Little Queen

Little Queen
#67



"Dad " panik mom Evi.


Bughhhh


Dan benar saja , dad Evi langsung jatuh pingsan .


"Tolong dia pak " ucap Ara.


Entah sejak kapan dua orang pria berseragam putih dengan membawa tandu di tangannya.


"Jangan lupa untuk memberinya pertolongan pertama, mungkin dia memiliki riwayat jantung " ucap Ara.


"Nona, ikut kami " ucap pak polisi.


"Tidak , aku tidak mau " ucap Evi.


"Dad bangun lah " ucap mom Evi.


"Mom, tolong aku " ucap Evi.


"Sayang, pak tolong jangan bawa putri saya " ucap mom Evi.


Suami yang jatuh pingsan, putrinya yang akan di bawa ke kantor polisi, apa yang harus dia lakukan.


"Maaf nyonya anda bisa datang ke kantor polisi " ucap polisi membawa Evi.


"Mommy " tangis Evi.


"Sayang, mom akan ke sana setelah dad di tangani " ucap mom Evi.


"Terima kasih atas kerja sama nya kak " ucap Ara.


Dia langsung pergi dari dari ruang BK, dengan mengiringi adik nya.


"Tahan, di mana Vanya yang kuat masa di pukul begitu saja sudah ke kesakitan " ucap Ara.


"Tapi mereka pukul nya begitu keras kakak " ucap Vanya.


"Ini bawa motor kak, sini kunci mobil mu " pinta Ara.


"Ini kak " ucap Domani.


Karna hanya dia yang menggunakan mobil, sedangkan Demian tentu menggunakan motor sport hadiah pemberian Daddy nya.


"Jangan lupa belajar yang benar, jangan buat masalah " ucap Ara sebelum pergi.


"Baik kak " patuh mereka.


"Jangan lupa minta surat izin untuk Vanya" ucap Ara.


"Siap " ucap mereka.


Setelah itu mereka langsung pergi, menuju ke sebuah tempat .


"Ica , are you okey " ucap Ara sambil menyetir mobil.


"Okey Ara " ucap Ica lemah.


"Sepertinya kak Ica mabuk naik motor " ucap Vanya.


Kalau sudah dasar bar-bar, ya begitu biar sekali kali dia meringis kesakitan karna bibir nya pecah tapi tetap saja dalam hidup nya tidak sah jika tidak mengolok orang lain.


"Siapa bilang, aku hanya pusing saja " ucap Ica.


"Baiklah, kakak Bagaimana jika kita balap Vanya yakin kak Ica akan mengakui bahwa dia mabuk " ucap Vanya


"Vanya diam lah, nanti bibir mu semangkin mengeluarkan darah " ucap Ara.


"Baiklah " ucap Vanya.


Ara hanya menggeleng kepala, ya begini jika mempunyai adik yang bertingkah laku bar-bar, dia jadi mengingat masa dia kecil yang tidak jauh berbeda dengan adiknya.


"Kasian bunda " Ara membatin..


Pasti dia sangat menyusahkan bunda nya, eh tapi tak hanya bunda nya grandma nya juga .


setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, akhirnya mereka sampai di sebuah klinik.


"Ayo keluar " ucap Ara.


Vanya sangat berbinar saat sampai di klinik kakak cantiknya, yang akhir-akhir ini sangat sibuk.


"Selamat datang nona muda " ucap perawatan.


"Kak Sasa ada mba " ucap Ara.


"Ada, tadi ada tamu Yang datang " ucap perawat.


"Pria apa wanita mba " tanya Vanya.


"Pria, dia menggunakan seragam tentara " ucap perawat.


Mereka langsung menuju ruang Sasa, mereka akan menjadi obat nyamuk sekarang .


"Kak, Ica astaga lama sekali jalan nya " ucap Vanya langsung menarik tangan Ica.


Tok Tok Tok


"Masuk " ucap orang di dalam.


Ceklek ...


"Ara " ucap sasa .


"Eh ada, tamu " ucap Ara pura-pura tidak tahu.


"Hi " sapa Arga.


"Ada apa sayang, apa terjadi sesuatu " ucap Sasa.


"Astaga Vanya bibir mu " ucap Sasa terkejut melihat bibir adik nya yang sobek dan mengeluarkan darah.


"Sini, berbaring kah biar kakak obati " ucap Sasa.


"Kakak, ini tidak sakit " ucap Vanya


"Tidak ada luka yang tidak sakit, diam atau ini akan membuat bunda khawatir " ucap Sasa.


Sedangkan Ara duduk memperhatikan Vanya yang di obati, dan tak lupa Ica yang selalu mengekor di mana pun Ara berada.


"Kakak, apa ada obat mabuk perjalanan " ucap Ara.


"Siapa yang mabuk perjalanan " ucap Sasa, sambil mengobati bibir adik nya.


"Ini , di bawa naik motor saja sudah mabuk " ucap Sasa.


"Di atas meja KK, kalau tidak salah tadi " ucap Sasa.


"Ara menemukan nya, ini untuk mu " ucap Ara.


"Auuuu " pekik Vanya.


"Tadi bilang tidak sakit " ucap Sasa.


"Vanya hanya kaget saja kak " bohong Vanya.


"Sudah, Jagan banyak bicara " ucap Sasa.


"Tidak kuliah " ucap Arga memulai bicara.


"Kuliah " ucap Ara.


"Lalu bukan nya ini masih jam kuliah " ucap Arga.


"Iya, tapi kami sudah izin harus membawa Vanya ke mari " ucap Ara.


"Oh, iya perkenalkan ini Ica sahabat sekaligus adik kami" ucap Sasa yang sudah selesai mengobati bibir Vanya.


" adik " bingung Arga .


Sasa langsung menceritakan identitas aslinya, dan siapa sebenarnya dia .


"Sebelum terlambat, jika kau ingin mengakhiri semua ini aku siap " ucap Sasa.


"Bicara apa kau, tentu saja aku akan meneruskan pernikahan ini " ucap Arga.


"Kapan kau akan memperkenalkan kan ku pada Daddy mu " ucap Arga.


"Bagaimana nanti malam saja, dad dan mom pasti senang " ucap Ica.


Mungkin mabuk nya sudah hilang, tadi yang hanya diam sekarang dia akan mulai cerewet lagi.


"Boleh juga, kebetulan jadwal kak kosong " ucap Sasa.


"Jangan lupa ajak bunda dan dad sekalian " ucap Ica.


"Siap " ucap Sasa.


"Jangan lupa bilang pada mommy mu, diapakan kue yang kau bawa ke kampus waktu itu " ucap Ara.


"Siap " ucap Ica.


Ya mereka memutuskan untuk ke mansion Pratama nanti malam.


Next part selanjutnya KK dan semoga masih suka dengan cerita author kali ini πŸ™πŸ»


jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain bantu ramaikan πŸ™πŸ»


...~Happy reading guys ~...