
"Apa dia sudah bangun" ucap Ara, saat dia menggenggam gundukan yang sudah mengeras itu mungkin dia minta di keluarkan dari sarang nya.
Ya, mungkin saja begitu karna memang Ara tidak paham akan hal itu.
Pertanyaan polos itu lolos begitu saja dari mulut Ara.
saat Devan mendengar itu dia langsung membuka mata karna sebelumnya Devan terpejam menikmati cicilan, ini bukan cicilan bank yang akan membuat mu pusing ini lebih pusing karna tidak hanya kepala atas melainkan kepala bawah ikut serta.
Kita lupakan tentang kepala, otor juga pusing akan hal itu.
"Sayang " ucap Devan
Sepertinya anda sudah tidak berdaya tuan, dan ini semua masih awak dari segala.
Ara langsung mendorong tubuh depan ke belakang dan tiba-tiba...
Bughhhh....
Sesuai dengan apa yang di prediksi Ara jika tubuh devan jatuh tepat di kasur mereka.
Pelan pelan Ara mulai merangkak menaiki tubuh Devan yang terlentang dan menyebabkan dua gunung kembar milik Ara menyentuh dada bidang Devan yang berbalut baju tidur tipis.
Dan baru Devan sadari jika Ara tidak menggunakan bra hanya kaca mata segi tiga.
"Kali ini biarkan Ara yang memimpin " ucap Ara.
Dan setelah selesai mengucapkan kata nya Ara langsung menempel bibir nya ada Devan dan terjadi lah kecup mengecup dan akhirnya ciuman mereka mulai memanas.
Dan ciuman mereka sempat terlepas karna Devan melepaskan lingerie yang menempel di tubuh istrinya dan begitupun dengan Ara melakukan hal yang sama.
Dan kembali saling menyecap bibir status Ama lain, dan tangan Ara tak tinggal diam dia juga memainkan benda tumpul yang sudah berdiri tegak.
"Sayang mas ingin sampai " ucap Devan.
Dan batu saja Devan mengucapkan kata tersebut keluar banyak cairan di tanah Ara .
Dan setelah Devan sampai pelepasan yang luar biasa Devan langsung memutar badan Ara dan menjadi Ara yang berada di bawah Kungkungan Devan.
"Biar mas yang memimpin " ucap Devan.
"Ara belum selesai " protes Ara.
Devan jangan melakukan apa pun yang ingin dia lakukan sampai Ara datang pada pelepasan pertamanya, dan Devan tersenyum bangga karna begitu banyak cairan yang keluar dari v*g*na Ara.
Dan karna Devan sudah tidak tahan maka dia langsung melanjutkan ke permainan inti, pertama memang susah dan akhirnya dengan perjuangan penuh Devan bisa memasuki sampai akhir.
Ara yang merasakan sesuatu yang masuk ke tubuhnya nafasnya terhenti dan saat Devan melihat itu dia tidak menggerakkan tubuhnya.
"Lanjut saja " ucap Ara .
"Tapi ...." Devan kasihan saat melihat air mata Ara sampai terjatuh ini pasti sakit karna dia pernah membaca artikel jika hubungan **** yang pertama kali Bagi seorang wanita dia akan merasakan sakit yang luar biasa.
Dan itu sebabnya Devan menghentikan kegiatan karna dia tidak ingin egois, dia tidak ingin hanya dia yang merasakan nikmatnya dunia percintaan yang halal.
"Lanjutkan saja biar Ara rasakan sakit sekaligus " ucap Ara.
"Tapi sayang " ucapan Devan langsung terhenti saat Ara memotong dengan cepat.
"Kata orang ini hanya sebentar dan selebihnya akan terasa nikmat cepat mas " ucap Ara.
"Baiklah " ucap Devan.
Saat pertama Devan pelan, tapi lama kelamaan Devan semangkin mempercepat dan saat mereka melakukan sudah sangat lama tidak ada suara kesakitan tapi sudah kenikmatan yang keluar dari mulut Ara dan seterusnya sampai subuh menjelang Devan baru menghentikan kegiatan nya.
"Aaaahhhhhhhh " pelepasan yang sangat panjang dan itu entah untuk yang ke berapa kalinya.
Bahkan Ara tidak mampu membuka matanya sakit begitu lama permainan Devan yang seakan tidak ada hati esok.
"Terima kasih sayang " ucap Devan saat sudah memisahkan diri nya dengan Ara
"Emmm,,, Ara ngantuk mas " ucap Ara langsung memeluk tubuh Devan.
Devan langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya polos mereka yang banjir keringat .
Dan tak lama akhirnya mereka langsung terlelap melupakan makan malam yang terbengkalai di atas meja.
**Otor tidak bertanggung jawab atas semuanya jomblo harap tutup mata dan di larang kertas untuk traveling bagi Mak Mak boleh traveling bahkan praktek sama misua nya π**