Little Queen

Little Queen
#161



3 bukan kemudian.


Hari demi hari Ara dan Devan lalui dengan suka dan duka dan rumah tangga yang mereka jalani sangat bahagia.


Mungkin ini nikmat pacaran setelah menikah, tidak ada halangan untuk mereka melakukan apa pun.


Dan setiap hari akan Devan akan membuat Ara tersenyum dengan hal sederhana yang dia lakukan dan dia sangat bersyukur karna sudah mendapatkan suami yang begitu perhatian, baik, dan selalu bersama.


Setelah kejadian itu tidak ada yang terjadi pada Ara atau pun Devan, dia hanya ingin melihat bagaimana reaksi istrinya jika suatu saat dia pergi dan ternyata istrinya sampai meneteskan air mata.


Dan dia menyimpulkan jika sudah ada cinta untuk dirinya dan doa sangat bersyukur saat melihat itu semua dan dia akan berjanji akan menjaga dan membahagiakan istrinya semampu yang dia bisa.


Dan selama itu Ara atau pun anggota keluarga BENATA selalu berkunjung di mansion baru Ara karna belakangan ini Ara sangat manja pada bunda nya.


"Sayang " ucap Devan.


Sekarang mereka sedang di dalam kamar mereka dan hari sudah mulai siang tapi Devan tidak bisa bergerak Karena selalu di peluk oleh istrinya.


Bukan dia tidak suka, suka bahkan sangat suka tapi sekarang bukan waktu yang tepat.


"Sayang, kita bisa kesiangan " ucap Devan.


Kerna pagi ini dia ada meeting di kantor dan istrinya ada kelas tapi sekarang Mereka belum mandi sama sekali.


"Hiks,,,, Hiks ,,,, "


Bukan nya melepaskan pelukan nya Ara malah menangis dan hal itu membuat Devan kalang kabut.


"Sayang, apa yang terjadi " ucap Devan panik.


"Hiks ,,, Hiks ,,,, peluk " ucap Ara.


"Sayang tapi mas harus meeting pagi ini " ucap Devan.


"Hiks,,,,, Hiks,,,, huaaaaaaa "


"Tunggu sebentar mas ambil ponsel mas dulu sayang " ucap Devan.


Bukan nya mau lepas Ara malah mempererat pelukannya pada Devan dan untung saja Devan bisa mengambil ponsel yang berada di samping nya.


Setelah mendapat ponselnya, Devan langsung mengotak Atik ponsel dan setelah mendapat nomor seseorang tanpa pikir panjang Devan langsung menekan tombol memanggil.


Dan tanpa pikir panjang orang di sebrang sana langsung menjawab panggilan dari nya.


"Batalkan meeting pagi ini " ucap Devan pada orang dis sebrang sana.


"Tapi tuan,,, " belum selesai seseorang di sebrang sana bicara' sudah di potong oleh Devan.


"Lakukan saja atau kau akan ku pecat " ucap Devan.


Belum sempat seseorang di sebrang sana menjawab ucapan tuan nya, Devan langsung memutuskan panggil secara sepihak.


"Sini mas peluk, mas tidak akan ke mana-mana " ucap Devan langsung memeluk tubuh Ara .


"Maaf " ucap Ara .


Karna diri nya yang sangat manja akhir-akhir ini membuat suaminya membatalkan meeting nya.


"Tidak apa mas pergi saja biar Ara di rumah " ucap Ara tiba-tiba.


"Tidak sayang, mas akan tetap di sini mana yang sakit " ucap Devan.


Ara menggeleng sebelum berkata sesuatu pada Devan.


"Telpon bunda " ucap Ara.


"Tapi ini masih terlalu pagi sayang " ucap Devan.


Dia tahu pasti dia sana bunda sangat sibuk menyiapkan segala nya untuk semua orang sebelum melakukan aktivitas masing-masing.


"Bunda mas " rengek Ara.


****


Sedangkan seorang wanita cantik di mansion yang sangat mewah dia sedang sibuk menata makanan untuk mereka sarapan pagi bersama tapi tiba-tiba ponselnya berdering...


Drrrrr Drrrrr


Dinda langsung mencuci tangan nya dan melihat siapa yang nelpon pagi-pagi begini dan saat melihat siapa yang menghubungi Dinda langsung menekan tombol hijau.


"Hello nak Devan " ucap Dinda.


"Hello bunda, maaf jika Devan ganggu pagi-pagi begini " ucap Devan di sebrang sana.


"Tidak apa-apa nak, apa terjadi sesuatu " ucap Dinda.


"Bunda " ucap Ara di sebrang sana.


"Iya sayang, apa Ara perlu sesuatu bunda akan buatkan " ucap Dinda saat mendengar suara putrinya di sebrang sana.


"Ara ingin ,,,, emmmm ,, puding boleh " ucap Ara.


"Tentu saja, bunda akan buatkan ada yang lain " ucap Dinda lagi


"Emmm,,, nanti malam bunda dan yang lain datang ke mansion kami ya kita makan malam bersama " ucap Ara lagi dan tentu dia tidak melepaskan pelukan dari tubuh dengan.


"Okay, nanti akan bunda sampai kan pada semua orang " ucap Dinda.


"Terima kasih bunda, sayang bunda " ucap Ara.


"Bunda sangat menyayangi mu sayang " ucap Dinda lagi.


"Nanti bunda akan kirim maid ke mansion mu " ucap Dinda.


"Bunda memang the best, baik bunda pasti ingin sarapan nanti kita lanjutkan , by bunda " ucap Ara.


"By sayang " ucap Dinda.


Setelah selesai berbicara dengan Ara Dinda langsung bergabung dengan anggota lain yang sudah menunggu di meja makan.


"Siapa yang nelpon sayang " ucap Dominic.


"Ara mas, dia mengundang kita untuk makan malam di mansion nya " ucap Dinda.


"Horeeee,,, ke mansion kakak " ucap Vanya bahagia.


"Bukan nya baru Minggu lalu kita makan malam di mansion nya " ucap indah.


"Entahlah, Dinda juga bingung " ucap Dinda.


"Tidak masalah dad juga tidak sibuk nanti malam, apa perlu kita kirim maid datang ke mansion nya " ucap Alaric.


"Iya Dinda tadi sudah saran kan begitu dan Ara setuju " ucap Dinda.


"Nanti Dinda akan datang lebih cepat karna Ara mengingat puding " ucap Dinda.


"Okay sayang, nanti mas akan antar sayang " ucap Dominic lagi


"Terima kasih mas " ucap Dinda.


"Sekarang ayo kita sarapan " ucap Alaric.


Sarapan pagi berjalan dengan Hikmat dan sunyi hanya dentingan sendok dan garpu yang mengisi kesunyian di mansion utama BENATA.


Dan setelah menyelesaikan sarapan bersama dan sekarang hanya tinggal Dinda seorang diri di mansion dan para maid karna semua anggota keluarga BENATA pergi ke perusahaan, sekolah , dan indah pergi ke butik sebentar.


Setelah semua orang pergi, Dinda langsung menuju dapur untuk membuat puding yang di inginkan oleh putri nya dan tak butuh waktu lama Dinda sudah menyelesaikan nya dan langsung menuju ke kamar nya untuk bersiap siap untuk datang ke mansion Ara.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon dukungan dan support nya