Little Queen

Little Queen
#46



Padahal banyak mahasiswa lain yang ingin duduk di samping Steve tapi, tidak dengan Ara.


"Jika bukan karna misi ku aku tidak akan berada di sini " Steve membatin.


Proses belajar mengajar langsung di mulai, sampai waktu istirahat tiba .


semua mahasiswa langsung mengerumuni Steve yang sangat tampan menurut mereka.


"Permisi " ucap Steve mengejar Ara yang keluar dari kelas.


"Ara mahasiswa baru mengikuti kita " bisik Ica.


"Biarkan saja " ucap Ara.


Mereka langsung menuju taman di mana tempat yang menurut mereka nyaman.


"Kita belum berkenalan, siapa nama mu " ucap Steve basa-basi.


"Aku " ucap Ara menunjukan diri nya sendiri.


"Iya, kau siapa lagi " ucap Steve.


"Dia Ica " ucap Ara, bukannya menyebutkan nama nya malah memperkenalkan sahabat nya.


"Aku sudah tau nama nya, nama mu " ucap Steve.


"Ara " ucap Ica.


"Nama yang cantik " puji Steve.


"Sekarang kau sudah mengetahui nama nya bukan, kami ingin belajar " ucap Ica.


Ara tersenyum kecil mendengar ucapan sahabatnya.


"Boleh kita berteman " ucap Steve lagi.


"Kami berteman dengan siap saja " ucap Ara.


"Terima kasih " ucap Steve.


"Aku akan mengikuti permainan mu " ucap Ara membatin.


"Bagaimana jika kita mengabadikan momen persahabatan kita " ucap Steve tiba-tiba.


"Benar, ayo kita abadikan momen hari ini " ucap Ica semangat.


Mau tak mau Ara harus ikut foto dengan mereka,


"Aku sudah mengirim hasilnya di ponsel mu " ucap Ica.


Ara hanya mengangguk kepala saja, dia lebih memilih fokus pada buku yang dia baca, dan saat jam mata kuliah akan segera di mulai mereka langsung kembali kelas mereka, sampai selesai.


"Aku duluan " ucap Ara langsung keluar dari dalam kelas.


"Ara jangan lupa nanti malam " teriak Ica.


"Memangnya kalian ingin pergi ke ma nanti malam " ucap Steve .


"Tidak ada, hanya datang ke mansion ku saja " ucap Ica.


Steve hanya mengangguk kepala sebagai jawaban, dan langsung keluar setelah selesai membereskan perlengkapan kuliah nya.


"Membosankan sekali " ucap Steve saat sudah berada di dalam mobil nya.


"Tapi dia sudah mulai melunak pada ku " ucap Steve.


Sedangkan Ara langsung menuju markas nya, tentu saja dia akan memberi kejutan pada seseorang, siapa lagi jika bukan arson dan Marni.


"Mereka tidak membuat ulah " ucap Ara.


"Tidak Queen " ucap mereka.


"Bagus " ucap Ara langsung masuk ke dalam ruang penyiksaan.


"Bagaimana kabar kalian " ucap Ara basa-basi.


"Lepaskan kami bodoh " teriak arson.


"Aku tau kalau bodoh " ucap Ara.


"Dasar anak tidak tau di untung " ucap Marni.


PLAKKKK


"Kenapa mulut mu sangat tidak berguna " ucap Ara tajam.


"Lepaskan kami atau kau akan tau akibatnya " ucap arson..


"Apa itu, apa maksud mu putra mu akan membalas nya " ucap Ara.


Arson langsung diam mencerna apa yang di ucapakan Ara.


"Putra, apa dia mengetahui segala nya " itu yang ada di pikiran nya.


"Tunggu sebentar, kau pasti kan terkejut melihat ini " ucap Ara langsung mengeluarkan ponsel nya.


"Apa maksud mu dia yang akan membalas semua nya " ucap Ara sambil menunjukan foto.


"Steve " ucap arson.


"Bahkan dia sendiri yang datang menghampiri ku " ucap Ara.


"Tidak itu tidak mungkin " ucap arson.


Dia tidak percaya, putra nya datang dan lebih parahnya lagi dia yang menghampiri musuh mereka.


"Ini sudah jelas jika dia datang dengan suka rela " ucap Ara.


"Tenang saja aku akan menyatukan kalian kembali, kita lihat saja apa yang akan di lakukan " ucap Ara.


"Jangan coba-coba menyentuh putra ku " ucap arson.


"Kita lihat saja nanti, jika dia yang memulai maka aku tidak akan segan-segan untuk menembak kepala nya " ucap Ara


"Dasar wanita iblis " ucap Marni.


"Sepertinya kata itu lebih pantas untuk mu, kau tidak jauh berbeda dengan suami mu, yang dengan tega menculik ku saat masih kecil dan lebih parahnya lagi dia menyiksa menantu mu di depan mata ku, kenapa dulu aku tidak menembak jantungnya dan jantung mu saja biar kau tidak membuat ulah lagi " ucap Ara .


Karena itulah, Ara kecil kecil menjadi dingin, cuek dan di otaknya selalu berputar tragedi di mana missya di siksa di Depan mata nya dan hal itu juga yang membuatnya nekat untuk menjadi sekarang dia ingin melindungi orang yang dia sayangi, terutama keluarga nya.


"Lebih baik aku bermain main dengan putra mu saja " ucap Ara .


"Jangan coba-coba kau menyentuh putra ku " ucap arson .


"Sepertinya itu hal yang mustahil bagi ku " ucap Ara .


"Aku harus pergi, karena aku datang kemari hanya ingin memberi kabar itu saja " ucap Ara


"Lanjutkan permainan kalian" ucap Ara


"Baik queen " ucap mereka serempak.


Next part selanjutnya KK dan semoga halu kali ini masih nyambung dengan part sebelumnya πŸ™πŸ»