " ucap Brayen.
"Bukan nya waktu itu kau tidak ingin menikah " goda Sena.
"Itu dalam mimpi grandma " ucap Devan.
"Oh iya grandma lupa " ucap Sena.
"Siapa wanita itu " ucap Mila.
"Paling juga cucu indah " gumam Sena.
"Dasar anak tengik, kau ingin merusak pernikahan orang , apa di dunia ini tidak ada wanita lain " kesal Mila.
Bughhhh bughhhh bughhhh
"Mom " ucap Devan menghentikan Mila yang memukul nya.
"Mila hentikan, putra kita kesakitan " ucap Brayen.
Sedangkan Sena yang melihat cucu nya di pukul bukan nya kasian malah tertawa karna menantu nya sudah salah paham
"Jika kau merusak pernikahan orang lain maka kau akan mom kirim ke ujung kulon " ucap Mila.
"Buahaaahahah " pecah sudah tawa Sena mendengar ucapan menantunya , yang benar saja ujung kulon.
"Mom Devan bukan ingin menikah dengan sasa " ucap Devan dengan satu tarik nafas.
"Lalu siapa " ucap mereka bersamaan
"Murid imut dong " ucap Sena.
"Ara " ucap mereka.
"Benar itu sayang " ucap Mila.
"Tapi kau tahu dia Siapa bukan, sebelum kau mengungkap perasaan mu apa kau sudah pantas untuk nya, setidaknya kau bisa menjaganya " ucap Brayen.
"Tapi dia bilang katakan pada aunty Dinda " ucap Devan.
"Mom tau Ara anak yang baik, hanya saja dia sedikit dingin, tapi sayang kau seorang laki-laki harus tegas jangan seperti ini, pantaskah diri mu bersama nya, bukan maksud mommy untuk membuat mu tidak yakin, tapi tanyakan pada diri mu sendiri pantaskah kau untuk nya " ucap Mila penuh dengan menekan
"Benar apa yang mommy mu katakan Devan, kau seorang CEO, Dosan sekaligus seorang king mafia tapi grandma tidak melihat ketegasan mu dalam dunia mafia, bisnis , dosen dan mafia mereka berbeda " ucap Sena.
"Jadi Devan tidak pantas untuk Ara " ucap Devan.
"Bukan tidak pantas, kau seorang laki-laki harus tegas dan bijaksana dalam bertindak setidaknya kau membuktikan pada nya jika kau pantas untuk nya " ucap Brayen.
"Jika kalian berjodoh biar bagaimanapun kau sudah untuk mendapatkan nya kau pasti bertemu " ucap Brayen.
"Cucu grandpa bukan tidak tegas, hanya kurang sedikit lagi untuk membuktikan nya " ucap Alexander.
"Grandma mengenal jelas keluarga BENATA, kau hanya membuktikan saja pada mereka jika kau layak dan pantas untuk cucu kesayangan mereka " ucap Sena.
Devan hanya diam, mendengar apa yang anggota nya katakan karna semua nya benar.
****
Sedangkan di taman belakang mansion milik keluarga BENATA, seorang wanita cantik yang fokus dengan laptop nya langsung menghentikan kegiatan nya saat seseorang datang .
"Bunda cari-cari ternyata di sini " ucap Dinda dengan membawa nampan berisi kue dan air.
"Kau sibuk sayang " ucap Dinda Setelah duduk di samping Ara.
"Tidak bunda, ada apa bunda " ucap Ara.
"Tidak, bunda hanya rindu dengan putri kecil bunda " ucap Dinda.
"Bunda " rengek Ara .
Ara memang tidak suka jika di bilang masih kecil, kan dia sudah besar .
"Ya,,ya ,,, putri bunda sudah besar " ucap Dinda dengan tersenyum kecil.
"Boleh bunda bertanya sesuatu "
Kira-kira apa yang ingin Dinda tanya pada Ara , ada yang tau ???
Next part selanjutnya kita saksikan bersama-sama, mohon maaf jika tidak teratur update nya ππ»