Little Queen

Little Queen
#41



Sedangkan Devan yang sedang mengemudi mobil sambil menghubungi seseorang .


"Apa aku akan kehilangan wanita ku " ucap Devan.


"Tidak itu tidak boleh terjadi, tapi bagaimana lagi cara nya biar aku bis dekat dengan nya " ucap Devan.


Dia sudah hampir frustasi di buat nya, saat dia ingin mendekat pasti dia menghindar.


****


Sedangkan Ara yang sudah berada di kelasnya, sedang sibuk membaca buku nya.


"Pagi sekali kau sudah sampai " ucap Ica yang baru saja sampai


"Kebetulan jalan tidak macet " ucap Ara.


"Oh iya nanti kau sibuk " ucap Ica.


"Sepertinya tidak, kenapa " ucap Ara.


"Kapan kau akan berkunjung di mansion ku, kau tau Daddy dan mommy ku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mu " ucap Ica.


"Kenapa kedua orang tua mu ingin sekali bertemu dengan ku " ucap Ara.


"Karena kau sahabat ku " ucap Ica.


"Aku akan mengosongkan waktu ku, nanti akan ku kabari lagi " ucap Ara.


"Kau pasti sibuk sekali " ucap Ara


"Tidak terlalu " ucap Ara.


Dan bertepatan dengan dosen yang datang, siapa lagi jika bukan Devan.


"Selamat pagi " sapa Devan datar.


"Pagi " ucap mereka bersamaan.


"Ara kau merasa jika pak Devan selaku menatap mu " bisik Ica.


"Kau pasti salah lihat " ucap Ara.


"Tidak " ucap Ara .


"Kumpulan tugas Minggu lalu " ucap Devan datar.


Semua mahasiswa langsung maju mengumpulkan tugas mereka .


"Bagi yang tidak mengerjakan silahkan keluar " ucap devan.


"Sepertinya mood pak Devan sedang tidak baik " bisik mahasiswa lain, dan Ara mendengar itu.


"Iya, apa mungkin dia bertengkar pada kekasihnya " bisik mahasiswa lain.


"Kalian berdua yang berbicara silahkan keluar dari kelas " ucap Devan.


"Tap... " belum selesai mahasiswa bicara sudah di potong oleh Devan.


"Tidak ada tapi tapian, keluar " ucap Devan.


Mau tak mau dia mahasiswa yang tadi nya saling berbisik langsung keluar dari dalam kelas.


****


"Kenapa indah lama sekali " kesal Sena.


Dan tak lama pintu masuk restauran berbunyi, pertanda ada customer yang datang, Sena langsung melambaikan tangan saat melihat indah yang masuk.


"Ada apa dengan wajah mu " ucap indah.


"Aku kesal dengan cucu ku " ucap Sena.


"Memangnya kenapa dengan cucu mu " ucap indah.


"Yang jelas aku sangat kesal dengan nya " ucap Sena.


"Susah lah, dia masih muda dia juga ingin bebas " ucap indah.


"Tapi aku merasa dia merahasiakan sesuatu dari ku " ucap Sena.


"Memangnya kenapa dengan nya " ucap indah.


"Entahlah aku merasa dia menyembunyikan sesuatu pada ku " ucap Sena.


"Sudahlah beri dia waktu suatu saat dia pasti akan memberi tahu dirimu " ucap indah.


"Kenapa kau seperti mendukung nya " kesal Sena.


"Oh iya, bagaimana mempertemukan cucu mu dengan pria itu, apa pekerjaan dan apa si cantik ara menerima nya" ucap Sena.


Indah yang tadinya mengunyah makanan ringan yang sudah Sena pesan sebelum, mengernyit dahi bingung .


"Ara " ucap indah.


"Iya, Ara kan yang di lamar " ucap Sena.


"Jadi kau salah paham sama seperti cucu mu " ucap indah.


"Maksud mu " ucap Sena bingung.


"Bukan Ara, tapi cucu pertama ku Sasa kau ingat Sasa bukan " ucap indah.


"Tentu saja, sekarang dia sudah menjadi dokter bukan " ucap Sena.


"Iya, dan dia juga yang kedatangan tamu bukan Ara, kau tau bukan jika Ara cucu ku masih kukiah " ucap indah.


"Ya ampun " ucap Sena langsung menepuk kening nya sendiri.


"Mangkanya jangan tanya dulu siapa jangan main simpulkan " ucap indah.


"Hehehe, tapi tidak apa-apa biarkan saja cucu ku jungkir balik biar tau rasa itu sebabnya main rahasia dengan ku " ucap Sena.


"Dasar dari dulu sampai sekarang kau tidak pernah berubah " ucap indah.


Next part selanjutnya KK semoga masih suka dengan hasil halu author kali ini ๐Ÿ™๐Ÿป


dan jangan lupa untuk mampir di karya terbaru author Mohon masukannya dan saran nya , yang sudah mampir author ucapkan terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป