Little Queen

Little Queen
#44



Masih di posisi yang sama, di sebuah minimarket di mana Ara yang sedang mencari keperluan nya tiba-tiba dari arah berbeda ..


Bughhhh


"Kau tidak punya mata " ucap pria itu meninggi.


Bahkan banyak pasang mata yang memandang mereka, sedangkan Ara masih mengumpulkan barang yang dia butuhkan.


"Maaf " ucap Ara, langsung bangun dari posisi jongkok nya.


"Cantik " ucap nya membatin.


"Hello " ucap Ara sambil melambaikan tangan di hadapan pria yang tak tau diri.


Padahal dia yang salah tapi kenapa dia yang di salah kan .


"Ha,,,, apa " ucap nya linglung .


"Mau Aqua " ucap Ara menawarkan.


"Tidak terima kasih " tolak nya.


"Baiklah saya permisi " ucap ara langsung pergi, Meninggal pria yang tidak tau diri.


Setelah menyelesaikan pembayaran Ara langsung pergi dari minimarket tersebut.


"Tunggu, di mana dia " ucap pria itu lagi.


"Apa aku tidak salah liat, jika dia wanita itu tapi kenapa dia lebih cantik dari foto itu " ucap nya.


" Sepertinya bermain-main dengan nya tidak ada salah nya " ucap pria misterius.


Sedangkan seorang pria yang menggunakan pakaian serba hitam langsung melaporkan sesuatu yang dia lihat pada orang dia sebrang sana.


"Sepertinya akan ada seseorang yang ingin mengganggu nona muda " ucap nya pada orang di seberang sana .


"Cari tahu siapa dia, dan apa motif nya " ucap pria di sebrang sana.


"Baik " ucap nya.


"Dan ingat kau harus hati-hati, jika kau ceroboh satu kali saja maka akan ku pastikan kepala mu akan lepas " ucap pria di sebrang sana.


"Aku yakin dia tidak menyadari ku " ucap nya.


"Jangan terlalu yakin, karna dia sangat jeli " ucap pria di sebelah sana.


Sedangkan Ara yang sedang mengendarai motor nya menuju mansion, tak henti-hentinya dia mengoceh.


"Padahal dia yang salah tapi kenapa aku yang di salahkan, lihat saja akan ku buat kau bertekuk lutut dengan ku " ucap Ara tersenyum misterius.


"Aku yakin kau mengubah strategi mu " ucap Ara.


"Dan satu lagi, siapa pria berbaju hitam tadi " ucap Ara, karna tanpa Sengahja dia melihat pria asing yang mengawasinya .


"Kenapa hilang satu tumbuh yang lain " ucap Ara kesal .


Dan tak terasa akhirnya Ara sudah sampai di mansion nya, dan mansion juga masih sangat terang karna sekarang baru pukul 10 malam.


"Bunda " ucap Ara, yang melihat Dinda masih berada di ruang keluarga.


"Sayang kau sudah pulang " ucap Dinda.


"Bunda kenapa belum tidur " ucap Ara.


"Bunda tidak akan bisa tidur jika putri bunda belum kembali " ucap Dinda.


"Maaf bunda, Ara sudah membuat bunda khawatir " ucap Ara.


"Lain kali jangan ulangi lagi " ucap Dinda.


"Siap komandan " ucap Ara hormat.


"Kau memang tidak pernah berubah " ucap Dinda.


"Sekarang Ara sudah kembali, ayo bunda harus istirahat " ucap Ara.


"Kau jangan lupa untuk langsung istirahat " ucap Dinda.


"Siap " ucap Ara .


Saat Dinda sudah masuk ke dalam kamar nya, Ara juga masuk ke dalam kamar nya tapi tunggu di sana sudah ada seseorang yang tidur dengan damai di kasur nya.


"Di mana aku harus tidur " ucap Ara, melihat adik dan kakak nya yang sudah menguasai tempat tidur miliknya.


Mau tak mau Ara harus mengambil kasur cadangan, dia tak ingin mengganggu adik dan kakak nya yang sudah tertidur pulas.


Walau pun kasur nya muat untuk 4 orang, tapi dia tidak ingin mengganggu waktu istirahat dia orang kesayangan nya.


Dan tak butuh waktu lama, Ara juga langsung menjemput mimpi indahnya, karna di sudah sangat lelah.


Next part selanjutnya KK, semoga suka dan puas dengan halu kali ini πŸ™πŸ»


Dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain biar author lebih semangat lagi update nya πŸ’ž