
Wajah Sena setelah pulang dari restauran sangat cerah, berbanding balik dengan cucu nya yang wajahnya datar kayak triplek .
"Ada apa dengan wajah mu " ucap Sena, saat melihat cucu nya juga baru pulang.
"Tidak, Devan ingin istirahat " ucap Devan langsung naik ke lantai atas.
Bukan nya kasian dengan cucu nya, Sena malah dengan santai bernyanyi-nyanyi.
bahkan Devan sampai melihat grandma nya yang aneh .
"Kenapa " ucap Sena yang melihat cucunya yang juga menatapnya.
"Grandma seperti mendapatkan sesuatu " ucap Devan.
"Tentu saja, grandma habis di kirim uang grandpa mu , uuuuuhhhh banyak kau mau " ucap Sena menawarkan.
"Tidak, terima kasih uang Devan juga sudah banyak " ucap Devan sombong.
"Banyak uang tapi masih jomblo, memangnya untuk apa uang mu, kalau grandma menjadi diri mu grandma akan mencari istri dan menghabiskan uang mu " ucap Sena.
"Tunggu saja Devan akan membawa nya menemui grandma secepatnya " ucap Devan.
"Sampai kapan grandma akan menunggu " ucap Sena.
"Cari pasangan bukan seperti cari sayur di pasar grandma, yang tinggal pilih dan ambil sesuka hati " ucap Devan.
"Sepertinya mood mu tidak baik hari ini, sudahlah lebih baik grandma istirahat saja, dari pada grandma naik darah " ucap Sena
Tapi jujur dia suka melihat cucu nya yang sedang marah, dia merasa ada kesan gagah pada nya walaupun sudah sangat gagah dan tampan.
***
Sedangkan indah yang juga baru sampai di sana cucu nya sudah sibuk dengan tugas sekolah mereka masing-masing.
"Mom sudah kembali " ucap Dinda yang membawa nampan di tangan nya.
"Iya, ini tadi mom sekalian beli cake " ucap indah.
"Grandma bawa cake, Vanya mau " ucap Vanya.
"Giliran makan saja dia cepat coba kalau yang lain dia pasti banyak tingkah " ucap Demian.
"Grandma dengar suara seseorang, atau dia mahluk halus " ucap Vanya.
Bughhhh
"Auuu " pekik Vanya.
"Bunda " rengek Vanya
"Demian, sudah bunda bilang jangan begitu " tegur Dinda.
"Tapi dia duluan bunda " ucap Demian.
"Tapi kau yang duluan lempar bantal itu " ucap Vanya tak mau kalah.
Saat Demian ingin menjawab terdengar langkah kaki seseorang yang mendekat.
"Kakak " ucap Vanya langsung berlari menghampiri Ara yang baru saja sampai.
"Sebentar lagi akan terjadi drama " ucap Domani .
"Kakak kepala Vanya sakit " ucap Vanya.
"Kalau sakit ya minum obat " ucap Ara.
"Grandma siapa yang salah " ucap Ara.
"Dua dua nya salah, satu main lempar satunya bilang mahluk halus " ucap indah.
"Minta maaf sekarang " ucap Ara.
"Tidak mau " ucap mereka bersamaan.
"Ya sudah bunda bilang pada Daddy, cabut semua fasilitas yang mereka punya " ucap Ara.
"Tidak jangan jangan " ucap mereka cepat.
"Vanya aku minta maaf " ucap Demian.
"Kakak aku minta maaf " ucap Vanya.
"Begitu kan bagus " ucap indah.
"Kau ingin kue sayang " ucap Dinda.
"Boleh " ucap Ara langsung duduk di samping indah.
Sedangkan si triple D langsung melanjutkan tugas sekolah mereka, begitu juga bertengkar begitu juga baikan .
"Kenapa dengan wajah mu " ucap indah.
"Memang nya kenapa dengan wajah Ara " ucap Ara.
"Kau terlihat lelah, apa di kampus kau melakukan aktivitas yang berat " ucap Dinda.
"Tidak grandma, bunda mungkin Ara capek naik turn tangga saja " ucap Ara.
"Kenapa tidak menggunakan lift saja " ucap indah.
"Ini semua karna dosen Ara, masa iya karna Ara salah sedikit mengerjakan soal harus di hukum padahal banyak yang lebih salah dari Ara " kesal Ara.
"Dosen yang mana, apa cucu teman grandma " ucap indah.
"Siapa lagi " kesal Ara.
Indah bukan nya kasian dengan cucu nya malah tertawa lebar .
"Hahahaha "
"Grandma ini tidak lucu, kaki Ara sampai pegal " kesal Ara.
"Ternyata karna salah paham dia membuat mu menderita " ucap indah.
"Salah paham bagaimana maksud mommy " ucap Dinda bingung.
"Bagaimana ya bilang nya " ucap indah bingung.
"Lebih baik Ara istirahat saja " ucap Ara yang sudah terlalu lelah.
"Ada-ada saja mereka " ucap indah .
Next part selanjutnya KK semoga suka dengan hasil halu author kali ini ππ»
maaf ya masih tidak bisa double up π€
Bantu ramaikan KK biar author tambah semangat update nya ππ»