
Dan benar saja saat mereka sampai di mansion utama BENATA hari sudah mulai gelap .
"Selamat datang tuan, nona muda " sambut maid .
"Terima kasih bik, di mana semua orang " ucap Ara.
Walau sudah bisa di tebak pasti sedang berada di kamar mereka masing-masing.
"Tuan, dan nyonya sedang berada di kamar nya nona " ucap maid.
"Baiklah, bibik lanjutkan pekerjaan bibik Ara dan mas Devan mau ke kamar dulu " ucap Ara.
"Baik nona, saya permisi " ucap maid.
Ara hanya mengangguk dan mereka langsung menuju ke lantai atas dia aman kamar Ara berada .
"Mas kapan kita akan pindah " ucap Ara saat sudah berada di kamar nya
"Secepat mungkin , apa sayang keberatan " ucap Devan.
"Tidak, nanti kita bicarakan ini pada semua orang " ucap Ara
"Sekarang ayo kita mandi " ucap Ara
"Ayo " ucap Devan Semangat.
Sekarang sudah menjadi rutinitas Devan jika mandi bersama , karna itu sangat menyenangkan bagi Devan.
Kalau boleh dia ingin mandi sesering mungkin bersama istrinya tapi sayang Meraka akan mandi bersama Jiak waktu sudah mendesak saja.
Dan benar saja baru saja mereka selalu mandi dan berpakaian pintu kamar mereka di ketuk seseorang.
Tok Tok ....
"Nona sudah saat nya makan malam " ucap seseorang di balik pintu.
"Iya bibik, kami akan turun sebentar lagi " ucap Ara.
Setelah mendengar jawaban dari Ara maid langsung turun ke lantai bawah.
Sedangkan Dinda dan indah sedang menyiapkan semua hidangan untuk mereka nikmati makan malam.
Da satu persatu mulai berdatangan dan duduk di kursi mereka masing-masing.
"Kakak belum pulang " ucap Vanya.
Karna dari tadi dia tidak melihat batang hidung Kaka nya.
"Sedang di kamar " ucap Dinda.
"Kakak kapan pulang " ucap Vanya lagi
"Habis magrib " ucap Ara.
"Kakak " ucap Vanya.
"Malam oom ,, UPS Kaka ipar maksudnya " ucap Vanya.
"Malam " ucap mereka.
Saat semua nya sudah hadir mereka langsung makan malam bersama, dan setelah selesai mereka langsung berkumpul di ruang keluarga.
"Kakak Sasa kapan pulang " ucap Vanya di sela mengunyah buah.
"Kata nya besok " ucap Dinda.
"Horeee,, kebandaraan lagi " ucap Vanya
Jika orang lain senang pergi ke mall, dan tempat wisata lain nya maka si putri bungsu benata akan senang jika ke bandara.
"Apa kau sedang menyukai seseorang di bandara " ucap indah.
Vanya langsung dengan cepat menggeleng kepala tidak membenarkan ucapan grandma.
"Bukan grandma, di bandara itu banyak pilot pilot tampan " ucap Vanya membayangkan para pilot yang berjalan menyeret koper nya.
Oh my God, lalu apa bedanya dengan menyukai jika dia membayangkan pilot tampan .
"Sama saja Vanya " ucap Demian.
"Beda dong, menyukai dan mencintai" ucap Vanya.
"Memangnya apa bedanya " ucap Ara lagi.
"Begini " Vanya menjeda ucapan sebelum menjadi guru.
Dan dengan cepat dia mengambil kaca mata Grandpa nya, biar seperti guru-guru killer kata nya
"Begini anak-anak, menyukai dan mencintai itu berbeda, jika Vanya mencintai bunga tersebut maka Vanya akan berusaha merawat nya biar tidak rusak, tapi jika Vanya menyukai bunga itu Vanya akan berusaha mendapatkan nya, penjelasan selesai " ucap Vanya langsung duduk kembali dan tak lupa dia mengembalikan kaca mata Alaric.
Prokkkkk prokkkk
"Terima kasih grandpa " ucap Vanya.
Mereka semua bengong dengan cikgu satu ini, tumben bijak .
"Bagaimana, Vanya tidak kalah keren kan dari Kakak ipar saat memberikan materi " ucap Vanya
"Iya benar, bahwa sangat keren malah " ucap Devan.
"Aduh Kaka ipar Vanya tidak ada uang karna sudah di tabung, nanti ya nunggu uang saku Vanya keluar baru vanya kasik uang " ucap Vanya
"Kumat penyakitnya " ucap mereka.
"Oh iya, kami ingin mengatakan sesuatu pada semua orang di sini "
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya