
"Ada apa bunda " ucap Ara .
Tu kan benar dugaan mereka, jika akan ada nya drama yang sebentar lagi akan tayang.
"Kakak " ucap Vanya langsung menghampiri Ara .
"Kakak mau " ucap Vanya menawarkan Snack yang dia makan.
"Kau memang adik kaka yang baik hati " ucap Ara.
Sasa yang baru saja turun dari lantai atas hanya menggeleng dan duduk di samping Dinda.
"Vanya coba kau Lihat yang kau tawarkan " Ucap Sasa.
"Memang nya kenapa kak " ucap Vanya langsung melihat Snack nya dan .
"Hehehe,,, maaf Kakak sudah habis ternyata " ucap Vanya cengengesan.
"Kalian pasti bertengkar " tebak Ara yang tepat sasaran.
"Tidak " ucap Demian dan Vanya bersamaan.
"Ya,, ya kakak percaya awas saja jika kalian bertengkar " ucap Ara langsung menuju lantai atas.
"Ara mandi sebentar " ucap Ara.
"Habis mandi langsung turun ,kita makan malam " ucap Dinda.
Ara hanya mengacungkan jempol saja, merespon ucapan Dinda.
Ya, benar saat dia pulang dari hotel hari sudah sore jadi saat dia sampai hari sudah mulai gelap yang akan sebentar lagi akan waktu nya makan malam.
***
Sedangkan di apartemen yang terbilang cukup elit, anggota keluarga mereka sudah menunggu kedatangan seseorang yang sampai hari sudah mulai gelap juga tidak kunjung memperlihatkan bantang hidung nya.
Ceklek..
"Devan " ucap Mila langsung menghampiri putra nya .
"Mommy " ucap Devan.
"Akhirnya kau pulang juga " ucap Sena
"Memang nya ada apa " ucap Devan.
"Astaga, tangan mu " ucap Mila .
"Itu hanya luka biasa mom " ucap Devan.
"Bagaimana kau sudah menyelesaikan dekorasi nya " ucap Sena.
Ternyata keluarga nya tidak menunggu diri nya , tapi hasik dekorasi nya.
Sabar Devan, anggap saja ini bukan hari keberuntungan mu .
Saat terbersit sebuah ide di pikiran nya, Devan langsung tersenyum kecil dan langsung merubah kembali raut wajah nya saat dia di perhatikan oleh Sena.
"Ada apa dengan wajah mu " ucap Sena.
"Hiks ,,, Hiks "
"Devan ada apa " ucap Mila panik.
"Hi,,, apa yang terjadi " ucap Brayen Daddy Devan.
"Katakan pada kami " ucap Alexander
"Maaf kan Devan, Hiks ,,," ucap Devan dengan tangis nya.
"Devan jangan bercanda " ucap Mila.
Sedangkan Sena yang melihat cucunya, bingung apa dia gagal melakukan apa yang di inginkan cucu indah.
Tapi, jika iya gagal kan waktu pernikahan masih seminggu ke depan .
UPZ,,, seminggu iya seminggu lagi.
"Maaf mom, Devan gagal " ucap Devan lagi.
"Gagal " ulang Mila.
"Maksud mu, gagal " ucap Sena.
"Baiklah, dad akan menghubungi Dominic " ucap Brayen ingin mengeluarkan ponsel nya tapi terhenti saat mendengar ucapan putranya.
"Jangan " ucap Devan cepat.
Bughhhh
"Auuuu, ampun grandma " ucap Devan.
"Dasar anak nakal, kau kira kami bisa kau bohongi " ucap Sena.
"Dasar anak nakal, jantung mommy rasanya sudah ingin lepas " ucap Mila.
"Hehehe,, sorry mom dad grandpa grandma " ucap Devan.
"Lalu bagaimana dengan dekorasi nya " ucap Sena.
"Masih berlanjut, Devan akan melanjutkan nya " ucap Devan.
"Good luck, dad pikir ini tidak seberapa bagi seorang king " ucap Brayen .
"Tapi Devan kan tidak ahli " ucap Devan.
Dia khawatir dengan hasil dekorasi nya , yang tidak pernah sekolah di dunia menghias.
"Kau bisa belajar melalui you tube atau apa pun itu, walau itu tidak masuk akal , tapi pemikiran wanita mu beda " ucap Brayen.
Ya, Ara berbeda dengan yang lain walau dia langsung menerima lamaran nya tapi jujur tantangan kali ini cukup sulit baginya yang tidak pernah tau tentang dunia dekorasi.
"Iya, tunjukan hasil yang sempurna pada wanita mu, ini menyangkut momen berharga untuk kalian " ucap Sena.
"Devan akan melanjutkan semampu Devan " ucap Devan.
"Baiklah, sekarang kau bersihkan diri mu sebelum kita makan malam " ucap Mila
"Baiklah " ucap Devan.
Setelah kepergian Devan, Mila dan Sena langsung menuju dapur membantu maid menyiapkan menu untuk makan malam.
Sedangkan Devan yang berada di kamar nya langsung membersihkan tubuhnya nya biar lebih segar saat makan malam nanti.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon support dan dukungan nya ππ