Little Queen

Little Queen
#152



Setelah menghabiskan waktu bersama keluarga nya mereka memutuskan untuk istirahat karna mereka sudah sangat lelah selama di perjalanan.


"Sayang " ucap Devan.


Ya, sekarang mereka sedang di kamar Ara yang juga menjadi kamar Devan.


"Iya ada apa " ucap Ara.


"Besok habis pulang dari kampus sayang tidak ada kegiatan kan " ucap Devan.


"Emmm,,sepertinya tidak memangnya ada apa mas " ucap Ara langsung menutup buku yang dia baca


"Besok datang keruangan mas, dan mas akan memberikan materi pada kelas lain hanya satu jam saja dan mas akan menunjukkan sesuatu pada sayang " ucap Devan.


"Apa di sana Snack aman " ucap Ara


Dia tidak masalah jika menunggu tapi yang penting perut nya kenyang, maka dia tida masalah.


"Tenang saja mas sudah menyiapkan semua nya di dalam kulkas " ucap Devan.


"Okay " ucap Ara , langsung memperbaiki Posisi baring nya.


"Sayang " ucap Devan.


Apa mereka tidak melakukan sesuatu dulu sebelum tidur.


"Maaf mas, untuk hari ini dan satu Minggu ke depan mas harus puasa " ucap Ara.


Tunggu, puasa bagaimana bisa bukan nya mereka sedang tidak ingin lebaran lalu kenapa bisa puasa.


"Sudah tidur saja mas, sini biar Ara peluk " ucap Ara.


Mendengar itu, Devan langsung ikut baring di samping istrinya.


"Tidur mas, nanti kita kesiangan " ucap Ara.


"Sayang, mas ingin itu " ucap Devan.


Ara yang semula sudah menutup mata dengan terpaksa membuka kembali.


"Mas harus puasa selama seminggu dan jangan buat Ara merasa bersalah, tapi Ara bukan tidak mau tapi tamu Ara sedang datang " ucap Ara


"Tamu " ucap Devan.


Rasanya Ara ingin menjitak kepala suaminya, yang sedang mode sinyal lemah ini.


"Ara sedang haid " ucap Ara dengan penuh penekanan.


"Haid " ulang Devan lagi.


"Apa, haid yang keluar darah itu " Ucap Devan saat sudah sadar dari mode sinyal lemah.


"Berapa lama sayang, lalu bagaimana jika mas ingin jenguk calon baby " ucap Devan.


"Selamat istirahat suamiku " ucap Ara.


"Selamat malam istriku " ucap Devan.


Cup....


Dengan berat hati Devan harus menunda keinginan nya untuk menjenguk calon baby yang dia maksud.


***


Pelan pelan cahaya matahari memperlihatkan cahaya , dan mengusik seorang pria yang masih terlelap tidur.


"Emmm,," sambil merenggangkan otot nya


Saat dia menggapai di samping nya, dia tidak menemukan seseorang dan dengan reflek dia langsung membuka Matanya.


"Sayang " panggil Devan.


Tiba-tiba pintu kamar nya terbuka, dan saat melihat siapa Devan langsung bernafas lega.


Ceklek...


"Mas sudah bangun " ucap Ara


Iya, Ara yang datang dengan rambut yang di Cepol dan memperlihatkan leher jenjang putih yang membuat siapapun melihatnya akan tergoda.


"Ara mandi sebentar " ucap Ara.


Devan yang mendengar itu, langsung tersenyum dan tanpa aba-aba dia langsung berlari mengejar Ara yang sudah ingin menutup pintu kamar mandi.


"Mandi bareng sayang biar cepat " ucap Devan.


Ara langsung memutar mata jengah karna bukan nya cepat maka akan sebaliknya.


"Tidak mas mesum " ucap Ara.


"Tapi ayang suka kan " goda Devan.


Dan kesempatan itu Devan ambil untuk masuk dan mengunci pintu kamar mandi dan tanpa aba-aba dia langsung menghidupkan shower yang membasahi tubuh mereka.


"Aaaaaaarrrggggg " kaget Ara.


"Kita sudah basah sayang, ayo kita mandi " ucap Devan


Tapi sebelum itu tangan nya sudah mulai berkeliaran di tubuh Ara.


"Kita tidak bisa melakukan itu, tapi Ara akan membantu mas biar sedikit tenang " ucap Ara.


Dan benar saja Ara langsung melanjutkan aksinya.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya