
Akhirnya setelah selesai berkutik dengan bumbu dapur akhirnya mereka menyelesaikan menu makanan yang mereka siapkan.
"Sayang lebih baik kita pergi mandi dulu baru Kuta makan siang " ucap Devan
"Ide yang bagus, Ara juga gerah " ucap Ara.
"Ayo " ucap Devan.
Setelah selesai menyajikan makanan yang mereka buat dengan jerih payah mereka, dan mereka memutuskan untuk membersihkan diri mereka sebelum menyantap makanan yang sudah menggiurkan.
Dan tanpa menunggu waktu lama mereka sudah menyelesaikan acara mandi nya dan langsung menuju meja makan karena mereka sudah sangat lapar.
Mereka hanya menyisakan menu sederhana tidak seperti menu yang ada di mansion utama BENATA yang selalu istimewa.
"Ayo kita mulai " ucap Devan .
Yang sudah tidak sabar untuk mencicipi hasil masakan mereka bersama yang sudah sangat menggiurkan.
"Sini biar Ara ambilkan " ucap Ara
Dengan sigap Ara mengambil makan di piring Devan dan setelah selesai menyiapkan makanan Devan baru Ara menyiapkan untuk nya sendiri.
"Emmm,,, enak " ucap Devan.
"Apa rasanya pas " ucap Ara.
"Sudah pas, dan rasanya sangat lezat sayang " ucap Devan.
"Sekarang tambah lagi " ucap Ara.
"Sebentar mas habiskan ini dulu " ucap Devan.
Setelah selesai menghasilkan semua hidangan yang ada, mereka akan menghabis waktu bersama di belakang rumah nya yang kebetulan terdapat kolam renang.
Akan membuat siapa saja merasa tenang, dan tak hanya itu mansion mereka yang banyak daun-daun hijau di sekitar nya menambah kecantikan alami bagi siapa saja yang memandang.
"Mas boleh Ara tanya sesuatu " ucap Ara .
Ya, sekarang mereka sudah berada di belakang mansion dan duduk bersama sambil menikmati secangkir teh dan Snack yang sudah Devan siapkan.
"Tanya saja sayang " ucap Devan.
"Berapa harga mansion ini " ucap Ara.
Karena dia penasaran harga mansion secantik ini, apa lagi model nya sudah seperti hotel berbintang.
"Harga nya tidak mahal sayang " ucap Devan
"Memangnya berapa " ucap Ara.
"Sebentar " ucap Devan.
Bukan nya mendapat jawaban Devan malah meninggalkan Ara seorang diri di sana, Ara yang di tinggalkan hanya bisa memperhatikan Devan yang masuk ke dalam mansion.
"Mas tidak ingin kerja kan " ucap Ara
Awas saja jika suaminya kerja, dia akan pulang ke mansion utama BENATA.
"Tidak, buka lah " ucap Devan sambil menyerahkan amplop coklat pada Ara.
Dengan ragu Ara menerima amplop coklat yang entah dia tidak atau apa isi di dalam amplop tersebut.
"Buka sayang " ucap Devan gemes
Saat Ara hanya membolak-balik amplop coklat tersebut, tapi saat mendapat perintah dengan ragu Ara membuka amplop tersebut.
"Sertifikat " ucap Ara
Sekarang Ara semangkin bingung, apa mungkin otak nya sedang kabur itu sebabnya dia tidak bisa menebak semua ini.
"Di buka sayang " ucap Devan
Rasanya Devan sangat gemas dengan istrinya ini, kenapa malah bertanya tidak berniat membuka apa isi di dalam nya
"Kenapa atas nama Ara " ucap Ara setelah membuka sertifikat mansion tersebut.
"Iya, ini mansion sayang mas hanya numpang " ucap Devan.
"Mas " ucap Ara.
"Sekarang ini mansion sayang dan apa yang terjadi jangan pernah tinggalkan mansion ini karna ini milik sayang " ucap Devan.
"Mas ingin meninggalkan Ara " ucap Ara.
Dan entah kenapa mata nya langsung berkaca-kaca, dia tidak akan rela jika di tinggal kan suaminya seorang diri.
"Kita tidak tahu takdir sayang dan tidak selamanya mas berada di sisi sayang , tapi mas akan berusaha semampu mas untuk selalu bersama sayang , mas sangat menyayangi mu sayang " ucap Devan.
"Jangan pernah mencoba untuk meninggalkan Ara " ucap Ara langsung memeluk tubuh Devan.
"Apa mas akan di tembak " ucap Devan.
Dalam keadaan sedih begini dengan santai nya Devan bercanda pada nya.
"Aaauuuuu " pekik Devan.
"Sayang sakit " ucap Devan.
"Bercanda liat situasi dulu mas, kan Ara lagi sedih " ucap Ara.
"Cup Cup Cup sayang, maaf habis mas gemes sih " ucap Devan sambil mencubit pipi Ara dan tak lupa dia menghapus air mata Ara yang menetes.
"Tapi mas serius Lo sayang, apa mas akan di tembak jika mas meninggalkan sayang " ucap Devan.
"Ara akan menembak kepala atas dan bawah " ucap Ara langsung meninggalkan Devan yang terpaku di sana.
Dan dia langsung melindungi sesuatu yang sangat beharga baginya, dan jangan sampai keturunan nya habis sampai di sini.
"Sayang " ucap Devan.
Bukan nya berhenti Ara malah melambaikan tangan dengan sertifikat di tangan nya, Devan yang melihat itu langsung mengejar istrinya masuk ke dalam.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya