
Ceklek ....
Vanya yang reflek langsung menekan pistol nya dan .....
Door
"Aaaaaaarrrggggg " teriakan Vanya langsung menutup mata nya.
Bughhhh..
"Kakak " teriak Vanya saat Ara terjatuh .
"Kakak bangun jangan buat Vanya takut " ucap Vanya.
"Tolong " teriak Vanya.
"Queen " ucap anggota Ara.
"Tolong kakak ku , Hiks ,,, Hiks " ucap Vanya dengan air mata yang bercucuran.
"Cepat panggil dokter " teriak anggota Ara sambil menggendong Ara menuju ruang kesehatan.
"Jangan, aku akan menghubungi dokter " ucap Vanya .
"Kakak bertahan lah " ucap Vanya .
Langsung menghubungi seseorang di sebrang sana.
***
Sedangkan Jeni yang habis dari menginap di hotel pasca selesai acara pernikahan Sasa, Jeni dan suami nya langsung pulang menuju Mension nya tiba-tiba ponselnya nya berdering.
Drrrr Drrrrr
Jeni langsung melihat siapa yang menghubungi nya sepagi ini.
"Vanya "
Tanpa pikir panjang Jeni langsung menjawab panggilan keponakan nya.
"Hello sayang " ucap Jeni .
"Hiks ,,, Hiks aunty tolong Vanya " ucap Vanya Sedih di sebrang sana.
Sedangkan Jeni yang mendengar Vanya menangis langsung duduk tegap.
"Sayang tolong katakan pada aunty apa yang terjadi " ucap Jeni.
"Hiks,,,,,z aunty tolong selamat kakak " ucap Vanya.
"Sayang, di mana kau sekarang " ucap Vanya langsung.
"Markas " ucap Vanya .
" Sssssuuuuueeeerrrrr "
Jeni yang mendengar Vanya menarik hingus nya merasa jijik.
"Aunty akan sampai di sana dalam,,, Jeni menjeda ucapannya dan melihat jam tangannya nya yang melingkar di tangan nya, dalam 29 menit " ucap Jeni.
"Aunty tolong datang kemari dengan cepat " ucap Vanya .
"Okey, sayang tenangkan diri mu " ucap Jeni .
"Ada apa " ucap michel sambil menyetir .
"Putar balik ke markas sekarang " ucap Jeni.
Michel langsung memutar setir mobil nya menuju marka yang istri nya maksudnye.
Sedang Jeni langsung menghubungi indah jika terjadi sesuatu pada Ara.
Kenapa Jeni mengabari indah, karna dia tau jika mengabari adik nya pasti sedih , mereka akan memastikan terlebih dahulu apa yang terjadi sebelum mengabari semua nya.
Queen
Queen datang ke markas sekarang seperti nya Vanya membuat ulah , jangan beritahu dinda .
Jeni
Okey , aku menuju markas sekarang .
Sedangkan indah yang mendapat pesan dari Jeni langsung menuju markas tanpa memberi tahu anggota keluarga nya.
15 menit kemudian .
Dan benar saja Jeni yang sudah sampai di markas langsung turun dari mobil dan berlari menuju ruangan di mana Ara berada.
Dan kebetulan mobil lain juga baru sampai ,saat Michel yang mengenali mobil tersebut hanya bisa menunduk.
Sedangkan indah yang melihat Jeni berlari dia langsung berlari menyusul Jeni .
Sedang di ruangan di mana Ara yang sedang berbaring dengan mata yang terpejam dan Vanya yang selalu menangis.
"Hiks,, Hiks ,,,, kakak bangun maafkan Vanya ,, Vanya tidak Sengahja " ucap Vanya dengan mata yang bercucuran.
Ceklek ...
"Aunty , tolong kakak " ucap Vanya saat melihat kedatangan Jeni.
"Sini biar aunty periksa " ucap Jeni .
"Kau sudah memberikan pertolongan pertama " ucap Jeni pada petugas kesehatan yang memang di siapkan untuk di Markas.
"Sudah dokter tapi ,, " ucap dokter terpotong oleh seseorang yang baru sampai.
"Apa yang terjadi" ucap indah.
"Grandma " ucap Vanya.
"Queen " ucap mereka .
Sedang Jeni yang memeriksa keadaan Ara mengernyit dahi heran.
"Aku merasa ada yang aneh " ucap Jeni membatin.
"Sayang apa yang terjadi " ucap indah.
"Maaf grandma , Vanya memainkan pistol yang ada di ruangan kakak dan tiba-tiba Kaka masuk Vanya reflek menembakan peluru nya pada arah pintu " jelas Vanya dengan mata yang menangis.
Indah langsung menatap Jeni, yang kebetulan jeni juga sama menatap indah dengan wajah yang berbeda dan entah lah vanya tidak mengerti dengan tatapan Tersebut ...
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain nya mohon masukan dan saran nya KK