Little Queen

Little Queen
#38



Masih di posisi yang sama, di mansion utama BENATA sekarang mereka menyambut kedatangan tamu mereka.


"Nama saya Arga " ucap pria misterius.


"Di mana kau tinggal nak " ucap Dominic.


Di luar dugaan jika Arga akan mengira dia akan di rendahkan karna dia hanya menggunakan pakaian biasa.


"Saya tinggal di kompleks x " ucap Arga.


"Bukan nya itu perumahan untuk TNI " ucap indah, yang tau betul komplek tempat nya tinggal dulu.


"Apa Kau seorang abdi negara " ucap dominic.


Arga menatap Sasa, yang mengangguk dia tau pria yang datang ke mansion nya tidak yakin.


"Lebih tepat nya agen rahasia " ucap Ara yang tadinya memainkan ponselnya.


Semua orang langsung menatap Ara, meminta penjelasan .


"Agen rahasia " ucap mereka bersamaan.


"Bagaimana bisa dia mengetahui nya " Arga membatin.


Selain menjadi abdi negara, dia juga agen rahasia pemerintah di salah satu negara, dan kebanyakan orang akan tau jika dia hanya TNI tapi siapa sangka jika dia seorang agen rahasia.


"Benar itu nak " ucap Dominic.


"Saya hanya tentara biasa tuan " ucap Arga merendahkan diri.


"Tapi sudah punya bintang 2 proses 3 " ucap Ara lagi.


"Dia mengetahui semua nya " ucap Arga membatin.


"Tapi tunggu seperti nya dia mengenal suara nya " ucap Arga sambil memandang Ara dengan seksama nya.


Dan saat Arga memandang indah, benar ternyata wanita yang di hadapan nya bukan orang biasa.


Dan kembali lagi dia menatap Ara yang hanya datar saja saat di tatap oleh Arga.


"Sepertinya kau baru mengingat wajah ku nak " ucap indah tersenyum memandang Arga.


"Nyonya " Arga tak menyelesaikan ucapan nya.


Benar karna setahun yang lalu indah datang di sebuah agenda yang di adakan di sebuah negara Amerika, dan dia juga membantu para agen rahasia.


Jika wanita paruh baya di hadapannya bukan orang sembarangan, bearti wanita yang tau semua tentang nya juga bukan orang sembarangan.


"Kenapa kau seperti tidak yakin dengan jabatan yang kau punya nak " ucap indah.


"Saya merasa tidak pantas bisa dekat dengan putri seorang pengusaha " ucap Arga.


"Kami juga bukan orang berada nak, hanya saja kami lebih beruntung dengan dari yang lain " ucap alaric.


"Benar nak, kami tidak pernah memandang kasta kami hanya menginginkan pria yang benar-benar tulus dengan putri kami " ucap Dinda.


"Jadi yang benar kau seorang tentara atau agen rahasia " ucap Dominic penasaran.


Indah mengangguk saat dominic memandang nya, seakan dari tatapan nya mengatakan bahwa jabatan lain adalah rahasia yang memang tidak boleh di ketahui.


"Bagaimana jika makan malam nanti keburu dingin" ucap Dinda.


"Benar, ayo kita makan " ucap indah.


Saat di meja makan Arga sudah mulai merasa sedikit tenang, karna semua yang dia pikirkan salah jika orang kaya akan merendahkan orang seperti nya tapi siapa sangka jika dia di sambut dengan baik.


Setelah mereka menyelesaikan makan malam, mereka melanjutkan pembicaraan .


"Kalian sudah lama saling mengenal " ucap Dominic.


"Mungkin sekitar 5 bulan yang lalu " ucap Arga.


"Maaf nak, orang tua mu masih lengkap " ucap Dominic.


"Ayah sudah meninggal sejak 5 tahun yang lalu " ucap Arga.


"Maaf kami tidak bermaksud untuk membuat mu bersedih " ucap alaric tidak enak


"Tidak sama sekali tuan, karna bagaimana kita semua akan mati " ucap Arga lagi.


"Mungkin kalian perlu bicara berdua " ucap Dinda.


"Memang nya boleh nyonya " ucap Arga.


Pertanyaan macam apa yang di ucapan tentara tampan ini.


"Tentu saja, kalian sudah lama tidak bertemu bukan " ucap indah.


"Iya, apa lagi kau sangat sibuk, kau perlu vitamin sebelum menjalan kan misi mu " ucap alaric.


"Dad seperti sudah berpengalaman saja " ucap alaric.


"Tentu saja, kami orang sibuk kami bertemu hanya waktu sudah menikah saja " ucap indah.


"Mom kenapa harus di bocorkan segala, kan malu " ucap alaric.


"Grandma, grandpa jadi kami boleh bicara berdua " ucap Sasa.


"Ya ampun kami melupakan kalian, sudah sana ajak nak Arga ke belakang biar kalian bisa bicara berdua " ucap indah.


"Ayo " ucap Sasa.


Ternyata walau tidak pacaran mereka saling rindu satu sama lain, mereka langsung menatap wanita yang asik memakan Snack di tangannya.


"Kenapa menatap Ara begitu " ucap Ara, saat Sasa dan Ara sudah pergi.


"Bagaimana dengan dosen mu "


Pengumuman :


Jangan lupa besok akan ada novel terbaru author yang akan terbuat pukul 7 pagi dan sebelum itu jangan lupa untuk mampir di part pertama nya berjudul Luka Yang Terdalam πŸ™