
Sedangkan Ara yang masih berada di taman, Setelah kepergian indah dari sana dia dengan asik memakan kue yang Dinda buat.
"Bagaimana kuliah mu sayang " ucap Dinda.
"Lancar bunda " ucap Ara .
"Syukur lah , lalu selama ini apa kau pernah bertemu dengan ayah mu " ucap Dinda penasaran.
"Emmm,,, tidak, Ara hanya bertemu dengan putrinya Ica " ucap Ara santai.
"Kalian dekat " ucap Dinda .
"Baru-baru ini " ucap Ara.
"Kau tidak iri kan sayang dengan kedekatan ayah mu dengan sahabat mu " ucap Dinda.
"Kenapa Ara harus iri, Ara sudah punya bunda dan dad yang selalu menyayangi Ara, itu sudah lebih dari cukup karna dari kecil pun Ara tak pernah di inginkan oleh ayah bukan " ucap Ara.
Deg....
Hati orang tua mana yang tak sakit mendengar ucapan putrinya, yang saat lahir tak pernah Merasakan belaian seorang ayah, dan saat dia berusia 3 tahun baru dia merasakan kasih sayang seorang ayah , dia Dominic pria yang tak pernah membedakan putri nya dengan yang lain , kasih sayang yang di curahkan pada nya sangat lah besar.
"Bunda tenang saja, Ara tidak pernah menyimpan dendam pada siapapun, karna Ara sudah sangat bersyukur memiliki bunda, dad , dan yang lain nya " ucap Ara.
"Sedang membicarakan Daddy ya " ucao Dominic.
"Mas , sudah lama sampai " ucap Dinda.
"Baru saja sayang, mas cari cari ternyata di sini " ucap Dominic.
"Dad " ucap Ara.
Cup Cup
"Putri Daddy sudah dewasa ternyata " ucap Dominic Setelah mencium kening dua wanita kesayangan.
"Huaaaaaa,,,,, " tiba-tiba terdengar suara tangisan .
"Vanya, apa yang terjadi sayang " ucap Dinda.
"Paling juga iri tidak dapat ciuman dari Daddy " ucap Ara yang kembali fokus pada laptop di tangan nya.
"Sini sini biar dapat ciuman juga " ucap Dominic.
Cup Cup cup Cup
"Makasih Daddy " ucap Vanya langsung duduk di samping Ara , di mana pun keberadaan Ara di situ pasti si putri bungsu BENATA akan Nepal padanya seperti perangko saja.
"Sayang kau sibuk " ucap Dominic.
"Dad hanya ingin tahu saja siapa kekasih putri dad yang cantik ini " ucap Dominic.
"Tadi bunda , sekarang Daddy " ucap Ara.
Walau pertanyaan yang berbeda tapi inti dari pertanyaan kedua orang kesayangan nya sama.
"Memang nya bunda tanya apa " ucap Dominic langsung menatap istrinya.
"Bunda hanya bertanya tentang dosen nya " ucap Dinda.
"Cucu Tante Sena " ucap Dominic.
"Iya, bunda merasa di memiliki rasa pada putri kita " ucap Dinda.
"Tadi nak Devan menghubungi Daddy, tapi dad sedang meeting apa ini ad kaitannya dengan putri kita " ucap Dominic.
"Mungkin pak Devan salah pencet kali " ucap Ara asal.
"Tidak mungkin sayang ,dad yakin Jika dia ingin mengatakan sesuatu " ucap Dominic.
"Kita tunggu saja, apa yang ingin di katakan nya nanti " ucap Ara.
"Yeeeee,,, sedikit lagi,,,, yaaaa kalah " ucap Vanya.
"Jika tidak bisa main game sudah lah, sana belajar saja " ucap Ara.
"Ah,,, akak tidak seru " ucap Vanya cemberut.
****
Sedangkan pria yang berbaring menatap langit-langit kamar nya, sudah dua jam lama nya dia yang tidak bisa memejamkan mata nya.
Semua ucapan yang di katakan oleh anggota keluarga nya masih terngiang-ngiang di kepalanya.
"Kurang tegas " ucap Devan.
"Lebih memantapkan diri untuk nya " ucap Devan lagi.
Apa yang di katakan oleh anggota keluarga nya, tidak ada yang salah karna karna seorang laki-laki memang harus menjaga bukan di jaga .
"Nelpon uncle Dominic juga tidak di Jawab , aj sudahlah lebih baik aku istirahat memikirkan apa yang akan ku lakukan untuk meyakinkan nya " ucap Devan lagi.
Next part selanjutnya KK dan mohon masukan nya dan semoga masih dpat feel nya ππ»
Mungkin ada yang bertanya kepada mr.arrogant tidak up sampai sekarang mohon maaf karna sebuah masalah terpaksa harus di end tapi insaallah beberapa hari kedepan akan lanjut update kembali jangan lupa mampir ya reader kesayangan author π€π