Little Queen

Little Queen
#101



Setelah selesai membicarakan kelanjutan tentang Ara dan Devan, dan hari juga sudah mulai larut malam akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke mansion masing-masing.


"Maaf , apa Devan boleh mengantar Ara pulang " ucap Devan.


Semua orang yang tadi nya sudah ingin bubar mengurungkan niat saat mendengar ucapan Devan.


"Devan janji tidak akan menyentuh Ara, Devan ingin bicara sesuatu pada nya " ucap Devan lagi.


Saat seluruh anggota keluarga BENATA menatap Devan, meminta penjelasan atas apa yang di ucapakan Devan.


"Kau bisa membuktikan ucapan mu " ucap Dominic.


"Siap " ucap Devan.


"Ingat jangan pergi kemana pun lagi, kecuali langsung pulang " ucap Dominic.


"Siap uncle " ucap Devan.


"Bunda pegang janji ku nak " ucap Dinda lembut.


"Awas saja jika kau macam macam, kau akan grandma beri pelajaran " ucapan Sena


"Ingat jangan sampai kau mengingkari ucapan mu " ucap Ardian.


"Baik uncle " ucap Devan.


Setelah semua orang pergi dari restoran tersebut , baru mereka juga akan pergi .


"Silahkan masuk " ucap Devan mempersilakan Ara untuk masuk dalam mobilnya.


"Terima kasih" ucap Ara.


Setelah Ara duduk dengan aman, baru Devan masuk dan duduk di kursi kemudi dan langsung menjalankan mobilnya meninggalkan area restauran.


"Emmmm,,, aku boleh bertanya sesuatu " ucap Devan kaku.


Ara yang tadinya fokus ke arah jalan langsung memandang Devan .


"Katakan saja " ucap Ara.


"Kenapa kau begitu mudah menerima lamaran dari ku, bukan aku tidak bersyukur atau bagaimana tentu aku bersyukur tapi kenapa kau tidak memberiku tantangan terlebih dahulu " ucap Devan.


"Begini, Ara memperbaiki posisi duduk nya sebelum melanjutkan ucapannya, jika seseorang ingin menyempurnakan ibadah nya apa dia akan di uji oleh keluarga nya " ucap Ara.


"Tentu saja tidak, bahkan keluarga kita akan mendukung kita untuk menuju yang lebih baik lagi " ucap Devan.


"Seperti nya Ara tidak perlu menjawab pertanyaan bapak tadi, karna bapak sudah tahu jawabannya nya " ucap Ara


Devan langsung diam , tidak bisa di ragu kan lagi kecerdasan Ara yang mampu membuat orang lain tak berkutik.


Tapi saat di perjalanan yang sepi, tiba-tiba sebuah motor mengikuti mobil mereka, Devan yang menyadari itu langsung mengumpat .


"Damn it " ucap Devan .


Ara yang mendengar kata kasar itu langsung menatap Devan, dan tanpa Sengahja mata nya tertuju pada kaca spion mobil dan ya di belakang mobil mereka sebuah motor mengikuti mereka


"Seperti nya mereka sudah merencanakan semua nya dengan matang " ucap Ara .


Saat mereka di kepung oleh beberapa orang bertopeng di depan dan belakang mobil mereka.


"Bapak membawa senjata " ucap Ara


"Tentu saja " ucap Devan langsung menghentikan mobilnya.


Devan langsung mencari senjata nya, dan saat dia sudah menemukan nya Devan langsung menggunakan topeng nya.


"Kau tunggu di sini, biar aku mengurus nya " ucap Devan.


"Bapak yakin tidak perlu bantuan " ucap Ara.


"Iya, ingat jangan keluar mobil apa pun yang terjadi pada ku kunci mobil saat aku sudah keluar karna mobil ini tidak akan bisa di buka oleh siapapun " ucap Devan.


"Semoga berhasil " ucap Ara .


Devan Langsung keluar dari dalam mobil, dan saat itu Ara Langsung mengunci mobil nya.


Dia tau betul, mobil yang Devan gunakan bukan mobil sembarangan , mobil yang sudah di siapkan siapa tidak bisa di celakai kecuali bagaimana tertentu .


Sedangkan Devan yang berada di luar dengan mata elangnya dia menatap para musuh nya, ya musuh ,,, di saat dia melakukan misi nya dia tidak membunuh semua musuh nya mereka melarikan diri sedangkan diri nya juga terluka pada saat malam itu, itu sebabnya dia membiarkan musuh nya pergi .


"Apa mau kalian "


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain biar tambah semangat update nya , yang selalu setia menunggu kelanjutan cerita receh otor ucap kan banyak banyak terima kasih , Pokok nya love you banyak banyak πŸ’žπŸ’ž