
Masih di posisi yang sama, Dinda dan Ara yang sedang menuju pulang ke mansion utama.
"Maksudnya bagaimana sayang, bunda tidak mengerti " ucap Dinda.
"Bunda, mulai sekarang bunda harus hati-hati di mana pun berada jangan keluar seorang diri jika ingin pergi ke mana pun beritahu Ara atau yang lain " ucap Ara serius.
"Baiklah, tapi kau harus hati-hati nak bunda merasa dia bukan orang baik " ucap Dinda.
"Siap " ucap Ara.
Walau setampan apa pun wajah Steve, jelas terlihat keriput di mata nya itu sebabnya Dinda bisa menebak jika pria bernama Steve tidak jauh berbeda dengan nya.
***
Sedangkan missya yang baru saja sampai dari supermarket langsung duduk di sofa keluarga Setelah berang belanjaan nya di bawa oleh para maid.
"Mom sudah Sampai " ucap Ica langsung duduk dia samping missya.
"Iya sayang, di mana Daddy mu " ucap missya.
"Ada apa mom " ucap Ardian .
"Bagaimana mom harus mengatakan nya " ucap missya bingung memulai dari mana .
"Memang ada apa mom " ucap Ardian.
"Tadi saat mom belanja di supermarket mom tidak Sengahja bertemu dengan Dinda " ucap missya.
"Dinda " ucap Ardian, bahkan wajahnya langsung berubah .
"Iya dia sedang belanja dengan Ara " ucap missya lagi.
"Ara Sahabat Ica maksud mommy " ucap Ica.
"Iya sayang" ucap missya.
"Tapi mom juga bertemu seseorang yang mirip dengan dad " ucap missya lagi.
"Siapa " ucap Ardian bingung.
Tidak mungkin sepupu nya bukan, ya mereka memang memiliki kemiripan walau tidak 100% tapi dia mengakui itu.
"Mom pasti salah lihat, Steve tidak mungkin. berada di sini dia di luar negeri sekarang " ucap ardian yakin.
"Tidak, mom tidak salah lihat dia memang Steve " ucap missya yakin.
Walau dia tidak pernah melihat langsung wajah Steve, tapi dia mengingat jelas foto yang suaminya tunjukan.
Karen setiap acara keluarga atau apapun itu, steve tidak pernah hadir dan dia hanya melihat dari foto nya saja.
"Steve " ucap Ica lagi.
Apa ini nama nya yang sama atau memang orang yang sama .
Missy dan Ardian langsung menatap Ica bingung.
"Sayang apa kau mengenal nya " ucap missya.
Jika Ara mengenal Steve, besar kemungkinan putrinya juga mengenal pria bernama Steve.
"Ica tidak tau pasti, tapi baru baru kami kedatangan mahasiswa baru dari luar negeri dan nama nya juga Steve " ucap Ica.
Deg .
Jantung ardian langsung berhenti berdetak, dia tau betul sifat sepupunya yang tidak jauh berbeda dengan sifat arson pamannya, yang sekarang menghilang tanpa kabar dan apa kedatangan sepupunya ke negara ini untuk mencari paman nya tapi kenapa harus menjadi mahasiswa lagi, dan masih banyak lagi pertanyaan demi pertanyaan yang berputar di kepala nya.
"Sebentar, kau bilang kalau kedatangan mahasiswa baru yang bernama Steve, apa wajahnya seperti ini " ucap ardian menunjukan sebuah foto seseorang pada Ica.
Ica, mengamati foto sebuah keluarga yang tidak dia ketahui tapi saat di perhatikan dengan lama lama .
"Sepertinya mirip, tapi dia lebih tampan dari ini " ucap Ica.
"Dad tidak memiliki foto baru, ini kan foto lama " ucap Missya.
"Dan ini juga berbeda, dia lebih tampan dari foto ini " ucap missya.
"Mok benar " ucap Ica membenarkan.
"Tapi baik dia Steve sepupu dad atau bukan, mom dan Ica harus hati-hati " pesan ardian.
"Memangnya kenapa dad " ucap Ica.
"Yang jelas kau harus hati-hati sayang " ucap ardian.
"Turuti saja apa kata Daddy nak, beritahu Ara juga " ucap missya .
"Baiklah " ucap Ica.
****
Sedangkan di mansion utama BENATA semua penghuni mansion sudah sibuk dengan tugas mereka masing-masing.
"Bagaimana semua nya sudah siap " ucap indah.
"Sedikit lagi " ucap Ara
"Kakak memangnya siapa yang ingin datang " ucap Vanya penasaran.
"Apa dia calon suami kak Sasa " ucap Demian.
"Apa Calon suami, kak Sasa ingin menikah " ucap Vanya shock.
Secara KK nya kan masih kecil, dan tidak jauh berbeda dengan nya apa mungkin dia juga akan menikah seperti kak Sasa nya.
Oh tidak, itu tidak boleh terjadi dia kan masih belum puas bermanja-manja dengan bunda dan Daddy nya.
"Kau jangan terlalu jauh berpikir yang tidak akan mungkin terjadi, fokus pada sekolah mu " tegur Domani.
"Ciiih,,, dasar kulkas 7 pintu " kesal Vanya.
"Dan sayang nya, yang kau sebut kulkas adalah saudara kembar mu " ucap Domani.
"Iya juga ya " ucap Vanya.
"Dasar aneh " ucap Demian.
"Kau yang aneh " ucap Vanya .
"Sudahlah kepada kalian selalu bertengkar, nanti akan grandma beri tambahan tugas " ucap indah.
Dan tentu saja triple D langsung diam dan melanjutkan tugas mereka masing-masing.
Ara hanya menggeleng kepala melihat tingkah laku adiknya, yang sudah seperti tikus dan kucing.
Next part selanjutnya KK mohon koreksinya π
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang merayakan mohon maaf lahir dan batin baik yang di Sengahja maupun tidak Sengahja ππ»