
Saat suasana masih melow, eh datang si wanita bar-bar yang selalu buat ulah di mansion BENATA, siapa lagi jika bukan Devanya.
"Maaf kakak bisa geser dikit, dia Kaka Vanya " ucap Vanya .
Ya ampun tolong putri siapa ini, dia bahkan tanpa malu ingin mengambil Kaka nya .
Ica yang tahu diri ingin pindah duduk di samping missya, tapi langsung di tahan oleh Ara dan Sasa.
"Kakak " rengek Vanya.
"Vanya di sana kosong , kenapa harus di sini tidak sopan sayang " ucap Sasa.
"Bunda " rengek Vanya
"Biar dad saja yang pindah " ucap ardian.
"Oom baik deh,,, Kakak cantik Vanya duduk sini ya " ucap Vanya .
"Bilang apa " ucap Ara
"Makasih oom, ganteng deh " ucap Vanya
"Dasar memalukan " ucap Demian.
Ica hanya tersenyum Seperti nya wanita satu ini berbeda dari dua orang yang menggapik nya .
"Kakak mereka siapa " bisik Vanya pada Ara.
"Perkenalkan nama ku Ica " ucap Ica sambil mengulurkan tangannya.
"Dan perkenalkan nama ku, DEVANYA PUTRI BUNGSU BENATA dan mereka kembaran ku yang satu si kulkas 7 pintu dan yang satunya si playboy si cagat raya " ucap Vanya .
"Jadi aku harus panggil apa dong " ucap Ica.
"Cukup Vanya cantik " ucap Vanya
Dinda bahkan sampai memijit pelipisnya pusing, kenapa putrinya begitu pede .
"Baiklah Vanya cantik " ucap Ica nurut.
"Sayang, ganti dulu seragam mu " ucap Dinda.
"Sebentar lagi Bun " ucap Vanya.
"Vanya, Ica tidak akan pulang " ucap Ara.
Dia tau adik bungsunya khawatir jika Ica akan pulang, sifat Ica dan adiknya tidak jauh berbeda .
"Jangan pergi, awas saja nanti akan kakak Ara Door Door Door " ucap Vanya
"By,,,, Vanya ganti seragam duku nanti kita main ya " ucap Vanya.
"Baiklah " ucap Ica.
Setelah kepergian Vanya si pembuat onar , akhirnya mereka sedikit tenang.
"Pasti menyenangkan memiliki putri yang banyak " ucap missya.
"Iya, kami bersyukur sudah di percaya memiliki mereka " ucap Dinda.
"Tadi nak Ica menyebut nama Steve bukan " ucap Dominic.
Ternyata diam nya Dominic masih memikirkan pria bernama Steve dan dia juga sangat penasaran dengan orang tersebut.
"Iya om " ucap Ica.
"Dad saja bukan kah kita keluarga " ucap Dominic.
"Benar apa yang di katakan Daddy " ucap Sasa.
"Baiklah dad " ucap Ica.
"Iya, dia putra dari paman arson " ucap Ardian.
"Aku dengar sekarang dia ada di Indonesia, tapi sayang aku belum pernah bertemu dengan nya " ucap ardian.
"Tapi jika dia datang kemari pasti menginginkan sesuatu " ucap Ardian.
"Sayang kalian harus hati-hati, Steve sangat berbahaya " ucap Ardian.
"Ayah jika ingin bertemu dengan nya, mudah di mana ada Ara di situ pasti ada Steve bukan kebetulan dia menginginkan sesuatu " ucap Ara.
"Nak, kau sedang bahaya tidak Steve tidak boleh melukai kalian " ucap Ardian.
"Lakukan sesuatu mas, jangan biarkan Steve bertindak " ucap missya.
"Apa dia sejahat itu " ucap Dinda penasan.
"Bisa di bilang begitu, dia tidak akan melepaskan apa yang ingin dia dapatkan " ucap Ardian.
"Mulai sekarang kita harus hati-hati, jika kalian merasa ada yang mengikuti kalian cepat hubungi Ara siapa pun itu " ucap Ara.
"Tapi sayang " ucap Ardian ragu.
"Jangan pernah ragukan Putri mu " ucap Dominic.
"Tidak, aku bukan meragukan putri ku tapi seharusnya kami melindungi mu, bukan malah kami di lindungi " ucap Ardian.
"Jangan kan menjaga diri orang lain, menjaga diri kita saja kita tidak bisa karna yang kita hadapi bukan orang sembarangan " ucap Dominic.
"Apa pun yang terjadi jangan lupa hubungi Ara " ucap Ara.
Baru saja Ara menyelesaikan ucapannya, sudah terdengar suara teriakan seseorang siapa lagi jika bukan putri bungsu BENATA.
"Putri bungsu BENATA yang cantik jelita datang " teriak Vanya.
Dan benar saja dia datang dengan rambut yang sudah di kuncir kuda dengan menggunakan pakaian santai bewarna hitam yang membuat kontras dengan kulit putihnya.
"Sayang bukan nya kita ada tamu, kenapa harus teriak-teriak seperti ini " ucap Dinda.
"Hehehe,,,, bunda Vanya yang cantik jelita seperti Vanya nanti jika Vanya tidak teriak semua orang akan rindu dengan suara Vanya yang merdu ini " ucap Vanya dengan pede nya.
"Pede sekali diri mu " ucap Demian.
"Ah,, si playboy cak kakap sekalu saja ikut campur " ucap Vanya.
Saat mereka bergabung di ruang tamu, kadang ikut nimbrung dengan ucapan mereka tiba-tiba seseorang datang.
"Maaf tuan, nyonya makan siang nya sudah siap " ucap maid.
"Terima kasih bik " ucap Dinda.
"Sudah tugas kami nyonya " ucap maid.
"Semua ayo kita makan siang " ucap Dinda.
"Ayo " ucap Vanya menggapik ara .
"Sepertinya kakak terlupakan " ucap Sasa.
"Eh,, kakak ayo sini " ucap Vanya.
"Ica juga sini " ucap Vanya.
Jika sudah dasar bar-bar memang tidak bisa jika tidak membuat onar .
Makan siang berjalan dengan hikmat, untuk pertama kalinya mereka berkunjung di mansion BENATA dan makan bersama mungkin momen ini momen yang sangat bersejarah bagi Ardian.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon dukungan dan support nya ππ»ππ»