
Keesokan harinya, tiba di mana hari Ara dan Devan akan pindah ke mansion baru Mereka dan akan memulai hidup baru bersama.
Dan saat pagi-pagi sekali di dalam kamar Ara sudah banyak koper bersusun rapi di mana semua berisi barang-barang Ara dan Devan.
"Sayang sudah siap " ucap Devan.
"Sudah mas " ucap Ara.
"Ayo kita turun ke bawah " ucap Devan.
"Ayo " ucap Ara.
Sedangkan di lantai bawah semua anggota keluarga BENATA sudah berada di meja makan, sebelum mereka mulai beraktivitas mereka akan sarapan bersama.
"Selamat pagi " sapa Ara dan Devan bersamaan.
"Pagi " ucap mereka semua.
"Sudah siap " ucap Alaric.
"Sudah grandpa " ucap Ara, sambil duduk di kursi nya dan tentu Devan dengan sigap untuk membenarkan kursi biar Ara lebih nyaman duduk nya
"So sweet " ucap Vanya sambil memeluk diri nya sendiri.
"Cie yang jomblo " ucap Sasa.
Seperti biasa setiap hari akan ada drama yang pasti terjadi sebelum mereka sarapan pagi, karna mungkin bagi si putri bungsu BENATA yang cantik jelita sejagat raya tidak akan sah jika dia tidak membuat drama.
"Ih,,,, kakak Vanya jadi malu " ucap Vanya.
"Kasian sekali tidak di terima oleh pilot kemarin " ucap Demian.
"Siapa bilang, dia akan melamar Vanya nanti " ucap Vanya dengan percaya diri nya.
"Ciiihhhh,,,, percaya diri sekali kau " ucap Demian.
Tapi bagi mereka si putri bungsu BENATA selalu percaya diri jika melakukan sesuatu.
"Hi,,, dengar kembaran ku yang Playboy cap kakap, kata orang jika bermimpi jangan tanggung-tanggung bukti jika kau bisa mendapatkan nya " ucap Vanya.
"Good, grandma suka gaya mu " ucap indah.
"Ih, grandma nanti Vanya pasti di beri tambahan uang saku ini " ucap Vanya.
"Nanti jika sudah dapat pilot nya, grandma beri pulau juga boleh " ucap indah lagi
"Pulau " ulang Vanya.
Membayangkan saja dia sudah bahagia apa lagi benar terjadi jika dia mendapatkan pulau, akan dia beri nama apa ya,,, emmm nanti saja dia pikirkan .
"Janji ya grandma , awas saja kalau grandma bohong tunggu 4 tahun ke depan " ucap Vanya.
"Iya, nanti kalau uang grandma tidak cukup kita minta sama grandpa mu " ucap indah lagi.
"Kenapa grandpa yang kena " ucap Alaric.
"Sabar ya grandpa " ucap Vanya.
"Sudah sudah ayo kita sarapan nanti kalian terlambat " ucap Dinda.
"Baik bunda " ucap Vanya.
Sarapan berjalan dengan hikmat di mana hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang mengisi kesunyian di ruang makan tersebut.
Dan setelah selesai triple D langsung berangkat menuju sekolah mereka , dan begitupun dengan Arga dan Sasa yang juga harus mulai bekerja setelah selesai menikmati honeymoon mereka.
Dan jika yang lain memulai aktivitas mereka tidak untuk Ara dan Devan yang di mana mereka akan pindah di mansion baru mereka.
"Hati-hati sayang, jaga diri mu " ucap Dinda.
"Iya bunda, bunda juga jaga kesehatan dan jangan lupa untuk kabari apa pun yang terjadi pada Ara " ucap Ara lagi.
"Daddy akan menjaga bunda semampu Daddy sayang " ucap Dominic.
"Ara percaya, Daddy akan menjaga bunda " ucap Ara lagi.
"Grandma, terima kasih untuk semua nya " ucap Ara lagi.
"Seharusnya grandma yang berterima kasih, sudah menjadi cucu kebanggaan kami " ucap indah
"Iya sayang, pintu mansion akan selalu terbuka untuk mu sering-sering datang ke mari " ucap Alaric lagi.
"Kami juga menunggu kedatangan keluarga besar BENATA untuk datang ke mansion kami " ucap Ara.
"Kami pasti datang " ucap mereka.
"Baiklah sudah saat nya kami berangkat " ucap Ara.
"Hati-hati " ucap mereka.
"Kami pamit " ucap Devan.
"Jaga putri ku " ucap Dominic.
"Devan akan menjaga Ara semampu Devan dad " ucap Devan.
Setelah berpamitan mereka langsung berangkat menuju mansion baru mereka, yang kebetulan tidak jauh dari mansion utama BENATA.
Yang seperti sudah di rencanakan oleh Devan sebelum karna dia tahu Ara tidak pernah berpisah dengan anggota keluarga nya jadi itu sebabnya dia mencari mansion yang tidak jauh dari mansion utama BENATA untuk mempermudah mereka untuk berkunjung.
****
Dan setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai di mansion baru mereka dan tanpa menunggu lama mereka langsung membereskan barang-barang Ara yang kebetulan barang Devan sudah di pindahkan sebelumnya jadi hanya membereskan barang Ara saja .
"Sayang , mas simpan di sini ya " ucap Devan.
"Iya mas " ucap Ara sambil merapikan alat makeup nya.
Walau tidak banyak seperti wanita lain tapi barang-barang nya harus terus rapi Biar siapa pun yang melihat akan merasa nyaman, terutama untuk diri nya yang sering melihat nya.
"Mas ingin Ara masakan apa untuk makan siang " ucap Ara.
Devan yang merapikan pakaian Ara langsung menghentikan sejenak kegiatan berpikir apa yang ingin dia makan.
"Emmm,,, terserah sayang saja atau kita makan di luar saja, sayang pasti capek " ucap Devan.
"Memang nya di kulkas tidak ada bahan makanan gitu " ucap Ara.
"Emmm,,, ada mas sudah suruh orang siapkan semua nya " ucap devan
"Lebih baik kita masak saja kan biar bisa makan sepuasnya dan tentunya sudah bersih " ucap Ara lagi
"Baiklah, nanti kita masak sama-sama " ucap Devan.
"Okay " ucap Ara.
Mungkin kalian bertanya kenapa tidak ada pembantu di mansion baru mereka, Ara yang melarang itu karna dia ingin menjadi istri yang terbaik untuk suaminya.
Devan tentu melarang BB keinginan istrinya tapi Ara tetap kekeh pada keputusan, apa lah daya Devan tidak bisa melihat istrinya meneteskan air mata tapi dia mengajukan persyaratan jika sudah ada janin di dalam perut istrinya harus memiliki pembantu Dan Ara menyetujui itu.
Dan setelah selesai membereskan semua barang-barang Ara di dalam lemari sudah saat nya mereka masak untuk makan siang bersama.
"Ayo kita pergi masak " ucap Ara.
"Ayo " ucap Devan.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon dukungan dan support nya ππ»