
Devan langsung dengan reflek mengedipkan mata nya, dan itu membuat keluarga BENATA tersenyum.
"Kakak cantik sekali " ucap Demian kagum.
"Dia memang dari dulu sangat cantik " ucap Sasa lagi.
"Tapi lebih cantik istri ku apa lagi jika sedang di ranjang " bisik Arga .
Dan langsung saja Sasa menatap tajam suaminya yang sekarang mulai mesum, dan untung saja dua D tidak mendengar tapi jika mendengar pun mereka tidak heboh seperti adik bungsunya.
Saat mereka sudah sampai Ara langsung duduk di samping suaminya, eh belum nikah lagi ternyata sabar masih calon belum sah lagi .
"Bisa kita mu... " ucapan pak penghulu terpotong oleh seseorang.
"Ayo kita mulai " ucap Devan semangat.
Saking semangatnya sampai memotong ucapan pak penghulu dan hal itu membuat semua tamu undangan tertawa mendengar ucapan Devan.
"Astaga, cucu ku dan putra ku sama saja " ucap Sena menutup wajahnya malu.
"Benar kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya " ucap Mila membatin.
Suami dan putranya sama saja, dulu saat mereka menikah juga Brayen melakukan hal yang sama.
"Tidak sabar jangan di perlihatkan son " bisik Brayen.
Bukan nya Mali, Devan malah dengan datar nya menanggapi ucapan Brayen.
Dominic dan Ardian yang mendengar itu sudah tersenyum .
Iya, Dominic tetap berada di samping Ara dan Ardian yang akan menjadi wali nya .
Ardian dan Devan langsung berjabat tangan untuk memulai proses ijab Kabul.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Devan Putra Ryan bin Brayen Putra dengan putri saya yang bernama Mutiara Ayu Azalia Putri BENATA binti Ardian Putra Pratama dengan maskawinnya berupa cincin dan uang sebesar 10 triliun di bayar tunai " ucap Ardian.
Ada rasa bangga setelah menyebutkan nama nya dan juga sudah melakukan tugas nya menikahkan putrinya yang dulu dia buang.
" Saya terima nikahnya dan kawinnya Mutiara Ayu Azalia Putri BENATA binti Ardian Putra Pratama dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.β ucap Devan dengan lantang.
"Bagaimana para saksi sah " ucap pak penghulu.
Para tamu undangan masih diam, mungkin shock dengan uang yang begitu pantastis menurut mereka.
"SAH "
"SAH "
"SAH, SAH, SAH " ucap Vanya dengan lantang.
"Alhamdulillah " ucap Meraka semua.
Tidak ada bentuk queen atau love seperti orang lain,Devan memilih khusus dan di desain dengan taburan berlian untuk cincin pernikahan mereka.
Siapa sangka taburan Berlin sebelum 80 gram dan di buat sedemikian rupa sederhana.
Setelah selesai Devan menyematkan cincin tersebut di jari manis Ara, dengan sigap Ara mencium tangan devan.
"Di cium kening istri nya " ucap pak penghulu.
Ara mengangguk saat melihat Devan yang seakan ragu untuk menuruti apa yang di katakan pak penghulu.
Cup ..
Dan saat proses mencium kening Ara, Dinda dengan sigap menutup mata putri bungsu nya yang kepo kelewatan.
"Bunda, kenapa di tutup " protes Vanya.
"Anak kecil tidak boleh lihat " ucap Demian.
"Kitakan gembar " ucap Vanya tidak mau kalah.
"Belum saatnya sayang " ucap Dinda.
"Yaaahhh ,, bunda " ucap Vanya.
Setelah selesai proses menyematkan cincin pernikahan, mereka langsung naik ke pelaminan.
Sedangkan seorang wanita paruh baya yang duduk di pojokan menetes air mata melihat proses ijab kabul tersebut.
Sekarang sudah saat nya dia mengakhiri semua nya.
Kira-kira siapa wanita menangis itu ?
( Note : maaf jika proses ijab Kabul nya tidak benar, mohon untuk di maklumi dan untuk uang mahar ini hanya halusinasi jangan di bully ππ»)
Yang ingin gabung di grup wa, bisa DM no wa nya di akun sosial media yang tertera ππ»
Follow akun sosial media otor
Ig : Lilianti921
FB : Lilianti (sama persis foto profil dengan akun noveltoon )
Snack Vidio : Lili Anti 448
Tiktok : liliant009