Little Queen

Little Queen
#163



Tak terasa hari sudah mulai gelap dan sore berganti malam dan mereka langsung bersiap siap sebelum tamu sekaligus keluarga besar mereka sampai.


"Sayang kapan bunda dan yang lain sampai " ucap Devan yang sudah rapi dengan pakaian formal nya.


Sedangkan Ara mengungkapkan dress cantik bewarna hitam yang membuat diri nya tambah anggun menggunakan gaun tersebut.


"Sebenar lagi mas " ucap Ara.


Dan setelah selesai menggunakan makeup tipis andalan nya Ara langsung bangun dari duduk nya.


"Ayo kita tunggu turun ke lantai bawah " ucap Ara.


"Ayo " ucap Devan.


Mereka langsung turun ke lantai bawah dan tidak lama kemudian bel pintu berbunyi.


"Itu mereka sudah sampai " ucap Ara


"Ayo kita buka pintu nya " ucap Devan.


Dan saat mereka sudah sampai di depan pintu Devan langsung membuka pintu nya.


Ceklek....


"Kakak " ucap Vanya .


"Kakak sangat merindukan mu " ucap Ara langsung memeluk tubuh adik nya.


"Vanya juga " ucap Vanya.


"Ayo silahkan masuk " ucap Devan dan Ara.


Dan saat anggota keluarga BENATA sudah masuk dan Devan ingin menutup pintu langsung terhenti saat berapa mobil lain berhenti di depan pintu mereka.


"Mommy " ucap Devan.


"Ayah " ucap Ara.


Ya benar anggota keluarga Pratama dan anggota keluarga Devan datang bersamaan di mansion mereka.


Tentu saja mereka yang mengundang semua anggota keluarga BENATA, Pratama maupun keluarga Devan.


"Ayo silahkan masuk " ucap Devan.


Mereka semua langsung masuk dan menuju ruang keluarga yang sudah di sediakan di mansion mereka.


Untung saja ruangan keluarga di mansion mereka sangat besar dan cukup menampung semuanya keluarga besar mereka.


Dan setelah berbincang bincang untuk para laki-laki langsung menuju ruang lain biar mereka lebih leluasa untuk berbicara dan untuk para wanita sedang di ruang keluarga.


Sena juga ikut sekali berada di sana tapi sepertinya mood nya tidak bersahabat malam hari ini.


Marni uang juga hadir di sana dan merasa Sena tidak menyukai kehadiran langsung bangun berniat ingin pergi tapi langsung di tahan oleh indah.


"Mau ke mana " ucap indah.


"Indah seperti nya aku tidak pantas berada di sini " ucap Marni.


"Bagus jika kau sadar " ucap Sena.


"Sena bukan kah kita sudah sepakat untuk melupakan masa lalu kita " ucap indah.


Sena langsung cemberut karna dia tahu sahabat nya yang memiliki hati yang sangat baik pasti akan berkata demikian.


"Berdamai lah Sena " ucap indah.


"Sena aku minta maaf karna banyak salah pada mu " ucap Marni.


"Aku juga minta maaf pada mu, walau aku masih sedikit kesal pada mu " ucap Sena jujur.


Astaga kenapa kau sangat jujur kawan, apa ucapan mu tidak kau saring sedikit biar memperhalus ucapan mu itu.


"Aku pantas mendapatkan itu " ucap Marni.


"Astaga aku hanya bercanda kawan, kita sekarang keluarga Lupakan semua nya " ucap Sena.


Mereka hang mendengar itu sangat lega, kata tidak ada dendam di antara mereka dan benar berdamai dengan hati dan pikiran dan tak lupa meminta maaf pada orang yang sudah kita sakiti akan membuat diri kita tenang.


"Sudah saat nya makan malam " ucap Ara.


"Ayo kita makan malam " ucap indah.


"Sayang panggil Daddy mu ajak makan makan bersama jangan lupa yang lain juga " ucap Dinda.


"Siap bunda " ucap Vanya.


Dan tanpa menunggu lama mereka langsung makan malam bersama saat semua orang sudah berkumpul untuk menikmati hidangan yang sudah di siapkan oleh tuan rumah.


Dan setelah selesai makan malam bersama mereka langsung berkumpul di ruang keluarga karna ara akan mengumumkan sesuatu pada semua orang.


"Kakak apa yang ingin Kaka Ara umum kan apa kakak ingin nambah uang jajan Vanya " bisik Vanya pada Sasa yang duduk di samping nya.


"Seperti nya tidak, dan kakak tidak tahu apa itu " ucap Sasa.


"Issssh,,, kakak menyebalkan " kesal Vanya


Dan saat Ara sudah kembali dari lantai atas mengambil sesuatu yang entah Devan juga tidak tahu apa isi di dalam kitak kecil itu.


"Maaf jika menunggu lama, hari ini Ara ingin mengumumkan sesuatu " ucap Ara .


"Mengumumkan apa sayang " ucap indah


"Iya sayang apa itu " ucap Dinda.


Dan asih banyak lagi pertanyaan demi pertanyaan yang mereka ajukan untuk Ara.


"Mas ini " ucap Ara menyerahkan kota kecil pada Devan suaminya.


"Untuk mas " ucap Devan.


"Iya, untuk mas buka " ucap Ara lagi


Karna penasaran Devan langsung membuka kotak kecil dan saat melihat isi di dalam nya Devan diam terpaku tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan tidak lama dia langsung memeluk tubuh Ara dengan erat dengan air mata yang bercucuran.


"Sayang, mas tidak mimpi kan " ucap Devan.


"Mas sedang tidak tidur sekarang mas, ini nyata " ucap Ara lagi.


Semua orang yang melihat Devan menangis langsung saling pandang apa isi kotak tersebut sampai membuat Devan menangis tapi mereka tidak tahu itu tangis sedih atau bahagia.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon support dan dukungan nya