
Pagi hari tiba.
Sudah saatnya mereka sarapan bersama, sebelum menuju ruangan khusus maka Dinda akan mengetuk pintu kamar putri bungsunya.
Tok Tok Tok
"Vanya sayang bangun nak ayo kita sarapan " ucap Dinda.
Hening tak ada jawaban dari orang dalam , lagi Dinda mengetuk pintu kamar nya.
Tok Tok Tok
"Vanya sayang ayo bangun, kita sarapan " ucap Dinda lagi .
Sedangkan Devan yang merasa ada mengetuk pintu dengan mata ngantuk Devan menuju pintu.
Ceklek ....
"Sayang ayo kit... " Dinda tak menyelesaikan ucapannya saat melihat siapa yang keluar.
"Nak Devan " ucap Dinda.
"Bunda, pagi " sapa Devan.
"Di mana Ara, kenapa di kamar Vanya " ucap Dinda.
Tapi, belum sempat Devan menjawab Dinda sudah menuju kamar lain.
Kamar siapa lagi jika bukan kamar pengantin yang pasti di sana Putri bungsu BENATA berada.
Tok Tok Tok
"Sayang bangun, ayo kita sarapan bersama " ucap Dinda saat sudah berada di depan pintu kamar pengantin.
Sedangkan Vanya yang mendengar suara Bunda tercinta langsung panik.
"Bunda datang" ucap Vanya.
"Kakak bagaimana ini , nanti bunda marah " ucap Vanya.
"Pasti bunda sudah mendatangi kamar Vanya " ucap Vanya lagi.
"Apa ide di kepala mu sudah tidak ada lagi " ucap Ara sambil mengoles wajahnya dengan bedak tipis.
"Kakak banyu Vanya , nanti bunda marah " ucap Vanya lagi.
"Berani berbuat berani bertanggung jawab, ayo " ucap Ara langsung menyeret adik nya.
Ceklek....
"Huaaaaaa,,,, bunda " ucap Vanya langsung memeluk tubuh Dinda.
Sedangkan Ara yang melihat itu hanya menggeleng saja, drama apa lagi ini.
"Jangan bohong sama bunda ayo ikut bunda " ucap Dinda menjewer kuping putri bungsunya.
"Bunda, kuping Vanya putus ,,, kakak tolong Vanya " ucap Vanya .
Sedangkan Ara hanya mengikuti dua wanita kesayangan tanpa berniat membela atau menjelaskan.
"Sayang " ucap seseorang.
Ara langsung menghentikan langkahnya dan melihat seorang pria yang sudah tampan menggunakan pakaian santai nya.
"Bukan nya pakaian ada di kamar kita " ucap Ara.
"Mas sengaja suruh asisten mas datang kemari, karna tidak ingin mengganggu sayang istirahat" ucap Devan.
"Astaga, padahal Ara bangun lebih awal " ucap Ara.
"Ayo " ucap Ara.
Sedangkan Dinda yang sudah sampai di ruangan khusus untuk mereka sarapan bersama langsung melepaskan menjewer kuping Vanya.
"Sayang ada apa " ucap Dominic.
"Pasti dia bikin ulah lagi " ucap Demian.
"Jangan bilang jika dia ganggu pengantin baru " tebak indah.
"Ayo sayang jelaskan apa yang sudah kau lakukan " ucap Dinda.
Sepertinya, ibu Lima anak ini sudah kehabisan kesabaran menghadapi putri bungsu yang kelewat batas.
"Vanya tidur sama kakak, lalu bunda jewer " ucap Vanya.
"Apa " shock mereka.
"Luar biasa " ucap indah.
"Ada apa dengan kamar mu, lalu nak Devan tidur di mana " ucap Indah lagi.
"Mas Devan tidur di kamar Vanya " ucap Ara dan Devan yang baru sampai .
"Itu grandma di kamar Vanya ad setan, seremmmmm " ucap Vanya lagi.
"Mana ada setan, yang ada kau yang ngadi Ngadi " ucap Demian.
"Bener playboy, wajah nya seperti diri mu " ucap Vanya.
"Jurang ajar " kesal Vanya.
"Maaf ya nak Devan " ucap Dinda.
"Tidak apa-apa bunda Devan mengerti " ucap Devan lagi.
"Vanya sayang mana boleh seperti itu " ucap Sasa lagi.
"Janji tidak ulangi lagi " ucap Vanya.
"Awas saja jika kau ulangi sayang, dad akan cabut semua fasilitas mu " ancam Dominic.
"Jangan jangan, Vanya tidak akan ulang lagi " ucap Vanya.
"Sepertinya kau harus buat Surat perjanjian pada putri mu " ucap indah.
"Ini bukan kontrak mom " ucap alaric lagi
"Grandpa the best " ucap Vanya.
"Sudah lah, ayo kita sarapan " ucap Domani.
"Kulkas benar Vanya sudah lapar juga " ucap Vanya.
"Terima kasih kembaran ku " bisik Vanya.
"Pagi ini kau selamat "ucap Dinda.
"Ayo kita mulai " ucap Alaric.
Akhirnya sarapan pagi di mulai, dengan penuh drama yang di buat oleh si bungsu BENATA.
Tanpa memandang tempat selalu saja bikin ulah yang di luar nalar mereka.
Next part selanjutnya KK Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain .
Dan untuk yang sudah follow akun sosial media author harap DM kembali biar author follback