Little Queen

Little Queen
#86



Saat mereka sudah sampai di mansion Jeni, Ara melihat adiknya yang sudah tertidur pulas.


"Vanya bangun " ucap Ara membangunkan adiknya.


"Vanya, bangun atau kakak kunci kau di dalam mobil " ancam Ara


Dan benar saja mata Vanya langsung terbuka dan langsung keluar dari dalam mobil dengan langkah sempoyongan.


"Buka mata mu, nanti jatuh Vanya " ucap Ara.


Ceklek...


Vanya langsung naik ke lantai atas, tanpa menyadari seseorang yang memandangnya .


"Dari mana " ucap seseorang yang duduk di sofa.


Vanya yang tadi nya sudah berada di anak tangga langsung menghentikan langkahnya, saat mendengar suara seseorang.


"Grandma " ucap Ara.


"Duduk ,,, grandma ingin bicara " ucap indah.


Dengan takut Vanya menghampiri kakak nya, bahkan Ngantung nya entah pergi ke mana Sekarang.


"Grandma belum tidur " ucap Ara.


"Vanya jam berapa sekarang " ucap indah tanpa memperdulikan pertanyaan cucu nya.


"Tiga " ucap Vanya menunduk.


"Kau tidak sekolah " ucap indah.


"Sekolah " ucap Vanya lagi.


"Lalu jika kalian baru sampai sekarang, apa istirahat mu cukup " ucap indah.


"Maaf grandma, ini salah Ara " ucap Ara yang tak tega adiknya sudah ingin menangis.


"Dan kau Ara, bagaimana bisa kau pergi dalam keadaan terluka apa tidak ada hati selanjutnya " ucap indah .


"Maaf grandma " ucap Ara.


"Bagaimana jika bunda mu tahu, kalian anak gadis sepandai-pandainya kalian laki-laki lebih kuat " ucap indah.


"Grandma tidak marah, tapi grandma sangat sayang pada kalian jaga diri Kalian jika pergi larut malam jangan di paksakan untuk pulang di markas ada kamar khusus bukan kenapa tidak nginap " ucap indah.


"Vanya harus sekolah besok grandma, mana mungkin kami menginap di sana " ucap Ara .


"Lain kali jangan pulang dini hari, itu sangat bahaya " peringat indah.


"Grandma tidak marah " ucap Vanya mengangkat pandangan nya .


"Marah karna kau Melawati batas " ucap indah.


"Grandma tidak pernah mengajarkan mu untuk membunuh, setidak nya buat cedera parah tapia apa yang kau lakukan, kau membunuh mereka " ucap indah.


"Maaf, mereka jahat grandma harus di basmi sampah tidak boleh di biarkan berkeliaran di muka bumi ini, nanti akan mendapat bencana " ucap Vanya.


"Untung sayang, sudah sana tidur awas aja jika di ulang lagi, akan grandma beri hukuman " ucap indah.


"Vanya bobo ya, ngantuk " ucap Vanya .


"Iya " ucap indah.


Saat di ambang anak tangga, Vanya langsung mengeluarkan unek-unek nya.


"Nanti Vanya mau ke sana lagi " teriak Vanya.


"Coba saja, grandma akan menyuruh mereka melarang mu masuk " ucap indah.


"Ah,,, grandma tidak asik, baik lah " pasrah Vanya.


"Lalu bagaimana dengan luka mu " ucap indah.


Saat Vanya sudah menghilang dari penglihatan mereka.


"Aman grandma, Ara hanya datang melihat sampah tadi juga Vanya yang memberi hukuman Ara hanya menyaksikan saja " ucap Ara.


"Titisan ku memang tidak bisa di ragukan , bahkan aku masih tidak pernah membunuh tapi dia ,,, ah sudah lah " ucap Indah.


"Sekarang ayo istirahat " ucap indah.


"Selamat malam grandma " pamit Ara.


"Malam sayang " ucap indah.


***


Sedangkan seorang pria yang berbaju putih dan entah di mana dia berada karna tempat ini sangat asing menurut nya.


"Sayang, kau sudah siap " ucap seseorang.


"Mommy, kita di mana ini " ucap Devan.


"Di hotel sayang, kan hari ini kau menikah " ucap Mila.


"Menikah " ulang Devan.


"Iya, menikah kenapa kau tidak suka " ucap Mila.


"Tidak,,, Devan tidak ingin menikah Engan wanita mana pun kecuali hanya dengan Ara " ucap Devan.


"Devan " teriak Mila.


"Maaf mommy, Devan tidak ingin menikah " ucap Devan berlari keluar dari hotel.


Tapi saat di tepi jalan, tiba-tiba sebuah mobil yang melaju kencang ke arahnya.


"Tiiiidaaaakkkk "


"Devan "


Bughhhh


Next part selanjutnya KK dan seperti author harus bernafas jadi maaf ya di gantung seperti hubungan kita πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ€­