Little Queen

Little Queen
#105



Saat pagi hari tiba-tiba, Matari yang sudah mulai memperlihatkan sinar nya dan mengusik wanita cantik yang masih betah dalam mimpinya .


"Sayang bangun ini sudah pagi " ucap Dinda sambil membuka gorden kamar Ara yang semangkin menyembunyikan wajah nya yang terasa silau oleh cahaya yang dengan lancang mengganggu tidur nya.


Bukan nya bangun Ara malah menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sampai seleher.


"Ya ampun pukul berapa dia sampai semalam sampai ngantuk berat begini " ucap Dinda.


"Sayang bangun di bawah ada nak Devan " ucap Dinda.


Ara yang mendengar nama dosen nya di sebutkan langsung bangun dari tidur nya.


"Bunda bercanda " ucap Ara dengan mata yang masih ngantuk.


"Ya sudah jika tidak percaya , liat saja di bawah " ucap Dinda .


"Ini pukul berapa " ucap Ara.


"Enam pagi" ucap Ara.


"Apa enam " ucap Ara shock .


Dan tanpa aba-aba Ara langsung melompat dan berlari menuju kamar mandi .


Sedangkan Dinda yang melihat itu hanya menggeleng kepala, biasanya juga tidak sepanik ini.


"Habis mandi langsung turun k bawah, bunda sudah siapkan pakaian nya " teriak Dinda.


"Iya bunda Terima kasih " ucap Ara di dalam kamar mandi.


Sedangkan di ruang keluarga sudah ada Indah dan Alaric di sana , dan tak lupa Dominic juga di sana menemani tamu mereka.


Tamu, ya tamu sebelum sah menjadi bagian keluarga mereka maka Devan masih tamu bagi mereka.


"Ara sudah bangun " ucap Indah saat melihat Dinda yang menuruni anak tangga.


"Baru bangun mom, sekarang baru mandi " ucap Dinda.


"Yang lain " ucap Dominic.


"Sedang siap-siap mas " ucap Dinda.


"Oh iya bukan nya kau kemari ingin mengatakan sesuatu" ucap Indah.


Ya, walau pun dia dia sudah tau apa yang ingin Devan sampai kan tapi tidak masalah dia yang membuka topik pembicaraan.


"Iya benar grandma " ucap Devan .


"Katakan " ucap Alaric.


"Maaf untuk kemarin malam, Devan tidak menepati janji " ucap Devan tak enak.


"Kau menyentuh putri ku " ucap Dominic.


Astaga, kenapa Daddy satu ini seakan dia tidak percaya pada calon menantu nya .


"Tidak,,, tidak ,,, bukan begitu maksud Devan " ucap Devan.


"Lalu " ucap Dinda lagi


"Apa terjadi sesuatu " ucap Dinda.


Karna selama putri nya terjun di dunia mafia selalu saja ada orang yang mengusik ketenangan di keluarga mereka.


"Itu ,,," belum juga Devan menyelesaikan ucapan nya sudah terpotong oleh teriakan seseorang.


"Pagi semua, putri cantik jelita keluarga BENATA sampai " teriak seseorang.


"Vanya "


Ya siapa lagi pelaku nya jika bukan Vanya di wanita bar-bar pembuat rusuh di mansion mereka.


"Oh my God, kuping ku bisa pecah mendengar suara Cempreng mu " ucap Demian


" Ayo sini biar aku potong sekalian " ucap Vanya.


"Pagi " ucap seseorang.


"Pagi juga akak cantik, kebetulan Kaka sampai bagaimana jika kuping mu aku potong " ucap Vanya


Sedangkan Sasa yang sudah terbiasa melihat tingkah laku adik nya , malah melanjutkan jalan nya menuruni anak tangga.


"Ihhhh,, Kaka tidak asik " kesal Vanya saat Sasa tidak memperdulikan nya


"Kasian deloo " ucap Demian bahagia


"Sampai kapan kalian akan berada di sana " ucap Ara yang sudah rapi dengan pakaian formal nya


"Akak,,, liat si playboy dia menjahili Vanya " adu Vanya


"Vanya duluan " ucap Demian tidak mau di salahkan.


"Ini masih pagi, kalian tidak mau di perhatikan begitu " ucap Ara menunjukan semua orang yang menatap mereka.


"Eh,,, ada oommm oom ternyata " ucap Vanya


Okey, jangan di tanya semua orang di sana sudah menahan tawa mendengar panggilan Vanya.


Sedangkan Devan yang di panggil oom om mah masa bodoh, walau dia tidak tua tua beneran tapi tidak masalah.


"Ayo turun " ucap Ara


Saat mereka sudah berkumpul di ruang keluarga, dan saat nya Meraka sarapan pagi bersama dengan Devan yang juga ikut serta sarapan bersama dengan keluarga BENATA.


Setelah selesai sarapan sebagai dari mereka langsung berangkat apa lagi triple D yang harus sekolah.


Dan begitupun dengan Sasa dan Ara yang berangkat menuju tujuan mereka masing-masing.


"Oh iya, tadi ucapan mu terpotong oleh Vanya nak " ucap Dinda mengingat kan Devan.


Ya, Devan masih di sana karna kebetulan dia tidak ada jam kelas di kampus dan dia hanya akan ke perusahaan saja


"Sekali lagi maaf jika Devan tidak menepati janji Devan karna tidak langsung pulang " Devan menjeda ucapannya.


"Lalu "


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon maaf atas keterlambatan update hari ini πŸ™πŸ»