Little Queen

Little Queen
#107



"Maksud mu , menyiapkan segalanya " ucap Ica .


Ah,, dia semakin bingung sudah lah otak nya tidak sepintar Ara, sekarang malah di di buat semangkin bingung.


"Selamat pagi " ucap dosen yang bertugas.


"pagi " ucap mereka .


"Ara pertanyaan ku masih berlanjut nanti saat istirahat " ucap Ica


"Maaf, waktu mu sudah habis " ucap Ara.


"Kau tidak asik sekali Ara " ucap Ica


"Ica " tegur seseorang.


"Iya , saya Bu " ucap Ica.


ya, Ica di tegur oleh dosen yang akan memulai memberikan materi pagi ini.


"Jika masih ingin bicara, silahkan keluar " ucap dosen itu tegas.


"Maaf Bu " ucap Ica .


" Yang lain jika masih ada yang ingin bicara silahkan keluar sebelum saya memberikan materi " ucap dosen lagi.


Tapi tidak ada yang keluar semua duduk diam, dengan masing-masing alat tulis di meja kecil nya.


"Okey, tidak ada materi akan ibu Mulai " ucap dosen lagi


Dan benar saja dosen tersebut langsung menjelaskan materi yang mereka bahas sampai jam selesai.


***


Sedangkan seorang pria yang sedang berkutik dengan laptop di atas meja, tiba-tiba terhenti saat ponsel nya bergetar .


Devan langsung melihat ID siapa yang menggangu pekerjaan nya.


" Grandma "


"Hello grandma " ucap Devan setelah menekan tombol hijau.


"Apa yang kau lakukan di sana " teriak Sena.


Devan bahkan sampai menjauh kan ponsel nya di telinga nya, saat mendengar teriakkan Sena .


"Hi kau mendengar grandma tidak " teriak Sena lagi.


"Sabar" Devan membatin


"Devan di kantor grandma, ada apa " ucap Devan.


"Sudah grandma duga jika kau tidak membaca pesan grandma " ucap Sena di sebrang sana.


Sedangkan Devan yang mendengar ucapan Sena langsung melihat pesan yang masuk tapi tidak ada nama grandma di sana.


Okey, kini giliran Sena yang cek ponsel nya , dan betapa shock nya dia, saat melihat semua pesan yang dia ketik masih terbengkalai di sana tanpa di kirim.


"Bagaimana " ucap Devan lagi


"Iya, ya grandma lupa mengirim nya " ucap Sena cengengesan di sebrang sana.


"Selesai kan pekerjaan mu, dan jemput Ara untuk datang ke hotel BENATA " ucap Sena.


Devan melihat jam tangan branded yang melingkar sempurna di tangan kekar nya.


"Mungkin dalam waktu 3 jam devan dan Ara berada di sana " ucap Devan.


"Baiklah jangan lupa ke lantai atas " ucap Sena lagi.


"Siap " ucap Devan .


Setelah sambungan telepon terputus , Devan langsung mengotak Atik ponsel nya dan setelah menemukan nomor seseorang yang dia cari Devan langsung mengirim kan sesuatu pada nya.


***


Sedangkan di kampus elit, dan khususnya di kelas Ara dosen yang sudah menyelesaikan memberi materi langsung keluar dari kelas dan semua mahasiswa langsung membereskan semua barang-barang nya karna jam mata kuliah sudah selesai.


"Ara kau langsung ingin pulang " ucap Ica sambil memasukkan alat tulis nya di dalam tas ransel milik nya.


"Emmm,,, seperti nya tidak " ucap Ara yang sudah membaca pesan dari seseorang yang dia dapat sejak tadi.


Devan .


Aku tunggu di parkiran, grandma bilang kita harus di hotel milik keluarga mu .


"Dari siapa " ucap Ica penasaran .


"Sudah aku duluan ,by Ica " ucap Ara langsung lari meninggalkan Ica .


"Hati-hati " teriak Ica.


Saat Ara sudah sampai parkiran dan benar saja di sana sudah ada mobil mewah yang berada tidak jauh dari motor Ara.


Devan yang melihat Ara menuju ke mobilnya, niat ingin keluar dari dalam mobil tapi terhenti saat ponsel nya bergetar.


Ara


Ara bawa motor , bapak biar duluan saja tidak enak jika di liat oleh yang lain .


Devan


Baiklah , biar saya ikuti dari belakang.


Dan benar saja saat Ara sudah meninggal kawasan kampus Devan juga pergi dari sana, dengan Ara yang di depan nya.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan yang sudah mampir terima kasih banyak semoga kita semua sehat dan bahagia selalu