Little Queen

Little Queen
#126



"Sayang bagaimana rasanya punya bayi besar " ucap Jeni yang sudah tersenyum .


"Astaga ,,, Ara tidak menyangka jika Vanya melakukan ini " ucap Ara.


"Habis kakak tipu Vanya, sekali-kali nyusu sama kakak " ucap Vanya .


Ya, adik nakal nya dengan kurang ajar menghisap ****** payud*ra, dan untuk kali ini dia memang tidak bisa menebak apa yang dilakukan adik nakal nya.


PLAKKKK


"Aaauuuu " pekik Vanya.


Bagaimana tidak sakit jika keningnya di tepuk oleh indah, bagaimana jika keningnya lebar .


"Kau sudah tua Bangka tapi masih ingin nyusu, nanti grandma lapor pada bunda mu " ucap indah.


"Tidak ,, tidak jangan grandma " ucap Vanya cepat.


Tidak boleh bagaimana jika uang jajan nya di potong bisa-bisa dia bisa kurus tidak jajan.


"Benar grandma biar uang saku nya di potong bunda " ucap Ara setelah selesai membenarkan pakaian.


"Tidak, jangan kakak nanti Vanya tidak bisa jajan " ucap Vanya.


"Sekarang minta maaf pada kakak mu " ucap Indah.


Dengan langkah lemah Vanya mendekati Ara yang masih setia duduk di kasur tersebut.


"Kakak Vanya minta maaf , jangan bilang bunda " ucap Vanya.


"Jadi minta maaf nya tidak ikhlas, hanya karna uang jajan begitu " ucap Jeni.


"Tidak, bukan begitu aunty " ucap Vanya lagi


"Lalu " ucap Ara.


"Vanya minta maaf ,,, habis Vanya gemes kakak di cubit tidak bangun " ucap Vanya menunduk.


"Kakak akan memaafkan Vanya tapi Dengan satu syarat " ucap Ara.


"Apa yang harus Vanya lakukan " ucap Vanya.


"Vanya harus bertanggung jawab pada ruangan kakak yang sudah seperti kapal pecah " ucap Ara tersenyum manis.


"Memang nya apa yang kau dilakukan di ruangan kakak mu sayang " ucap Indah penasaran.


"Emmmm,,, itu grandma ... " Vanya menjeda ucapannya.


"Queen tunggu " ucap Jeni langsung menyusul indah yang berlari menuju ruangan nya.


Dan begitu pun dengan Ara dan Vanya juga ikut menyusul ke ruangan


"Astaga, ruangan ku " ucap Indah shock .


"Queen , foto king " ucap Jeni .


"Grandma maaf Vanya tidak punya temang " ucap Vanya .


Indah hanya bisa memijit pelipisnya pusing, kenapa cucu satu nya ini sangat sangat dan tiba-tiba ponselnya berdering...


Drrrr Drrrrr


"Astaga siapa ini " ucap Indah langsung mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas nya.


"Vanya ,,, itu orang yang kau jadikan temang foto nya " ucap Ara.


"Kakak " ucap Vanya takut .


"Hello Faaz " ucap Indah saat sudah menekan tombol hijau.


"Hello Queen, apa aku mengganggu mu " ucap Faaz di sebrang sana.


"Tidak ,,, kenapa kau tidak hadir di acara pernikahan cucu ku " ucap Indah.


"Maaf Queen, aku punya urusan sedikit " ucap Faaz di seberang sana.


"Kakek apa kabar " teriak Ara.


"Wow,, seperti nya aku mendengar suara cucu hebat ku " ucap Faaz.


"Iya kami sedang di markas dan di ruangan sekarang " ucap Indah.


"Apa terjadi sesuatu " ucap Faaz.


"Kau tau cucu kesayangan mu ini, dia sangat jahil dan cucu bungsu ku ini tidak kalah jahil nya jadi maafkan foto mu sudah di panah oleh cucu bungsu ku " ucap Indah.


"What,,, foto ku jadi temang bukan kah semua nya ada di ruang latihan kenapa harus foto ku " ucap Faaz.


"Seperti nya kakek jelek, iya kan adik ku sayang " ucap Ara.


"Maaf kakek habis kakak lama diskusi tidak ajak Vanya jadi Vanya main main deh , eh Vanya di kerjakan deh " kesal Vanya.


"It's okey sayang, kakek tidak marah nanti kakek ganti foto nya " ucap Faaz.


"Kakek baik deh " ucap Vanya.


"Kakek awas saja kakek tidak datang di acara pernikahan Ara, nanti ara susul dan Ara minta hadiah yang tidak bisa di lupakan " ucap Ara.


"Akan kakek usahakan datang " ucap Faaz lagi.


"Ara tunggu " ucap Ara lagi.


"Baiklah , aku tutup telpon nya " ucap Faaz lagi.


"Okey, by kakek " ucap mereka.


Setelah sambungan telepon terputus ,Vanya mengira jika hukum nya akan berakhir tapi sayang sekali itu tidak akan terjadi .


"Vanya ayo bersih ruangan ini " ucap Ara.


"Semangat sayang biar uang saku mu tidak di potong dan kau boleh ikut dengan kakak mu " ucap Jeni.


"Semangat cucu bar-bar ku, kau sudah mengambil start duluan dari ooom tua " ucap indah.


"Siap,,, tidak masalah jadi tukang bersih-bersih suatu kebanggaan karna ini ruangan seorang Queen " ucap Vanya.


"Good luck sayang " ucap mereka.


Dan Vanya langsung membersihkan ruangan yang sudah dia buat seperti kapal pecah ini.


Sedangkan Ara dan yang lain langsung pergi dari sana menunggu Vanya menyelesaikan hukuman nya.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya